Oneshoot story🌸
•
•
[Jeffrey Lokal]
📍Jakarta, Indonesia.
Bagaimana rasanya Date dengan seorang Jeffrey setiap hari Minggu?
•
Pasangan bar-bar. Tidak, hanya sang perempuan lah yang bar-bar. Untuk lelakinya kalem, sungguh kalem.
"Jadi pergi ga s...
Ku rasakan tepukan dipipiku. Tidurku terusik, jelas. Merasa di pandangi, akupun membuka mata. Rey.
"Bangun. Jadi nemenin ke nikahannya kak Suho kan?" Rey membuka suaranya. "Iya iya. Bentar ah masih pagi. Setengah jam ya." jawabku sambil kembali menutup tubuh mungilku dengan selimut.
Semalam, tepatnya hari Sabtu jam tujuh malam, Rey datang. Membawa sepasang baju batik. Ia berkata, ia akan menginap. Tenang, Rey tidur di kamar tamu. Rey juga memintaku menemaninya mendatangi pernikahan seniornya, kak Suho.
Aku sempat melongo sih, kaget kak Suho sudah akan menikah. Setahuku, kak Suho baru berpacaran sekitar dua bulan dengan temanku, Dela. Tapi maklum sih, dua-duanya sudah memiliki pekerjaan tetap, sudah siap. Dela dengan menjadi seorang pengacara, dan kak Suho yang meneruskan bisnis orangtuanya.
Sebenarnya aku sedikit malas, sih. Karena aku yakin orangtua Dela pasti menanyai kapan menyusul. Sedangkan aku dan Rey akan bingung menjawab apa. -
10 am
"Nda, masih lama ngga sih?" tanya Rey dari luar kamarku.
Aku yang sedang memoles riasan diwajah pun kesal, karena setiap dua menit sekali, Rey akan mengatakan hal yang sama. Aku memilih tidak menjawabnya.
Cklek..
Aku tahu itu Rey. Terlihat dari kaca. Kenapa ga masuk aja dari tadi sih, batinku.
"Kurang apasih? Udah cantik gitu" bukannya tersipu malu atau senang karena dipuji, justru aku makin kesal. Karena daritadi Rey mengganggu acara meriasku.
"Ck, udah kamu berangkat duluan sana. Nanti aku sama kak Taeil. Ga sabaran banget jadi orang." kataku, sedikit membentak. Dan Rey malah tersenyum. Memang dasarnya tidak bisa marah.
"Iya iya aku tunggu. Gapapa sampe lumutan mah." ucap Rey dengan senyuman di bibirnya.
Kalian mau lihat Rey dengan baju batiknya tidak? Aku tunjukin tapi jangan ditaksir ya!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ampun ganteng banget jodohku -Author. /lari dikejar rumput. -
"Rey ini Nanda yang lo ceritain waktu itu?" Aku yang merasa terpanggil pun menoleh. "Hehe iya kak." jawab Rey pada orang yang tak ku kenal itu. "Nanda kenalin, ini kak Chen. Kak Chen kenalin ini Nanda." aku tersenyum dan menjabat tangan kak Chen.
Rey pernah menceritakan kalau kak Chen ini teman kak Suho yang sudah menikah dua tahun yang lalu dan sudah memiliki satu anak.
"Jadi, kapan nyusul, Nda?" pertanyaan ini sudah ditanyakan lebih dari lima kali dalam sehari ini, termasuk orangtua Dela tadi sudah menanyakan hal ini. Kali ini yang bertanya adalah Renata, temanku yang juga baru menikah sekitar dua atau tiga bulan yang lalu.
"Nanti kalau sudah waktunya ya aku nikahlah." selalu ku jawab seperti itu.
Aku memisahkan diri dari Rey. Aku dengan temanku dan Rey dengan temannya. -
Pukul tiga sore aku pamit pulang dengan Rey. Bukannya diantar ke rumahku, Rey malah membawaku ke rumahnya.
"Bentar ya, aku ganti baju dulu. Gerah nih. Kamu bersihin make up di kamarnya mama aja, aku juga kemarin beli hoodie couple, kamu pakai itu aja." jelas Rey sebelum mematikan mesin mobil.
"Tapi Rey, aku belum izin mama." kataku.
"Sudah, tadi aku yang izin. Udah turun sana." -
Sekarang, aku sedang menunggu Rey mandi. Tadi sih, katanya hanya ganti baju. Ternyata mandi. Tenang, aku di ruang tamu rumah Rey, ditemani mama Rey. Kami berbincang tentang kelakuan Rey lalu tertawa bersama.
Tak lama, Rey muncul dan tersenyum kepada ibunya dan aku. Rey berpamitan ingin mengantarku pulang, tapi aku menolak.
"Aku nginep aja Rey." "Baju kamu tinggal itu loh, nginep gapapa tapi ambil baju dulu. Buat ganti besok pagi." "Gamau, aku capek tau. Aku pulang subuh deh yaa." "Terserah deh." Rey mengalah, lagi.
"Mau ngapain? Masih jam empat nih. Kamu mandi gih dibawah." kata Rey. Benar juga, aku belum mandi ternyata.
"Lah iya, aku belum mandi. Aku mandi di kamar mandi sini ya, mager turun nih." kataku yang langsung di pelototi Rey. Aku cengengesan.
"Hehe ngga, canda sayang. Oke aku turun."
Malamnya, Rey mengajakku ke taman bermain dekat rumahnya. Katanya, waktu kecil hampir setiap hari Rey mengunjungi taman ini. -
Entah kenapa aku bahagia sekali hari ini. Menginap di rumah Rey adalah hal yang sulit mendapatkan izin dari mama. Tapi kali ini, aku mendapatkannya, dengan syarat pulang sangat pagi sekali agar tidak merepotkan mama Rey.
ILY, Rey. ➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖➖ Saya balik nih wkwk🐣 Stay safe ya kawan!