Chapter 46

424 20 5
                                    

Jangan lupa vote dan komen ya..

Bacanya pelan-pelan..

~•~

Sambil terus menyeret paksa Putri, mereka berdua menerobos kerumunan cewek-cewek di sisi lapangan yang sedang seru-serunya berteriak menyemangati Angga yang pesonanya paling berkilau di sana.

Sesekali Putri berontak tetapi akhirnya pasrah pada Mira dan Seli yang heboh sendiri menjodoh-jodohkan dirinya dengan Angga.

"Ih udah lepas ah," rengek Putri lalu melepaskan genggaman kedua sahabatnya.

Mira terkikik. "Tuh Put! Teriak-teriak juga dong, dukung tuh Angga-nya!" pintanya berbinar.

Seli mengangguk. "Iya Put, ayo dong!" sahutnya seraya mendorong pelan lengan Putri.

"Ah males," singkat Putri lalu menyedekapkan tangannya sambil teralih pada Angga yang tengah berlari mengejar musuh.

"Bukannya males, tapi gangsi!" balas Mira.

Putri tidak memperdulikannya. Mata dengan iris hitam itu menatap Angga penuh arti. Entah kenapa, ada sedikit perasaan harap agar Angga menyadari kehadirannya di sana, lalu kemudian tersenyum sambil mengedipkan matanya seperti biasa. Tetapi kini Angga terlihat sangat fokus dengan pertandingan dadakannya, sehingga gadis itu hanya menatap Angga dengan senyuman tipis.

Suara nyaring dari sebelah kanan kerumunan membuat Putri menoleh cepat. Suaranya memanggil-manggil Angga dengan centil sambil bersorak kencang.

"Ih apaan sih," gumamnya ketus lalu memutarkan matanya, berusaha fokus kembali pada Angga.

"Angga sayangku!! Semangaat!!" teriakan itu terdengar kembali.

Putri menoleh sinis, terlihat Angel yang maju-maju sambil menaruh tangannya di pipi agar suaranya lebih nyaring. "Angga!!! Semangat!!! Muah!!" seru Angel terang-terangan.

Tidak bisa melakukan apa-apa, Putri hanya menahan kesal walau seperti ada batu di dadanya yang terasa mengganjal seolah ingin memukul mulut Angel. Dia kembali bersedekap dan matanya mengikuti kemana Angga berlari.

Dari kejauhan Reza memperhatikan Putri sambil senyum-senyum, walaupun dia sedang dalam pertandingan tetapi gadis itu tetap nomor satu di pikirannya. Sementara Putri masih berharap agar Angga akan menyadari kehadirannya.

Sedetik kemudian, Angga menoleh ke arahnya. Tatapan itu menusuk tepat ke mata Putri sehingga mata gadis itu berbinar kaget. Cowok itu tersenyum, lalu mengedip ke arahnya, persis seperti apa yang ada di bayangan gadis itu.

Deg

Sesaat, jantung Putri berdegup kencang. Aliran darahnya menjadi begitu lancar sehingga dia mulai merasakan wajahnya memanas. Gadis itu terus menatap mata Angga sebelum akhirnya senyuman kecil terpancar ke arah cowok itu.

Kejadian lima detik terakhir membuat jantungnya masih belum berdetak normal. Sedangkan Angga sudah kembali berlari sembari membawa bola ke ring lawan.

Putri memegang dadanya. "T-tadi apaan?" gumamnya pelan.

"Huhh Angga! Damage-nya bukan maen!!" sorak cewek-cewek di sampingnya. Walau risih, tetapi Putri tetap cuek karena sibuk bingung dengan apa yang terjadi barusan.

Angga kembali berlari dengan kaki panjangnya seolah bagai kijang, lalu sesaat kemudian dia menompat sampai otot kakinya terlihat. Orang-orang melotot takjub sampai sedetik kemudian bola basket coklat dari tangan kanannya berhasil dia masukan ke dalam ring lawan.

MATSA [ Tamat ] 𝗿𝗲𝗸𝗼𝗺𝗲𝗻𝗱𝗮𝘀𝗶Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang