Bagian 10

57.8K 3.8K 43
                                    

Aku tersentak ketika merasakan hembusan nafas diwajahku. Dan juga keberadaan lengan yang melingkari pinggangku. Wajah Mas Raksa yang berada sejajar dengan wajahku yang pertama kali terlihat ketika aku membuka mata.

Ternyata tanpa sadar ketika menonton film, aku jadi ketiduran. Bahkan laptopku sudah tak terlihat lagi berada di atas tempat tidur.

"Sudah selesai rapatnya Mas?" tanyaku sambil mengucek mata. Beruntung aku tidur tidak pernah mengeluarkan iler, sehingga aku tidak malu ketika menampakkan wajah habis bangun tidur seperti ini.

"Hmm. Gimana seminarnya, lancar?"

Aku tersenyum senang sambil menubruk tubuh Mas Raksa dan masuk kedalam pelukannya. Mas Raksa masih wangi seperti tadi pagi, walaupun masih mengenakan pakaian yang sama.

"Sempat cemas awalnya karena di bantai sama penguji. Tapi diterima juga sih akhirnya," jawabku dengan suara teredam karena aku menenggelamkan wajahku didada Mas Raksa. Badan Mas Raksa berguncang ketika dia tertawa.

"Mas sendiri gimana? Dua hari habis nikah kok udah mulai kerja lagi?" tanyaku sambil melepaskan pelukan. Memposisikan agar wajah kami kembali sejajar.

Mas Raksa merapikan rambutku yang sedikit menutupi wajah. "Ada masalah yang terjadi, makanya rapat dadakan," jawabnya yang membuatku mengangguk mengerti.

"Kamu mau honeymoon kemana?"

Aku tercengang dengan pertanyaan Mas Raksa. Setelah sekian banyak uang yang dihabiskan oleh Mas Raksa untuk pernikahan kami, Mas Raksa masih menawariku untuk pergi honeymoon? Luar biasa sekali keuangan suamiku ini.

"Gak usah kemana-mana Mas. Nikahan kemaren aja pasti udah ngabisin banyak uang. Masak iya mau ngabisin uang lagi?"

"Sayang, Mas gak masalah kok. Asal kamu senang."

Aku menggelengkan kepala. "Honeymoon disini aja kalau gitu," kataku sambil terkekeh.

Mas Raksa menarik tubuhku mendekat hingga hidung kami sudah bersentuhan. Tatapan Mas Raksa yang intens membuat jantungku berdegup kencang. Tak ada hal lain yang dilakukan Mas Raksa selain menatapku.

"Kita kencan nanti malam?" tanyanya yang membuatku berseru mau dengan cepat.

"Kemana?"

Aku memikirkan beberapa tempat yang mungkin bisa kami kunjungi nantinya. Taman kota, pasar malam, atau tempat ramai lainnya. Tapi tidak dengan pantai karena aku tidak suka udara malam disana.

Oh, jangan lupa menyempatkan untuk makan junkfood karena sudah lama gak mencicipi makanan yang dilarang Bapakku itu.

"Kita lihat nanti saja Mas," jawabku dengan senyum lebar. Sudah terbayang keseruan nanti malam. Soalnya sudah lama gak pergi jalan-jalan dimalam hari.

"Mau mandi berdua?"

Mataku membulat dan mengerjap beberapa kali mendengar pertanyaan Mas Raksa. Teringat akan ajakan Mas Raksa sebelum malam pertama kami. Yang membuatku ngacir ke kamar mandi dan mengunci pintu dengan segera. Sementara Mas Raksa tertawa keras menyaksikan kelakuanku.

Senyum yang terbit di bibir Mas Raksa membuatku sadar bahwa suamiku itu kembali menggodaku.

Aku merapatkan tubuhku pada Mas Raksa hingga menempel tanpa jarak. Aku menggigit bibirku yang membuat pandangan Mas Raksa yang semula ke mataku beralih kebibirku. Tanganku bergerak dengan perlahan menyusuri dadanya. Mengelus disana dan membuat pola-pola acak yang membuat tubuh Mas Raksa menegang.

Taken by Him [Tamat]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang