*ditonton dulu ya ini, ceritanya ini mimpi si (NamaKamu)*
(NamaKamu) terbangun kaget.
Apa itu barusan?
Mimpinya?
Itu.. sangat singkat.
...
Ibu melihat (NamaKamu) yang sejak tadi terus melamun dengan sebelah tangan yang menumpu wajahnya. Khawatir, Ibu segera mendekati gadis cantik itu sekedar ingin bertanya.
"Nak.." Ibu menepuk punggung (NamaKamu) pelan.
Namun reaksi (NamaKamu) sangat terkejut membuat Ibu makin mengerutkan dahinya. "Ada apa?"
(NamaKamu) tersenyum tipis, "Gak apa, Bu"
Menetralisir seluruh pikiran yang ada di otaknya, (NamaKamu) berusaha meyakinkan Ibu di depannya kalau tak ada apapun atau yang salah dalam dirinya. Entahlah, mimpi itu terus terputar di dalam pikirannya. Sedikit mengganggu aktifitas nya hari ini. Oh. Atau memang menganggu?
Ibu tersenyum. Mengelus puncak kepala (NamaKamu) lalu berlalu dari hadapannya. Membiarkan (NamaKamu) kembali berkutik dengan pikirannya. Melamun.
Mimpi itu..
Gambaran seorang lelaki
Tapi kenapa diakhir wajah seorang Iqbaal muncul?
Satu lagi yang janggal, Apa maksud kalimat diawal mimpi itu?
'Are you Happy? O really?'
Apa maksud dari pertanyaan itu?
...
Ibu mendekati (NamaKamu) dan mengambil duduk di sebelahnya.
(NamaKamu) tersenyum tepat saat Ibu menjatuhkan tubuhnya di sebelah. "Ibu udah makan?"
"Sudah"
(NamaKamu) hanya menanggapi dengan mengangguk.
"Nak,"
"Iya?"
"Mau sampai kapan kamu disini?"
Raut wajah (NamaKamu) seketika berubah, "Ibu, maaf, (NamaKamu) pasti sangat merepotkan"
Ibu terkejut mendengar jawaban gadis di sebelahnya ini, "Bukan!" Seru Ibu.
"Kamu tidak pernah merepotkan, (NamaKamu)" Ibu membelai rambut panjang gadis disampingnya ini. "Bahkan saya sangat bersyukur dikirimkan kamu yang bisa menemani kehidupan sehari-hari saya yang sepi ini. Tapi nak.." Ibu menarik nafasnya perlahan sambil terus membelai rambut (NamaKamu) bagaikan gadis disampingnya ini adalah putrinya sendiri. "Ini bukan tempat kamu yang sebenarnya, maksud Ibu.. Tempat kamu bukanlah disini, tidak seharusnya kamu disini.. Saya menyayangi kamu, seperti putri Ibu sendiri. Tapi saya tahu, lebih banyak lagi orang-orang yang pasti saya yakin juga menyayangi kamu, bahkan lebih menyayangi kamu. Dan disitulah harusnya kamu berada, bersama mereka"
(NamaKamu) terdiam. Memikirkan perkataan wanita setengah baya di sebelahnya ini.
"Nak, hidup memang berat. Sangat berat. Kita dilahirkan ke dunia inipun adalah sebuah karunia, sekaligus sebuah cobaan. Kita hidup pun sudah cobaan. Tak sembarang orang mampu menjalani hidup di dunia ini. Maka jika kita sudah dipilih Tuhan untuk hidup di dunia, maka artinya Tuhan yakin kita lah orang yang mampu menjalani segala cobaan dan beban dunia"
"Mungkin kamu bisa tenang disini, di desa kecil ini. Tapi kamu gak bahagia nak, pikiran mu terus melayang ke tempat yang Ibu gak tau itu dimana. Di tempat kamu seharusnya berada" Lanjutnya.
"Ibu yakin, dia menunggu kamu" Tutupnya dengan memeluk (NamaKamu).
...
(NamaKamu) mengangkat kopernya masuk ke dalam bus. Duduk di kursi yang sudah ia pesan sebelumnya. Tepat disamping kaca bus. Dari dalam lewat kaca disampingnya, (NamaKamu) dapat melihat Ibu yang setia menunggu keberangkatannya.
'Terimakasih banyak, Bu'
'(NamaKamu), kamu boleh kapan saja kesini, mengunjungi Ibu, jangan sungkan, jangan lupakan Ibu'
Bus mulai berjalan, Ibu melambaikan tangannya kencang-kencang sambil menahan tangisnya. Ia tak boleh terlihat sedih.
(NamaKamu) menggambar sebuah hati dari kaca yang berembun. juga gambar seseorang yang sedang tersenyum. Diikuti dengan tulisan 'Nanti aku kembali'. Ibu yang melihat hanya mengangguk sambil tersenyum haru.
Bus mulai berjalan meninggalkan desa. Sampai (NamaKamu) tak dapat melihat Ibu lagi lewat kaca. Ia menegakkan tubuhnya kedepan.
Sekarang, harus kemana dia terlebih dahulu setelah sampai nanti?
-To be continue-
muuv ya pendek dulu, biar bikin penasaran ehehehehehe!
kira kira kalian pengen ending yang kayak apa sih, kalau aku boleh tau?😆

KAMU SEDANG MEMBACA
Untittled ✖️ IDR
FanfictionJika saya memang hanya dapat bertemu kamu didalam mimpi, dapatkah saya berdoa agar saya tak terbangun lagi? #1 in Iqbaal 2/01/19 #1 in CJR 7/02/19 #2 in iqnam 10/05/20