Kos Lucas

6 3 0
                                    

   Setelah selesai ia merapikan kasur, Carren lalu berjalan menuju kamar mandi untuk gosok gigi.
Ia bercermin dan mulai mengosok semua giginya mengunakan pasta dan sikat gigi yang biasa di gunakan Keyza.

   Ia meletakkan kembali pasta dan sikat gigi pada tempat yang telah di sediakan. Dan kemudian berjalan menuju ruang tamu untuk menonton televisi.
"Sepertinya akan ada siaran baru hari ini." Kata Carren sambil menyalakan televisi dengan remot.

   Carren mengotak-atik remot, tapi sayangnya tidak ada film yang enak di tonton untuknya.
"Aahh...aku bosan, apa lebih baik aku pergi keluar atau pergi ke kosan Abang." pikirnya.
"Okee...mari pergi dari sini." Lanjut Carren sambil berjalan menuju rak sepatu, memakainya dan kemudian keluar melalui pintu utama.

" Lanjut Carren sambil berjalan menuju rak sepatu, memakainya dan kemudian keluar melalui pintu utama

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Ternyata seperti ini rumah Keyza kalau tampak dari luar ya, aku baru menyadarinya." Ujar Carren dan kemudian melanjutkan langkahnya menuju kosan Abangnya.

   Ia berjalan menuju kosan abangnya, ia lebih memilih jalan kaki karena itu lebih menyehatkan di bandingkan naik motor. walaupun motor dan sepeda tak terpakai di garasi tapi ia tetap nekat berjalan kaki.
Ia sih jarak rumah Keyza ke kosan Abangnya tak begitu jauh.

   Akhirnya ia sampai ke tempat tujuannya yaitu kos Abangnya.

   Akhirnya ia sampai ke tempat tujuannya yaitu kos Abangnya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Akhirnya aku sampai juga, ternyata kosnya lumayan bagus." Ucap Carren sambil melihat-lihat sekitarnya.
"Sepertinya aku harus menelepon Abang karena aku tak tahu ia tinggal di kamar yang mana." Lanjut Carren sambil mengecek ponselnya di saku.
"Astagah...aku sampai lupa bawa ponsel, Carren gimana sih pikiran kamu." Ujar Carren sambil memegang keningnya.

   "Yah...mau gimana lagi, terpaksa deh aku pakai kekuatanku." Ucap Carren sambil menutup kedua matanya.

2...20...201
Carren langsung membuka kedua matanya.
"201, sepertinya itu adalah nomor kamarnya Abang." Kata Carren sambil berjalan dan mencari kamar yang bernomor 201.

   "Ketemu." Ucap Carren sambil mengetuk pintu kamar tersebut.
Tok...tok...tok
"Siapa?" Jawab Lucas dari dalam kamar, sambil berjalan menuju pintu dan kemudian membukanya.

   Bertapa terkejutnya ia ketika melihat Carren yang ada di depannya.
"Ah...kok kamu bisa tahu ini kamarku." Tanya Lucas keheranan.
"Bisalah kan sudah ku bilang, aku mempunyai kekuatan, tapi kamu selalu tidak mempercayainya, apakah kali ini kamu akan percaya kepadaku karena aku mempunyai kekuatan untuk melihat masa depan?" Tanya Carren menyakinkan.

   "Baiklah, kali ini aku benar-benar mempercayainya." Jawab Lucas sambil mempersilahkan Carren masuk.
"OMG...ini kamar atau kandang kambing sih." Ejek Carren sambil berjalan mendekati tempat tidur.

   "Lihatlah ini, Abang sama seperti temanku Keyza, sepertinya kalian jodoh yang sangat cocok

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


   "Lihatlah ini, Abang sama seperti temanku Keyza, sepertinya kalian jodoh yang sangat cocok." Ujar Carren sambil sedikit tertawa.
"Biarlah seperti itu, namanya juga anak laki-laki." Ucap Lucas sambil menutup pintu kamarnya dan kemudian berjalan menuju kursi yang terletak di dekat jendela.

   "Aku tak bisa melihat pemandangan yang seperti ini bang, karena aku tak sama sepertimu." Bentak Carren pelan dan kemudian mengambil selimut dan melipatnya satu per satu.
"Terimakasih Adikku tersayang." Ucap Lucas sambil memandang pemandangan di luar jendela.

   "Iya sama-sama, lagian kita kan saudara, saudara harus saling tolong menolong, benar gak?" Tanya Carren yang masih sibuk dengan selimut di tangannya.
"Benar, oh ya kenapa kamu datang kemari, kamu takut sendirian di rumah yaa, makanya kamu kemari menemuiku."
Kata Lucas sambil menoleh ke arah Carren.

***************************************
Nantikan kisah selanjutnya...
Terimakasih

DEVIL MAN AND SEAL BOXTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang