.
.
.
.
.Pagi hari yang tenang, cuaca cerah, dan hari libur khusus yang diberikan untuk bakugou membuat pria itu merasa lega akhirnya bisa seharian bersantai dirumah bersama anak lelakinya seorang.
"izuku, sini. " panggil bagukou. Itu panggilan sayangnya untuk si anak.
Izuku mengangguk dan melepaskan mainan yang tengah dipegangnya untuk kemudian berdiri menghampiri ayahnya. "ada apa, otou-san? " tanyanya dengan binar mata hijau yang cerah.
Bakugou menyambut anaknya dengan pelukan hangat, "tidak, tou-san cuma mau meluk. "
Izuku membiarkan dirinya dipeluk erat2 oleh badan besar ayahnya. Semenit kemudian, "otou-san, aku tidak bisa nafas. " protesnya.
"oh, benarkah? Haha, maafkan tou-san. " bakugou melonggarkan pelukannya dan izuku duduk di pangkuannya. Pria itu memainkan rambut blonde anaknya dengan gemas.
"otou-san, hari ini tidak kerja? " tanya izuku dengan mendongak menatap wajah ayahnya.
"Tidak, hari ini tou-san ingin bersama izuku seharian. " bakugou kembali memeluk erat dan gemas. Izuku kembali protes.
Saat bakugou tengah menikmati waktu bermain dengan anaknya, suara bel pintu mengusiknya. Seingat bakugou ibunya maupun mertuanya tidak ada rencana akan datang hari ini.
"bakugouuuu!!" panggil seseorang dari depan pintu.
Perempatan imajiner segera berkedut di kepala bakugou begitu dia kenal suara itu. Dia melepaskan izuku dan berdiri untuk membuka pintu.
Bakugou membuka pintu, dan menatap tamunya dengan kesal. "mau apa kau? " dia kesal diganggu saat libur.
"yo!" sapa kaminari dengan wajah riang, berbanding terbalik dengan tuan rumah yang siap meledakkannya kapan saja. "maaf aku tidak menghubungimu dulu, mungkin kau akan terganggu–"
"aku memang terganggu." potong bakugou.
"–ehm... yah, aku terpaksa datang tiba2. " kaminari mulai bisa merasakan aura mematikan dari bakugou. "aku...ingin minta saran. "
Alis bakugou naik sebelah, "saran? "
"sebelum aku bilang soal apa, kau mau tidak membantuku? "
"kalau kubilang tidak? " jawab bakugou cuek.
Kaminari manyun, "ayolahh, sekali iniii saja. Ya?? "
Bakugou sudah ingin menyuruhnya pergi sedaritadi, tapi kelihatannya kaminari perlu bantuan, jadi dia mencoba mendengarkan dulu. "baiklah, katakan intinya. Jangan basa basi. Cepat. "
"uhm, begini... "
"lima."
Kaminari menatap heran saat bakugou mengucapkan angka.
"empat... tiga...
"e, eh?? "
"dua detik lagi tidak bilang, aku tidak akan membuka pintu lagi untukmu. "
"wa, wakatta! Begini, aku ada kencan nanti malam!"
"hah? " bakugou mengernyit.
"dengan jiro..." ujar kaminari dengan wajah memerah.
Perempatan imajiner kembali berkedut, "jangan libatkan aku dalam hubungan kalian, listrik! Urus sendiri! "
"bukan begituu.." kaminari mulai panik saat bakugou bersiap mengusirnya. "aku tidak tahu apa2 soal kencan, dan satu2nya yang bisa kupikirkan adalah meminta saran darimu."

KAMU SEDANG MEMBACA
Boku no Hero Academia Fanfict-Spin Off Version
FanfictionFanfict boku no hero academia Spinoff dari 'I'm Happy Thankyou! & Treasure' Judul lain akan bertambah sewaktu2. Perhatian!! Midoriya disini perempuan.