Jangan lupa vote dan komen ya..
~•~
Mobil Mira akhirnya sampai di depan rumah mewah berkelap-kelip lampu pesta. Beberapa satpam membantunya untuk masuk ke gerbang karena agak sulit terhalang tamu-tamu yang lalu lalang.
Putri tampak kekenyangan di jok belakang sambil bersender malas sembari memegang cup es krim yang sudah kosong.
Seli membuka save belt-nya kemudian menoleh ke belakang. "Put, udah sampe," panggilnya.
Mira yang sudah selesai memarkirkan mobilnya ikut membalikan badan. "Woy bangun!" panggilnya agak ngegas.
Mata Putri akhirnya terbuka kaget. Dengan lesu dia menegakan badannya. "Hmm? Udah sampe ya?" tutur gadis itu dengan mata menyipit.
"Iya udah, turun yuk!" ajak Seli lalu dia pun membuka handle pintu mobil dan menurunkan satu kakinya.
Putri mengangguk lalu membuka pintu mobil juga, sama seperti Mira. Udara dingin langsung menerpa kulit mereka. Seli dan Mira memegang lengannya yang terbuka, sementara Putri tidak merasakan dingin karena pakai hoodie, dan malah menguap ngantuk.
Mira melirik Putri. "Lu mah, kayak orang lagi pulang kampung," celetuknya.
Seli terkikik. "Ayo Put, kita serbu makanannya!" serunya menyemangati Putri.
Putri tersenyum jahat. "Yoi, mwehehe, kuy masuk!" teriak gadis itu lalu berjalan mendahului Seli dan Mira.
~•~
Orang-orang menatap sinis dan aneh ke arah Putri, tetapi gadis itu tidak peduli dan malah berbinar melihat kue dan minuman yang di pajang dengan bebas. Seli melototi orang-orang yang menatap Putri seperti itu, begitupun juga Mira yang hendak memukul mereka dengan tas tangannya.
Sesampainya di kolam renang keluarga Angel, Putri membalikan badannya dengan alis terangkat. "Ambil minum yuk, haus nih," keluhnya dibuat-buat.
Mira mengangguk. "Yuk."
Putri berjalan duluan dan dengan percaya diri mengambil sirup dingin sebanyak mungkin. Dia meneguknya dengan cepat.
"Ck ah!! Seger juga nih," ujarnya lalu menaruh gelas itu di atas meja saji.
Seli merengut ke arah Mira. "Mir, gue malu," keluhnya setengah kekeh.
Mira terbahak. "Haha udah biarin ah." lalu dia ikut meminum sirupnya.
Putri melihat satu persatu kue coklat yang tertata rapi di sana dengan telunjuk sebagai patokan. "Hm yang mana ya?" gumamnya.
Tiba-tiba ada yang mencubit pipinya dari belakang, gadis itu langsung membalikan badan.
"Makan mulu sih cantik!" tutur cowok dihadapannya.
"Loh? Angga udah sampe?" tuturnya refleks.
Angga mengangguk. "Iya, udah daritadi," jawabnya seraya tersenyum.
Putri menatap Angga atas bawah, dia jadi sedikit menyesal tidak dandan sama sekali. Melihat Angga yang rapi dengan kemeja berwarna putih gading dan celana chino, membuatnya agak minder.
"Baju lo lucu banget," tutur Angga tiba-tiba.
Putri mendongak kaget. "Ha?" gadis itu tidak menyangka bahwa Angga akan mengatakan itu padahal penampilan dirinya malah tampak orang bangun tidur.
Angga tertawa kecil. "Lo lucu banget, cantik~" tutur Angga lagi memanjang di akhir kalimatnya.
Putri mengangguk sambil tersenyum kecil. "Hehe, makasih," jawabnya pelan.
Mira mendehem. "Ekhem! Put kita pergi dulu ya! Dadah~" tanpa menunggu jawaban Putri, gadis itu menarik Seli bersamanya. Sementara Seli berisyarat menyuruh Putri berbincang dengan Angga.
Putri hanya diam saja tidak acuh lalu berbalik kembali menghadap makanan. Melihat itu Angga berjalan ke samping Putri dan memperhatikannya seraya tersenyum.
"Ternyata lo itu suka makan ya?" tanya cowok itu sambil menatap Putri dalam, penuh arti.
Putri menyuap kue cokelat ke mulutnya. "Kayaknya semua manusia suka makan deh," jawab gadis itu spontan.
Angga tertawa. "Haha, iya tapi kayaknya lo lebih suka makan daripada manusia normal," tuturnya kekeh.
Mendengar ujaran Angga, Putri merengut tidak terima. "Jadi maksud lo gue gak normal?!" ketus gadis itu.
Angga merangkul gadis itu, membuat orang-orang di sekitar yang melihatnya ternganga iri. "Tau ah, gemes gue sama lo," pungkasnya sembari meraih satu cup cake dari meja saji.
Tangan cowok itu menghampiri bibir merah milik Putri, hendak menyuapi kuenya. Putri melirik Angga sebentar lalu mangap hendak melahap kue itu, namun Angga malah sengaja memajukan tangannya sehingga krim kue akhirnya memenuhi hidung gadis itu.
Putri terdiam kesal sembari menghadapkan dirinya pada Angga yang seperti tiang tinggi di depannya. "Angga!" pekiknya membuat Angga terkikik geli.
"Awas lo ya!" Putri mencolek krim kue dari tangan kanannya lalu menyodorkan krim itu pada hidung Angga juga.
Karena lebih pendek, Putri sampai melompat-lompat mencoba meraih wajah Angga yang terus menghindar.
"Eits gak kena, hahaha!" ledek Angga jahil.
Putri yang berambisi, langsung saja melompat dan mengenai krim ke bibir Angga sehingga membuat bibir cowok itu penuh krim.
"Yahaha sukurin!" tukas Putri puas.
Alih-alih sewot, Angga malah tersenyum penuh arti ke arah Putri. Setiap melihat gadis itu dalam-dalam, terasa di hati rasa sayangnya pada gadis itu semakin meningkat.
Dari belakang Angga tiba-tiba terdengar suara tepukan tangan. "Wah wah wah." suaranya meledek remeh.
Angga dan Putri menoleh ke arahnya. Wajah Angga langsung berubah ketus dan menatap cowok itu serius.
"Ngapain lo ke sini?" tanya Angga ketus.
Reza berdecih. "Mau nyamperin dia lah," jawabnya sambil menunjuk Putri dengan dagu.
Putri merengut. "Lo ngapain lagi sih?!" sinis gadis itu kesal.
Reza mendorong Angga mundur, dan menghampiri Putri. "Lagian lo kenapa sih nolak semua cowok kecuali Angga?! Kalian emang udah ngapain aja?!" sindirnya sarkas.
Plak!!
To be continue
MATSA
Selalu ramein kolom komentar ya! Gue seneng banget dapet notif dari kalian (ฅ'ω'ฅ)

KAMU SEDANG MEMBACA
MATSA [ Tamat ] 𝗿𝗲𝗸𝗼𝗺𝗲𝗻𝗱𝗮𝘀𝗶
Roman pour AdolescentsHanya cerita si cewek yang mati rasa bernama Putri. Sudah berkali-kali dikecewakan oleh cowok-cowok yang selalu mempermainkan dirinya, membuat Putri menutup diri dan tidak peduli lagi dengan apapun yang berhubungan dengan laki-laki, apalagi ternyata...