Happy reading.....
"Udah ya, jangan nangis lagi. Nanti kamu makin cantik dan di rebut orang aku gak mau" ucap rafa sambil menyengka sisa airmata di pipi syifa
"Iya aku juga gak mau kamu di rebut orang lain" syifa memegang tangan rafa yang berada di pipinya dan mengelusnya, rafa yang mendapat balasan dari syifa pun tersenyum
"Udah yuk, kita pulang kan besok mau ke butik. Nanti aku jemput kamu" rafa memberitahu syifa bahwa besok mereka harus ke butik, dan syifa mengangguk mengiakan ucapan rafa.
Lalu rafa mulai menjalankan mobilnya keluar dari sana, saat di dalam mobil syifa lebih banyak tersenyum. Berbeda dengan sebelumnya yang menangis, sekarang ia lebih cantik karna di wajahnya terdapat senyum yang sangat manis.
"Jangan senyum mulu nanti aku diabetes karna ngeliat senyum kamu!" ucap rafa sambil melirik syifa, syifa yang mendengar itu langsung berhenti tersenyum dan memukul lengan rafa pelan.
"Biarin lah suka suka aku!" ucap syifa lalu tersenyum lagi dan melihat ke arah jendela samping.
"Iya deh iya suka suka kamu deh" ucap rafa lalu mengambil tangan kanan syifa dengan tangan kirinya lalu mencium tangan syifa dengan lembut. Syifa yang di perlakukan seperti itu lagi hanya mampu tersenyum untuk memendam rasa menggebu di hatinya
"Raf boleh nyetel lagu kan?" tanya syifa pada rafa dengan sedikit memohon.
"Boleh, apa si yang gak boleh buat kamu" ucapan rafa membuat pipi syifa merah, karna malu.
"Apaan si raf, kamu gombal mulu deh!" ucap syifa lalu melepas tangannya yang di pegang oleh rafa lalu mulai memutar musik di dalam mobil. Lagu yang keluar adalah Ant Saunders-yelow heart . Saat mendengar awal dari nada itu syifa tersenyum lagi
"Aku tau lagu ini!" seru syifa dengan sangat senang, senyumnya pun tidak pernah luntur dari wajah cantiknya itu.
"She put my name with yellow hearts,uh
Her favorit color like the stars
I didn't listen Verry hard, uh
When she told me she was crazy from the stars" Syifa menyanyikan nada itu dengan semangat sekali. Lalu di nada berikutnya rafa ikut menyanyi mengikuti Alunan musik yang berada di dalam mobilnya. Sehingga mereka berdua hanyut kedalam alunan musik yang asik untuk di dengar itu*****
Ketika sudah sampai di depan rumah syifa yang mewah itu, rafa turun dari duduknya untuk membukakan pintu untuk syifa keluar
"Ihh kirain aku kamu mau kemana, taunya cuman bukain pintu aku doang? Kan aku bisa sendiri!" syifa tertawa kecil sambil memukul lengan rafa pelan, gemas karna melihat tingkah rafa
"Gak papa dong, kan yang mau turun ratu aku" ucap rafa seraya menunjukan cengirannya
"Kamu gombal mulu ah" ucap syifa lalu meninggalkan rafa yang masih memegang pintu mobil yang tadi untuk syifa. Lalu rafa menutup pintu mobilnya dan segera menyusul syifa
"Tapi kamu suka kan?" rafa menggoda syifa sambil mencolek pipi syifa. Hal itu membuat syifa semakin blushing dan menutup wajahnya dengan menggunakan kedua tanggannya karna malu
"Kenapa si kok di tutup? Kan gak keliatan wajah cantiknya yang merah" ucapan rafa di akhiri dengan kekehan kecil, mereka masih berjalan menuju kedalam rumah syifa. Sementara syifa langsung berlari masuk kedalam rumah dan meninggalkan rafa yang masih terkekeh karna perbuatan dirinya sendiri. Rafa membuat syifa malu, dengan cara menggodanya

KAMU SEDANG MEMBACA
Takdir Untuk Mencintai ❤ |SLOW UPDATE|
Romance[Belum di revisi karna cerita belum tamat] Baru beberapa yang di revisi.... Cerita ini acak-acakan banyak yang belom direvisi lagi proses 17+ Cerita tentang Syifa dan Rafa yang di jodohkan oleh orang tua mereka, yah begitu dah...