Sebulan sudah waktu berlalu, dan kini Yura juga sudah berada di apartement Yoongi setelah kepulangannya dari rumah sakit seminggu yang lalu. Dokter menyarankan beberapa terapi untuk proses pemulihan Yura. Karna keadaan yang tidak memungkinkan, akhirnya Yura terpaksa mengambil cuti di kampus, dan mungkin sampai dirinya selesai melahirkan.
Orang tua mereka ingin membawa Yura turut serta kembali ke Korea, namun semua itu disanggah oleh Yura. Yura tak ingin merepotkan Eommanya, dan Yura juga masih berat meninggalkan Amerika. Entah karna dirinya yang masih ingin bersama Yoongi, atau karna dirinya masih berharap kepada Jimin.
Keadaan Yura semakin hari semakin membaik, kondisi mentalnya juga sudah pulih. Sahabat sahabat Yoongi setiap hari selalu datang ke apartemen, Yura juga menjadi dekat dengan semua sahabat oppanya, terkecuali Jimin. Karna semenjak Jimin mengusir Yura dari rumah, dan kenyataan Yura merupakan adik Yoongi. Mereka sudah tidak tampak bersama.
Bukannya mereka tidak setia kawan, bahkan mereka juga tahu tentang kisah Seulgi yang hanya menjadi alat pembalasan dendam untuk Jimin. Mereka ingin sekali berkumpul kembali seperti dulu, tertawa dan menangis bersama. Mereka hanya beranggapan jika waktu belum tepat untuk itu.
Yoongi masih menunjukkan sikap ketidaksukaannya kepada Jimin, bagaimana pun juga Yoongi hanya merasa bersalah kepada adiknya, yang selama ini di sia siakan oleh sahabat yang sudah di anggapnya sebagai adik sendiri.
Dan mengenai keadaan Jimin, kini pria itu kembali menjalani hari harinya dengan baik. Dirinya tak lagi mengingat Seulgi, dan Jimin juga sudah memantapkan hati untuk menunggu pintu maaf dari mantan istrinya, Min Yura.
Jimin melakukan aktifitas seperti biasanya, hanya saja ada yang sedikit berubah dari sikap Jimin. Dulu Jimin adalah pria yang hangat, mudah bergaul. Namun sekarang sikapnya menjadi sedikit dingin. Dirinya tidak akan mengeluarkan suara jika itu tidaklah penting.
Jimin berusaha memperbaiki diri, berharap jika dirinya bisa kembali membina rumah tangga dengan Yura. Membayangkan keluarga kecilnya bersama Yura dan buah hatinya. Jimin bahkan menerawang jauh, jika dirinya tidak menceraikan Yura pastilah dirinya saat ini sudah mendengar rengekan Yura jika dirinya tak memenuhi acara mengidamnya.
Membayangkannya saja sudah cukup membuat hati Jimin pilu, bibirnya menyunggingkan senyum, tapi tidak dengan hatinya yang sakit.
"Maafkan aku Yura, aku tahu sakitmu lebih dari ini ketika bersamaku. Tapi satu yang harus kau tahu, aku disini benar benar menyesal dan menginginkanmu kembali. Walau itu tak mudah karna Yoongi hyung pasti akan melarangmu, aku ingin membina rumah tangga yang indah bersamamu dan anak kita. Adakah kesempatan itu untukku?" gumam Jimin saat dirinya menatap foto pernikahan mereka dulu, air mata itu tak dapat dicegah.
Jimin tak memungkiri jika dirinya kini merasa rapuh dan kehilangan. Jimin berniat untuk mengunjungi Yura, tapi Dia sedikit takut jika Yura tak ingin lagi bertemu dengannya.
Tapi Jimin tak perduli jika Yura mau atau tidak bertemu dengannya, yang terpenting dirinya sudah menunjukkan bukti seriusnya pada Yoongi, terlebih kepada Yura.
Jimin juga berencana untuk memberitahukan kepada Ayah dan Ibunya tentang perlakuan buruknya dulu pada Yura, Jimin sudah siap menanggung segala resikonya. Entah apa yang akan dilakukan Ayahnya, jika tahu dirinya sendirilah yang membuat ulah memfitnah Yura.
***
Jimin benar benar bertekad untuk menemui Yura, sepulang kampus Jimin langsung melajukan mobilnya menuju apartmen Yoongi. Setelah sampai Jimin tidak langsung turun, beberapa menit berdiam diri dimobil dan meyakinkan diri agar tenang dan tidak gugup.
Jimin perlahan melangkahkan kakinya menuju apartemen Yoongi dan menekan sandinya, namun pintu itu tak mau terbuka setelah beberapa kali Jimin mencobanya.
"Ternyata sudah diganti" ucapnya seorang diri di depan pintu masuk apartmen Yoongi.
Dengan agak sedikit ragu Jimin menekan bel yang tersedia disamping pintu, dan untuk beberapa saat menunggu dengan perasaan berdebar dan gelisah.
Ternyata yang membuka pintu adalah Yoongi, sang kakak dari mantan istrinya. Yoongi langsung menarik kerah baju Jimin, dan memberikan tatapan tajamnya.
"Ada apa kau kemari? Mau buat kekacauan lagi? Hah?" tanya Yoongi to the point.
"Aku kesini mau bertemu Yura, hyung" Japan Jimin tanpa berusaha melepaskan cengkraman Yoongi.
"Apa aku tak salah dengar? Kau mau menemui adikku? Apa kekasihmu itu sedang menghianatimu, lalu kau berfikir jika adikku akan kembali lagi padamu setelah apa yang kau lakukan? Jangan bermimpi, Park Jimin" ejek Yoongi.
"Aku memang berniat mengajak Yura untuk kembali hyung, tapi aku tahu itu pasti tidak mudah. Ku mohoh hyung, beri aku kesempatan kedua" mohon Jimin, sambil menggenggam tangan Yoongi yang masih berada di kerah bajunya.
"Tidak akan" jawab Yoongi.
Didalam, merasa Yoongi terlalu lama membukakan pintu untuk seseorang yang tadi menekan bel, Yura pun penasaran dengan siapa yang datang. Yura dengan perlahan menggerakkan tangannya memutar roda pada kursi rodanya.
Perlahan membawa kursi roda itu menuju luar, dan betapa kagetnya ia melihat Yoongi yang mencengkram kerah baju Jimin dengan tatapan amarah.
Yura mendekati dua manusia yang masih saling bertautan itu, Yura memanggil oppanya dengan lirih berharap oppanya akan melepaskan cengkraman kuat di baju Jimin.
"Oppa" panggil Yura lirih.
Seketika dua manusia itu menoleh ke belakang dan mendapati Yura, Jimin terkejut dengan keadaan Yura yang duduk di kursi roda. Sedangkan Yoongi juga tak kalah terkejutnya, ketika Yura mendapati dirinya masih menyimpan dendam pada Jimin.
"Yura" panggil Jimin.
"Stop, jangan mendekat Jim" pinta Yura, saat Jimin baru ingin melangkahkan kakinya.
Seketika Jimin termangu atas penolakan yang dilakukan Yura. Yura memang masih mencintai Jimin, tapi tidak serta merta dirinya akan luluh.
"Yura" kembali Jimin bersuara.
"Tolong Jim, pergi dari sini. Aku dan oppa mau pergi dan sudah ada janji dengan Dokter kandungan" usir Yura dengan nada yang pelan.
"Apa kau mau memeriksakan Dia? Boleh aku ikut?" tanya Jimin lagi.
"Dia siapa yang kau maksud? Maaf tidak perlu" tegas Yura.
"Anakku" jawab Jimin.
"Siapa yang kau akui sebagai anak Jim?" Yura mengangkat kepalanya menghadap Jimin.
"Yang ada di perutmu" tunjuk Jimin.
"Dia anakku, dan sejak kapan kau mengakuinya. Pergilah dan tidur, mungkin kau masih mengantuk sehingga kau datang kesini dan bicara ngelantur" sarkas Yura.
"Walaupun kau membenciku, ingatlah Yura Dia juga anakku" tegas Jimin.
"Pergi" teriak Yura.
Dengan berat hati akhirnya Jimin pun pergi dari kediaman Yoongi. Dirinya tak ingin memperkeruh suasana hati Yura, dan membiarkan Yura untuk meredamkan emosinya lebih dulu.
Bersambung..
Vote 😍

KAMU SEDANG MEMBACA
I Love You My Husband
RomanceKisah Choi Yura yang dinikahkan dengan Park Jimin karna suatu insiden yang menimpa Ayah Yura serta Ayah Jimin. Pernikahan keduanya tidak pernah di inginkan Jimin dan juga Ibu Jimin, lain hal dengan Ayah Jimin. Justru Ayah Jiminlah yang sangat berse...