Oh iya, buat kalian yang masih di bawah umur. Mohon jangan baca part ini, karna mengandung bahasa fulgar yang tak enak di baca. Kalo gak suka tinggal minggat aja, dari pada komen yang bikin gak enak di hati.
Sekian makasih.
Happy reading.......
"Tadi kamu udah beresin baju kita berdua? Kata kakek kita langsung pulang malam ini" pertanyaan dari Rafa langsung di balas anggukan oleh syifa, memang Syifa langsung membereskan bajunya dan juga Rafa. Padahal Rafa tadi pagi sudah membawa satu koper penuh baju, namun ia langsung mengeluarkan semua bajunya dan menaruhnya di pakaian lemari Syifa. Hal itu yang membuat Syifa mengerjakan nya, aneh juga kakeknya mereka. Padahal mereka semua bilang bahwa Rafa dan Syifa akan pergi besok, tapi malah di percepat malam ini
"Iya udah, udah di masukin juga di bagasi mobil. Nanti kamu jangan lupa bawa semua kado yang di kasih untuk kita, aku mau liat semuanya
*******
Saat ini Syifa dan Rafa sudah berada di dalam mobil dan menuju rumah mereka yang di belikan oleh kakek mereka, mereka mendapatkan rumah dari kakek Rafa dan juga 2mobil dari kakek Syifa. Enak ya jadi cucu kesayangan, semuanya di penuhi oleh kakeknya
Di jok belakang, sudah penuh dengan kado yang di kasih oleh teman-temannya, sepupu mereka, Tante, paman, dan Tantu saja kedua orangtua mereka. Di belakang sana sudah sangat penuh padahal sudah di masukkan kedalam plastik berukuran besar, tetap saja masih banyak saja kado mereka itu
Rafa menyetir mobilnya dengan fokus, sementara Syifa sudah mulai terpejam menikmati suasana malam yang hening ini. Rafa yang melihatnya pun tersenyum, ada kebahagiaan yang menjalar di dalam dirinya
Akhirnya setelah menempuh perjalanan hampir 40menit mereka sampai juga di rumah barunya, Rafa langsung memasukkan mobilnya ke dalam bagasi rumahnya. Ternyata di sana sudah ada satpam yang membukakan gerbang rumah untuknya
"Syif bangun! Ayo udah sampe" Rafa berucap sambil menepuk-nepuk pipi Syifa pelan, dan Syifa pun langsung membuka matanya.
"Emm, kita udah sampe? Cepet banget?" Ucap Syifa pelan sambil mengusap wajahnya itu, ia masih sedikit mengantuk
"Orang kamu tidur pas kita masih di jalan, jadi cepet lah. Yaudah ayo kita masuk, barang bawaan kita udah di bawa sama mang Ujang" memang barang mereka baru saja di bawa sama satpam yang bernama mang Ujang, satpam itu pernah bekerja di rumah lamanya dan sekarang akan bekerja di rumah barunya juga? Baiklah gak papa menurut Rafa. Itu malah bagus menurut Rafa karna ia sudah mengenal mang ujang ini
"Yaudah deh ayok!" Ucap Syifa semangat ia langsung keluar dari mobil dan berlari menuju ke dalam rumah barunya dan meninggalkan Rafa begitu saja yang sudah menunggunya untuk bangun tadi? Sungguh mengesankan sekali rafa, apakan Syifa tak sadar kalau ia masih menggunakan baju resepsi pernikahan tadi? Dengan santainya ia berlari. Apakan ia tak takut jika tiba-tiba terjatuh karna terbelit kain roknya yang begitu ketat? Rafa langsung ikut keluar dari mobil dan mengejar Syifa
Saat ia masuk kedalam Syifa sudah tak ada di ruang tamu, Rafa mencoba mencarinya di dapur ternyata dia juga tak menemukan Syifa. Rafa langsung menaiki tangga menuju lantai 2untuk memeriksa kamarnya, dan ternyata benar saja Syifa berada di dalam sana dan sedang melihat-lihat kado yang berada di dalam kantong plastik berukuran besar itu. Ia sangat asik melihat-lihat kado yang berbagai macan bentuk dan juga ukuran sampai tak menyadari kalau Rafa sudah berada di depan pintu kamar mereka

KAMU SEDANG MEMBACA
Takdir Untuk Mencintai ❤ |SLOW UPDATE|
Romance[Belum di revisi karna cerita belum tamat] Baru beberapa yang di revisi.... Cerita ini acak-acakan banyak yang belom direvisi lagi proses 17+ Cerita tentang Syifa dan Rafa yang di jodohkan oleh orang tua mereka, yah begitu dah...