Jangan lupa vote!
Happy reading..........
Pagi ini mereka masih tertidur dengan damai, karena semalam mereka terlalu capek untuk berdebat setiap kado yang di berikan untuknya berdua. Di mulai dari kado yang di berikan Jojo, Putra, Lia, dan Naya. Menjadi merembet ke semua kado yang di berikan, mereka selalu memperdebatkan hal-hal kecil.
Semalam mereka berdebat, namun pagi ini mereka sedang tidur sambil berpelukan. Seolah melupakan masalah perdebatan semalam, pagi ini mereka berpelukan seolah tak akan pernah kehilangan satu sama lain. Aneh! Namun itu juga yang di rasakan oleh Syifa dan juga rafa, mereka tak ingin memperpanjang masalah
Nyatanya di antara mereka berdua, justru Rafa duluan yang bangun dari tidurnya. Ia tersenyum sangat hangat, bagaimana tidak? Saat ia membuka mata, Syifa lah hal yang pertama di lihatnya. Dengan wajah polosnya Syifa tertidur, imut sekali menurut Rafa. Apalagi saat ini Syifa sedang memeluk tubuhnya juga, layak memakai guling.
Rafa yang gemas melihat itu pun, mencium pipi Syifa cukup lama. Sampai tak sadar bahwa sang empunya sudah terbangun dari tidurnya, dan menatap kaget kepada Rafa yang sedang mencium pipinya
"Ish! Main cium-cium aja! Mana baru bangun tidur, bau jigong kamu. Bukannya mandi malah nyium anak perawan orang! Mana pagi-pagi lagi!" Syifa sudah kesal saja, padahal ini masih pagi untuk berdebat. Ini semua salah Rafa yang sudah mencium dirinya tanpa meminta izin dulu kepada sang empunya, jadinya seperti membangunkan macan yang sedang tertidur. Namun tanggapan yang Rafa berikan adalah cengirannya yang seolah terlihat tanpa dosa
"Anak perawan orang? Kan kamu udah jadi milik aku, jadi tinggal aku perawanin aja. Ini masih pagi dan aku lagi pengen gimana?" Tanya Rafa dengan seringai devil nya, menurut Syifa seringai itu jauh lebih menakutkan di bandingkan seringai musuh-musuhnya yang selalu ingin membunuhnya. Kalau seringai yang Rafa tunjukan adalah untuk merekamnya di kasur, bukan seringai untuk membunuhnya. Apalagi di tambah kata-kata yang di tulis oleh Jojo masih terngiang jelas di otaknya, dengan sangat cepat Syifa keluar dari kekangan pelukan Rafa dan berlari menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya
"Mimpi! Kalo lagi pengen sana sama sabun aja! Disini banyak sabunnya walaupun bukan batangan" Syifa berteriak frontal dari dalam kamar mandi, yang malah membuat Rafa tertawa cukup lama. Lucu sekali tingkah Syifa di pagi hari ini, padahal ini adalah pagi pertamanya bersama sang istri
"Kok udah selesai mandinya? Cepet banget?" Tanya Rafa saat melihat Syifa sudah keluar dari kamar mandi namun belum mengganti pakaian nya, Syifa hanya mengeringkan wajahnya menggunakan handuk kecil khusus wajah. Bagaimana Rafa tak berkomentar seperti itu? Baru saja Rafa selesai menertawai tingkah lucu pagi Syifa dan ingin mengambil ponselnya untuk mengecek ada berita apa pagi ini. Namun Syifa sudah keluar dahulu dari dalam kamar mandi
"Kamu aja kebanyakan ketawa, kamu ngetawain aku kan? Ngeselin! Udah kamu mandi duluan aja sana! Cepetan gak? Kalo engga aku gigit nih!" Sepertinya benar, bahwa Rafa telah membangunkan macan yang sedang tertidur. Buktinya saja Syifa sudah mulai marah-marah dan mengancam dirinya, itu juga Karna ulahnya sendiri
"Dih kamu kdrt, nanti aku bilangin pak RT loh!" Ucap Rafa dengan santai, namun malah mengundang tatapan maut yang keluar dari mata Syifa. Rafa yang sudah mulai takut jika nanti Syifa bisa gila karena tak sanggup menghadapi sikap nya pun mengalah, Rafa berjalan menuju kamar mandi sambil berpura-pura takut terhadap tatapan Syifa. Namun sebenarnya Rafa menunduk bukannya takut, melainkan menahan tawanya supaya tak tertawa karna melihat wajah Syifa yang begitu imut ketika sedang marah apalagi dengan mode seperti itu.

KAMU SEDANG MEMBACA
Takdir Untuk Mencintai ❤ |SLOW UPDATE|
Любовные романы[Belum di revisi karna cerita belum tamat] Baru beberapa yang di revisi.... Cerita ini acak-acakan banyak yang belom direvisi lagi proses 17+ Cerita tentang Syifa dan Rafa yang di jodohkan oleh orang tua mereka, yah begitu dah...