Aroma

4 4 0
                                    

   "WOW, masih ada ya orang yang baik kayak gitu." Ujar Keyza terpana mendengar ucapan Suster barusan.
"Iya, ya. Apa apaan baik jelas-jelas dia yang nambrak aku kemarin sore di jalan dekat taman."

   "Hm, maaf." Ujar Keyza menyeringai.
"Sudahlah lupakan Jeremi, jeremi itu kita bahas saja yang lain."

Disisi lain Axian duduk dan termenung di atap rumah tua itu.

Sambil memikirkan gadis yang ia temukan di kuburan waktu itu, Ya benar itu adalah Carren wanita yang telah ia selamatkan dari kedinginan malam yang hampir membunuhnya waktu itu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sambil memikirkan gadis yang ia temukan di kuburan waktu itu, Ya benar itu adalah Carren wanita yang telah ia selamatkan dari kedinginan malam yang hampir membunuhnya waktu itu.

   "Bagaimana keadaannya? Apakah dia baik-baik saja? Ada apa denganku? Mengapa aku tiba-tiba memikirkannya? Apa terjadi sesuatu padanya?" Tanya Axian terus-menerus.
"Aku sangat penasaran, sebaiknya aku melihat keadaannya saat ini." Pikir Axian sambil mengayunkan sayapnya menuju rumah Carren.

   Axian sampai pada tempat tujuannya yaitu rumah Carren yang lebih tepatnya lagi rumah Keyza.
"Sepertinya tidak ada orang di dalam, kemana perginya Carren?" Tanya Axian lagi sambil mengintip dari balik jendela kamar Carren.
Axian mencium bau tubuh manusia yang membawanya dan menariknya ke jalan hingga menuju RS. MUTIA JAYA.

   "Mengapa aku bisa ada disini? Sepertinya aroma tubuh manusia tadi yang membawa serta menarikku kemari." Ujar Axian heran.
Axian menutup sayapnya dengan mantel yang cukup tebal sehingga memungkinkan seseorang atau manusia tidak dapat melihatnya atau mengiranya iblis.

   Axian lalu berjalan seperti manusia pada umumnya menuju kamar ICU.
"Mengapa aku terbawa kemari? Emangnya siapa yang sakit? Tidak mungkin Carren atau Lucaskan." Ujar Axian merasa aneh.
Dengan perasaannya yang tak karuan ia langsung melihat ke arah jendela yang ada di hadapannya.

   "Benar itu Carren, wanita yang telah aku selamatkan dan wanita yang pingsan beberapa kali itu. Sepertinya ia sehabis mengalami kecelakaan karena kepalanya penuh dengan kain putih yang melilit seluruh permukaan atas keningnya." Guman Axian dalam hati.
Tak pikir panjang Axian masuk begitu saja karena tarikan atau dorongan dari aroma tadi.

   "A...apa yang terjadi?!" Ujar Axian bingung.
"Hei." Ujar Axian kepada kedua wanita yang ada di depannya.
"Hei juga." Jawab Carren dan Keyza kompak.

   Tak lama kemudian Keyza pamit keluar untuk ke toilet.
"A...aku ke toilet dulu ya Carren, jaga dirimu baik-baik." Ucap Keyza melangkah memjauhi mereka berdua.
"Key!" Teriak Carren.

   "Apa yang membawamu kemari hari ini?" Tanya Carren penasaran.
"Hm? A...aku kemari di suruh Lucas menjengukmu." Jawab Axian sedikit gugup sehingga membuat jantungnya berdetak sangat cepat tidak seperti biasanya.

   "Ooh, kalau begitu silahkan duduk." Sambut Carren hangat.
"Terimakasih." Jawab Axian kepada Carren sambil berjalan menuju kursi yang berada di samping kasur Carren.

   "Oh ya, kapan kamu melihat Abangku? Dan dimana dia sekarang?" Tanya Carren yang membuat Axian terkejut dan linglung tak karuan.
Axian menutup matanya perlahan, dan melihat dimana situasi Lucas sekarang berada. Kemudian membuka matanya kembali.

   "Tidak usah takut santai saja, aku cuma menanyakan ini aja kok." Sambung Carren menjelaskan sambil menatap Axian di sampingnya.
"Ja...jangan menatapku dengan tatapan seperti itu." Ujar Axian sambil mengarahkan pandangannya ke arah lain.
"Oke." Jawab Carren singkat.

   "Sekarang Abangmu dia lagi kerja di salah satu cucian mobil, kalau tidak salah namanya AUTO PRICE." Jawab Axian kembali menatap Carren.
"Ooh, ternyata dia seorang pekerja keras juga ya. Baru kali ini dia bekerja di tempat seperti itu, biasanya dia sangat enggan untuk kesana." Jawab Carren kepada Axian yang menatapnya sedari tadi.

***************************************Nantikan kisah selanjutnya...
Terimakasih

DEVIL MAN AND SEAL BOXTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang