TARAAA!! SURSURIPRISEE...
Aku bisa update nichhh, (meski telat :< )
Sebenernya aku tu pengen updet kemaren cuy,
TAPII
ketiduran (hehe)
Maapkeun author ya, kan author ini juga manusya (hOHohO)
Meski telat, semoga kalian suka dan enjoyy
Jangan lupa vote sama commentnya,
Lope You Tomathh All
***
"Nanti pulang, bareng aku kan?" tanya Rayn saat berjalan di lorong menuju kelas, Sheren mengangkat bahunya sebagai bentuk jawaban, "Aku anggap itu jawaban iya," respon Rayn yang membuat Sheren melotot ke arah pria itu, dongkol rasanya. Setelah itu mereka berpisah di depan kelas Rayn, karena memang kelas Sheren letaknya berada setelah kelas Rayn.
Setelah menjalani lebih dari setengah hari di sekolah. Akhirnya bel sekolah berbunyi, banyak siswa maupun siswi langsung berlarian keluar kelas, seakan sedang berbalap ria siapa yang sampai ke rumah lebih awal. Sherin mendekati meja kembarannya dengan muka masam, "Heh, suka banget sih ninggalin aku," protes Sherin yang membuat kembarannya tertawa, "Salah sendiri kayak kebo!" Sheren berdiri dari kursinya, hendak meninggalkan kelas,
"Kamunya aja yang terlalu bersemangat, siapa sih cowo yang bikin kamu tergila-gila?" tanya Sherin yang membuat langkah kakaknya terhenti, "Kamu tau aku dijemput seseorang?" Sheren balik bertanya, ia kini telah menghadap ke arah Sherin, sial adiknya itu malah tertawa, "Ahaa... Jangan-jangan kamu pacaran sembunyi-sembunyi kan, makanya mencoba menghindariku," tebak Sherin dengan gayanya yang centil, membuat kakaknya itu menatap jijik, "Enak aja, ga!" Sheren membalikkan badannya, memunggungi adiknya itu, "Calon kan..." ucap Sherin yang entah mengapa membuat Sheren tersenyum, ah kenapa ini terjadi. Kepalanya sudah menyiapkan kata-kata balasan, namun kenapa yang terukir malah senyuman di bibirnya, ia tak bisa mengucapkan apapun.
Sheren memutuskan melanjutkan langkahnya untuk pergi keluar kelas, ia mengabaikan adiknya itu dan berjalan dengan tergesa-gesa, ia tak mau Sherin melihat senyuman tipis di wajahnya itu. Baru beberapa langkah, gadis itu tiba-tiba berhenti, "Nanti aku pulang ga bareng kamu," ucap Sheren tanpa menoleh, lalu pergi begitu saja. "Ah mau pulang bareng calon tuh, awas aja kalau besok jadian ga cerita-cerita!" gumam Sherin yang lalu juga pergi meninggalkan kelas.
"Rayn mana?" tanya Sheren pada salah satu teman Rayn yang masih berada di kelas, "Dia tadi pesen, katanya disuruh ke parkiran aja langsung. Tadi Rayn buru-buru pergi sama anak basket, mau ngurus persyaratan lomba," jawab temannya itu yang lalu dibalas dengan anggukan dan ucapan terimakasih dari Sheren, lalu gadis itu pergi ke parkiran, namun ia tidak mendapati siapapun. Gadis itu memutuskan untuk menunggu Rayn di kantin, selain bisa duduk dan makan, kantin memang dekat dengan parkiran jadi dia bisa dengan mudah mengenali Rayn jika cowo itu ada disana.
Sementara itu, sebelum Sheren sampai di tempat parkir. Rayn menunggu di motornya, wajahnya terlihat cemas, takut jika Sheren tidak tahu jika dirinya menunggu di parkiran. "Rayn, nungguin siapa nih?" tanya Sherin dengan sumringah, kebetulan dia lewat. "Ah enggak, kamu belum pulang? Udah sepi lho sekolah," tanya Rayn dengan tawa gusarnya, Sherin menggeleng,
"Tadi ada urusan bentar, Rayn anterin aku dong!" pinta gadis itu dengan senyum mengembang di wajahnya, Rayn tampak berpikir bagaimana cara menolak gadis ini, "Rayn.. gamau ya? Padahal katamu tadi ga nunggu siapa-siapa kan," Sherin cemberut karena respon Rayn, "Eh, bukan gitu Rin, tapi–," Rayn mengurungkan ucapannya, ia masih mempertimbangkan sesuatu, "Ah yaudah, aku pulang dulu, maaf kalau ganggu," ucap Sherin yang sedaritadi menunggu sambungan dari ucapan Rayn, gadis itu lalu pergi menjauh.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Story Of 2 Twins
RomanceSalah satu gadis kembar ini harus mundur meraih cinta demi yang lainnya. Hubungan yang semula lekat menjadi renggang karena ego. Perjalanan cinta kedua gadis kembar yang tanpa sengaja mencintai sosok laki laki yang sama Akan menciptakan pertemuan...