4=> Stare at Each Other

48 20 0
                                    

Terimakasih sudah mampir🤗

"Lyn, Elyn!," Nesa dengan usahanya menyikut pelan lengan kanan Evelyn yg di letakkan di atas meja sebagai bantalan kepala untuk tidurnya.

"Lyn, liat deh, gue risih tau," ucap Nesa dengan suara pelan, wajahnya di dekatkan ke telinga Evelyn.

"Apaan sih Nes?! nggak ada guru juga," Evelyn sedikit luluh untuk menanggapi Nesa, tapi tetap tanpa pergerakan, kepalanya masih menghadap kanan kearah dinding. Posisi kepalanya membelakangi Nesa.

Nesa memberengut, "bukan itu, Lyn! Lo tau cowok siswa baru tadi?"

"nggak"

"issshh, asal lo tau, dia ngeliat ke sini dari tadi." Nesa di buat kesal dengan tanggapan singkat Evelyn.

"liat lo kali"

"Heh, mana mungkin liat gue. Orang dari tadi dia liatin lo, dari sebelum istirahat." Walaupun bukan Nesa yang di pandangi sedari tadi oleh siswa itu, tetap saja dia yang duduk dekat dengan Evelyn juga merasa risih.

"....."

"Lyn, lo budek ya?" kesal, sangat kesal. Itu yang dirasakan Nesa saat ini. Nesa termasuk orang sabar tingkat atas. Terbukti dengan dia yg bisa bertahan dengan dinginnya seorang Evelyn. Tapi tetap saja, bohong jika Nesa tidak kesal dengan sifat teman dari kecilnya ini.

"gue denger Nes, gue nggak budek dan gue nggak peduli."

"ish, Evelyn Bramasta! lo nyebelin banget," Nesa berakhir pergi, meninggalkan Evelyn dengan tidurnya.

"........"

*

*

*

*

*

Jam istirahat. Seharusnya jadi saat untuk mengisi bagian yang kosong dari tubuh. Sejak sebelum bel berbunyi sampai saat ini, 8 menit berlalu dan beberapa menit lagi istirahat selesai, tapi pandangannya masih tetap terpaku pada satu sudut dari kelas ini.

perasaan apa ini?....

Seorang Vernandi dengan rasa penasaran yang entah kenapa malah semakin membuncah.

Begitu keras usahanya menolak ajakan ke kantin oleh tiga gadis yang--entahlah sangat menor menurutnya. Siapa lagi kalau bukan putri pamer, itulah yang vernand dengar dari Tristan, teman sebangkunya.

Dia merelakan waktu istirahatnya hanya untuk memandangi sosok gadis yang saat ini masih saja nyaman dengan posisi tidurnya. Setelah sesi perkenalan sampai saat ini masih dalam posisi yang sama. "apa dia tidak merasa pegal?" tanya Vernand dalam hati.


Seorang gadis yang duduk di samping Evelyn terlihat membicarakan sesuatu dengan sorot mata seperti mengarah pada Vernand, ia menyadarinya dan seketika wajah gadis itu berubah kesal lalu melangkah pergi menjauh dari tubuh yang tetap saja diam. Gadis itu menghilang di balik pintu.

Inilah saatnya...

Vernandi sengaja menunggu saat seperti ini, hanya ada mereka berdua.

Bukan---bukan untuk macam macam.

BadGirl Be GoodGirlTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang