Bagian 10

23 7 0
                                    

 Haii
Selamat membaca :)


                       .          🌻

"PAMAN!!! MANA PENERORNYA MANA??" Teriak Yura sambil menggoyang-goyangkan lengan Dino yang duduk tenang sedang memandang layar komputernya.

Yura diacuhkan, Dino mengalihkan tatapannya ke arah Eyri sambil tersenyum tipis membuat Eyri yang ditatap sedemikian rupa menjadi binggung.
"Eyri coba kesini, sayang." Panggilnya melambaikan tangan menyuruh Eyri berdiri di sampingnya.

Eyri berjalan menurut, diikuti oleh tiga sahabatnya yang lain.


"Eyri, mana pesawat kertas semuanya? Paman mau liat, boleh?" Dino mengulurkan tangannya kepada Eyri ingin melihat pesawat kertas itu.

Eyri meringis, "udah gak ada paman, cuma sisa dua lagi, yang dua lainnya udah Eyri buang." Cengirnya membuat para sahabatnya murka.

"APA? ADA EMPAT??" Teriak para sahabatnya kompak, mereka semua terkejut karena teror pesawat kertas yang mereka ketahui cuma ada dua. Eyri tidak menceritakan jika teror itu sudah empat kali dilakukan untuk hari ini saja.

Cengiran terganti menjadi ringisan, Eyri menatap mereka yang melotot marah kepadanya.

Dino bertanya kembali,  "pesawat kertas pertama, kamu temuin dimana?" Kini, Dino sudah fokus menatap layar komputernya lagi.

Sebelum Eyri menjawab, Yura menyela lebih dulu penuh emosional, "katanya sih di toilet. Eh, serius deh ya, kalo ketemu sama aku udah lebih dulu aku bikin jadi perkedel orang  yang gak ada kerjaan kayak gitu!" Omelnya menggebu-gebu.

"Isi yang pertama kamu tau?" Tanya Dino pada ponakannya, Yura.

Yura mengangguk,
"Tau lah! Ew menjengkelkan!"

Dino menggeleng geli, "bisa kamu kasih tau paman apa isi suratnya?"

Yura mengangguk antusias sambil menceritakan isi teror pertama pada Dino.

Dino mengangguk-angguk mendengarkan.
"Oke, itu yang pertama. Yang kedua kamu tau dapat dimana?" Tanyanya lagi pada Yura.

Yura mengeleng sebal,

"Disembunyiin dari kita semua kok," Helia menyindir.

"Bodoh." Tambah Lingga yang membuat Eyri makin terhenyak.

Eyri jadi tak enak, "Yang kedua pas mau ke kantin, tapi pesawatnya udah aku buang ke tempat sampah." Eyri mengaku jujur, memandang para sahabatnya yang membuang muka, marah.

"Isinya? Bisa paman tau?"

Eyri menjelaskan, para sahabatnya mengeram kesal kepada Eyri maupun kepada sang peneror.

"Idih! Sok pintar banget! Selly udah nggak sabar pengen liat orangnya, mau Selly ajak main," Balasan Selly membuat Dino tertawa sedangkan para sahabatnya yang lain mengangguk menyetujui kecuali Eyri.

"Kalian ini ada-ada aja," balas Dino disisa tawanya melihat kelakuan para gadis ini yang sudah dianggapnya ponakan semua.
"Terus Eyri, pesawat ketiga kamu dapat dimana? Isinya apa?" Lanjut Dino lagi mengintrogasi.

"Yang ketiga waktu pulang sekolah, waktu Eyri keluar kelas, tiba-tiba ada pesawat yang jatoh lagi, Eyri ambil terus Eyri baca."

"Isinya apa?"

Prince? And Princess. -> Slow Update.Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang