Back to moomin!!! Bukan back to school
Hanya ingin sedikit curhat memberi keluhan, moomin ingin bebas,
LOCKDOWN,
OTAK JUGA IKUTAN LOCKDOWNLOCKDOWN = UANG JAJAN MENGHILANG, KUOTA MULAI SEKARAT, PINTER NGGAK GOBL*OK IYA
_______________________________________
Kalian terlalu sibuk mendengarkan cerita haechan dan
Tanpa tau apa yang telah terjadi, bahwa pernikahan renjun dan jaemin telah dilaksanakan.Sekali lagi renjun kecewa lebih tepatnya binggung, hanya karena ketidaktahuan orang tua mereka terhadap apa yang terjadi di belakang, namun renjun tak bisa menyalahkan orang tuanya, mereka tidak tahu
mereka tidak tahu apa yang terjadi dibalik realita, karena mereka telah ber-ekspetasi lebih pada pemuda berambut pinkish yang baru saja memasuki kamar yang sama dengan renjun
Omong omong pernikahan dan resepsi mereka dilakukan dalam satu hari yang sama maka dari itu jam 12 lebih baru acara tersebut benar benar selesai
"ah, ini akan canggung lu bisa pakai toiletnya duluan" ucap jaemin lalu kembali menutup pintu kamar hotel tersebut, meninggalkan renjun yang masih menatap pintu bingung
"ada apa dengannya?" tanya renjun tak bertuju
mereka tak pulang dan menginap di hotel tempat acara diselenggarakan -suruhan orang tua mereka- dan lagi mereka juga memang sudah lelah
Renjun bangkit mengambil handuk untuk mandi, badannya sudah sangat lengket dan ingin segera mengistirahatkan tubuh mungilnya itu
.
.
.
.Disisi lain, seseorang yang baru saja meninggalkan loby hotel dan berjalan menuju taman samping yang disediakan oleh pihak hotel sebagai fasilitas, dan duduk di salah satu bangku taman
"apa yang harus gua lakukan?" tanya jaemin lebih pada dirinya sendiri, tangannya beralih memegang dadanya tempat jantungnya berada
"ada apa hah?" tanyanya pada jantungnya
Semenjak seseorang yang baru saja mengucapkan janji seumur hidup dengannya, berjalan pada altar bersama ayahnya dan seseorang yang baru saja ia temui dikamar hotel sedang duduk dengan koper disebelahnya,
jantung jaemin tak mau berhenti berdetak cepat, sampai seorang wanita mendatanginya dan duduk di sampingnya, menyenderkan kepalanya pada dada bidang jaemin
.
.
.
.- jaemin
"hina-ya, ada apa hmm?" tanya gua pada seorang wanita yang kini sedang gua elus surainya
Jantungnya masih berdetak cepat untuk seorang hina 'mungkin karena saat itu gua nervous' batin gua, melupakan masalah detak jantung yang tadinya bertalu kencang
"tidak ada apa apa, aku begini karena mungkin nanti aku tidak akan bisa seperti ini lagi denganmu oppa" jawabnya pelan, tak ada yang salah dari ucapan hina-nya namun dapat menyentil ginjal jaemin. g
Namun dapat mencubit kecil hati jaemin.
.
.
."lho, kenapa hina? Kita tetap bisa seperti ini, jaeminmu ini masih tetap untukmu" ucap jaemin "tidak, tidak akan bisa dan tidak akan mungkin jaemin-ah"
"aku tidak akan tega menyakiti perasaan renjun oppa, dia sudah sangat baik padaku, oppa taukan aku bukanlah anak kandung dari keluarga huang, dan renjun oppa yang membuatku sangat diterima dengan baik oleh xiaojun oppa, sepupu dan saudara hina yang lain" ucap hina penuh akan ketulusan namun tak meninggalkan rasa sakit yang mendalam

KAMU SEDANG MEMBACA
hope | ( jaemin x renjun)《END》
FanfictionApakah gua harus menambahkan kata "less" dalam judulnya? _____________________________________ hanya sedikit kisah tentang aku, sebuah benci dan sedikit cinta yang menghasilkan sejuta harapan. _____________________________ Bahasa baku non-baku (?)...