Saat ini jam menunjukan pukul 15.50 dan aku baru saja selesai menunaikan sholat Ashar ku, setelah dari Masjid aku pun berjalan menyusuri koridor kampus menuju parkiran tapi tiba-tiba hp ku berdering saat ku lihat yang menelphone adalah Ibuku dengan ragu ku mengangkatnya.
Ibu calling..
📞"Assalamualaikum Buk"
"Waalaikumsalam, Hey Husna kamu gak mau pulang betah sekali kau disana"
"Bukannya Ibu dan Bapak tidak mengharapkan Husna pulang"
"kau sudah berani berbicra seperti itu ke Ibumu ya, apa ini yang di ajarkan di pesantren mu itu"
"Husna cepat pulang kamu, sudah lulus bukannya pulang bantu Bapak dan Ibu mu disini betah sekali kau disana"
"maaf Pak Buk, Abah memanggil Assalamualaikum "
📞
Aku menangis dan berlari dari koridor kanpus, berharap cepat sampai di parkiran dan menangis di dalam mobil tapi tiba-tiba.
Bruk!
"astagfirullah,, Afwan ana tak sengaja"ucap ku membereskan tumpukan buku itu dan memberikannya kembali ke seseorang yang menabrak ku tanpa melihatnya.
Aku berlari kembali menuju mobil di dalam mobil aku hanya bisa menangis seraya menunggu Jaki yang jam fakulnya belum selesai, saat aku melihat Jaki yang mendekat ke arah mobil aku pun menghapus air mataku dan berusah bersikap normal.
"mau langsung pulang? "tanya Jaki tanpa menatapku.
"gak, kita ke toko buku dulu ada Buku yang ku cari bisa kan? "tanya ku tanpa menatap.
"oke siap"
Mobil pun keluar dari parkiran dan menuju ke toko buku terbesar di daerah jakarta yang Jaki tau, setelah sampai di Toko Buku Gunung agung di daerah kebayoran lama jakarta selatan.
Aku masuk ke dalam toko buku ntah kenapa badmood ku langsung hilang seketika saat melihat beberapa Buku-buku yang tersusun rapih, aku pun langsung mencari Buku yang ku butuhkan.
2 jam aku berada di toko buku dan Aku pun memutuskan untuk pulang karna jam sudah menunjukan akan pukul 6, saat ku keluar dari toko buku nata ku langsung tertuju pada Jaki yang sedang meminum di dekat mobil.
"sudah selesai? "tanyanya menatapku.
"sudah oh ya Jaki kalau bisa minum itu sambil duduk, makan pun"ucap ku sebelum masuk kedalam mobil.
Mobil pun melaju menuju rumah tapi tak keburu azan magrib, akhirnya aku pun meminta Jaki mencari Mushola atau Masjid terdekat.
Aku menunaikan sholat magribku, setelah selesai dan saat aku akan menuju tempat di mana sepatu ku berada tiba-tiba,
Brukk!
'Astagfirullah alazim, kedua kalinya aku menabrak seseorang hari ini'ucap ku dalam hati
"Afwan, Ana tidak sengaja"ucap ku dan langsung berlalu meninggalkan orang itu.
Aku mengusap lengan lu yang sakit karna menabrak lengan orang yang ku tabrak,
"kamu gpp? "tanya Jaki.Aku menatapnya sekilas dan menunduk lagi,
"Aku lihat kamu jatuh tadi, kamu gpp? ""gpp, yuk pulang"
Aku dan Jaki pun masuk ke dalam mobil dan melajukan perjalanan pulang, sampainya di rumah aku langsung duduk di ruang tengah tiba-tiba Mbak muncul dari arah tangga.
"Husna kamu sudah pulang? "tanya Mbak mendekat ke arahku.
"iya Mbak baru ajh"jawab ku mencium tangannya
"ada apa? "tanya Mbak kepadaku membuat ku menatapnya.
"gpp Mbak, Mas mana kok gak keliatan? "tanyaku balik kepada Mbak Indah yang duduk di sebelahku.
"Mas pergi ke Amsterdam tadi siang"ucap Mbak membuat ku kaget menatapnya.
"amsterdam, ngapain Mbak? "
"ada urusan mungkin selama 1 minggu, kamu ada apa Mbak tau ada yang kamu fikirin"ucapnya membuat ku diam sejenak dan menatapnya
"ini tentang Ibu dan Bapak Mbak, mereka tau aku sudah keluar dari pesantren dan tadi Bapak menelphone meminta untuk pulang tapi aku menolak"ucapku menceritakan pembicaraan ku dengan Ibu tadi.
"aku tau mbak Gimana situasi saat aku pulang nanti, aku gak mau masuk ke rumah yang penuh kesakitan untuk ku Mbak aku gak mau kesana lagi"ucap ku kepada Mbak Indah yang menatapku.
"tapi kamu harus pulang, Mbak akan antar tapi nanti ya setelah Mas pulang"ucapMbak membuat ku menatapnya.
"tapi Mbak"
"gak ada tapi Husna, sudah masuk kamar kalau belum sholat magrib sholat dulu habis itu turun untuk makan malam"ucap Mbak serata berdiri.
"siap Mbak, oh ya Caca mana Mbak? "tanyaku mencari bocah ceria itu.
"Caca dirumah Omahnya katanya lagi rindu sama adiknya Mas"jawab Mbak membuat ku menganggukan kepalaku.
..
Hari dimana Mas dan Mbak sudah memutuskan untuk ke Malang, kerumah ku tepatnya sejujurnya aku tak ingin kembli kesana walau hanya sebentar karna aku sudah tau gimana reaksi mereka jika aku pulang.
Dan benar saja hal yang kufikirkan benar terjadi kepulangan ku bukan lah keinginan mereka, bahkan mereka berhasil membuat hatiku Hancur berkeping-keping.
Mas dan Mbak memutuskan untuk mampir ke hotel karna waktu sudah sangat larut, saat ini jam menunjukan pukul 23.45 dan mata ku tak mau terpejam bahkan air mata ku selalu ingin mengeluarkan airnya aku berjalan menuju jendela hotel dan membukanya rembulan malam ini sangat bercahaya.
"baiklah saya sudah faham dan sudah jelas, tapi saya tekan kan disini jika kalian sudah menyetujui putri kalian pergi dari rumah ini dan ikut kami ke jakarta kalian harus siap ditinggal pergi sama anak kalian selama yang Husna mau, saya tidak akan mengizinkan Husna kesini jika itu bukan kemauan dari dirinya sendiri ada apapun masalah jangan pernah libatkan Husna karna dia akan masuk keluarga saya"ucap Mas Arsyil
"oke deal tapi saya pun punya syarat"ucap Bapak
"apa? Ajukan apapun yang kalian mau tapi saya ingin di atas kertas tertanda tangan antara saya dan Bapak dan saksi semua orang bagaimana? "
"oke deal"
Kejadian tadi sore terus berputar di fikiran ku dan itu yang membuat aku tidak bisa berhenti menangis, semua kejadian itu sangat ku ingat.
"hahaha 150 juta, yakin segitu? Saya bahkan bisa memberikan lebih saya baru menemui ada ya, orang tua seperti kalian yang seperti menjual anaknya sendiri"ucap Mas
"dek Maaf jika cara Mas salah tapi Mbak juga Mas sudah terlanjut menyayangimu sebagai adik, Mas serahkan semua kamu jika kamu memang mau ikut dengan Mas mari kita pulang bersama tapi jika kamu ingin disini dengan berat hati Mas dan Mbak melepas kamu"ucap Mas
Bapak melepasku dengan uang, bahkan Ibu tak sedikit pun membelaku Hati ku benar benar Hancur karna Aku seerti di jual oleh Bapak ku sendiri hanya karna uang.
Kejadian itu sangat berbekas di hatiku, ntah bagaimana aku membangkitkan semangat ku kembali, ntah bagaimana aku bisa mengobati luka hatiku karna keluargaku sendiri.
'Yarabb aku tau jika engkau memberikan ku masalah berarti engkau percaya bahwa aku bisa menyelesaikan nya, dan Aku pun percaya di balik masalah yang engkau berikan kepadaku ada Hikmah yang besar untuk kehidupan ku di masa depan, tapi Yarabb jika kalau aku boleh meminta satu hal saat ini Aku ingin meminta obati luka hatiku dan berikan kemudahan bagiku untuk melewati ini semua'ucap ku dalan hati.
☁️

KAMU SEDANG MEMBACA
MY LIFE ( ON GOING )
Romance🌜 My Life🌛 بسم اللله الرحمن الر حيم وَعَسَىٰ أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَعَسَىٰ أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ ۗ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ "Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik b...