Langit siang itu masih secerah siang-siang sebelumnya.
Matahari muncul di antara awan-awan tipis yang bertebaran. Sinarnya yang sampai ke bumi tak terlalu menyilaukan. Chan sendiri tak terganggu sama sekali ketika ia berlari penuh semangat ke rumah keabuan yang terletak di serong kiri rumahnya. Rumah keabuan milik Yeeun.
Dengan senyumnya yang lebar dan diikuti lesung pipi yang tercetak, Chan menekan bel pintu rumah Yeeun begitu dirinya tiba. Chan melongok ke jendela hanya untuk menemukan Deokmi Ajhumma yang berjalan ke arah pintu. Sesaat kemudian pintu terbuka dan Chan disambut dengan senyum hangat Deokmi Ajhumma.
"Annyeonghaseyo, Deokmi Ajhumma!" Chan sedikit membungkukkan tubuhnya ketika mengucapkan salam pada Deokmi Ajhumma.
"Oh, Bang Chan? Mau main sama Yeeun, ya?"
Chan menganggukkan kepalanya.
"Masuklah, Yeeun ada di ruang tengah seperti biasa."
Pintu rumah keabuan itu dibuka semakin lebar. Deokmi Ajhumma melipir, mempersilahkan Chan masuk. Tak mau berlama-lama, Chan segera memasuki rumah keabuan yang sudah tak asing lagi baginya. Rumah keabuan itu bagai rumah keduanya.
Begitu sampai di ruang tengah, Chan mendapati Yeeun yang terduduk di sofas sedang menikmati acara kartun berkarakter penguin yang ditayangkan di televisinya. Chan melebarkan senyumnya ketika langkahnya semakin mendekat pada anak perempuan itu.
"Annyeong, Yeeun-ah!" sapa Chan. Senyum masih setia bertengger di wajahnya ketika ia melambaikan tangan di hadapan anak perempuan yang langsung menatapnya kesal.
"Minggir! Kamu nutupin kartun aku, tahu enggak?!"
Chan tersentak ketika Yeeun membalas sapaannya dengan nada tinggi. Chan menoleh ke belakang, setelah sadar bahwa ia menutupi tontonan, Chan langsung melipir dan mendudukkan dirinya di sisi kosong sofa yang Yeeun tempati sembari mengumandangkan, "Maaf..."
"Kukira kamu enggak datang tadinya."
"Kamu nungguin aku?"
Sesaat Chan dapat melihat ekspresi terkejut Yeeun ketika mendengar pertanyaannya. Namun sesaat kemudian, anak perempuan itu berdecak, "Siapa juga yang nungguin kamu? Aku malah senang kalau kamu beneran enggak datang."
"Kemarin 'kan aku udah janji, makanya hari ini aku datang. Ya ... meski lebih siang sih."
Yeeun tampak tak peduli dengan alasan Chan yang hari ini memang datang lebih lama dari biasanya. Ia memilih fokus pada layar televisinya yang masih menampilkan kartun berkarakter penguin tanpa memiliki niat untuk melirik ke arah Chan yang masih terus mengoceh.
"Yeeun, hari ini main ke lapangan, yuk?" ajak Chan, "Aku sudah naruh treasure box-ku di sana."
"Enggak mau."
"Kenapa? Padahal di sana ramai, loh. Aku juga mau ngenalin kamu sama teman-teman aku."
"Aku enggak mau, aku benci lapangan!"
Chan menghela napas kecewa. Bocah kelahiran Australia itu mengerucutkan bibirnya. Ia kemudian menarik tangan Yeeun hingga tubuh anak perempuan itu terputar ke arahnya. Chan menunjukkan wajah memelas terbaiknya agar Yeeun mau menyetujui ajakannya pergi ke lapangan kali ini.
"Please ..."
Yeeun menarik tangannya dan kembali ke posisi semula. Namun, Chan tak menyerah begitu saja. Ia berjongkok ke hadapan Yeeun dan terus merayu anak perempuan itu. Beberapa menit kemudian usaha Chan berhasil. Karena setelah helaan napas jengah terdengar, Yeeun berujar, "Tapi jangan lama-lama, ya?"

KAMU SEDANG MEMBACA
Stand by Me - Stray Kids Fanfiction
FanficChan hanya mempunyai satu keinginan. Yaitu tidak datang terlambat. Karena dia ingin ada di sisi gadisnya sampai akhir. Stray Kids' Bang Chan × Park Yeeun (oc) Dell, 2020