Chan mengenakan kaos cokelat muda dan celana pendek dengan warna yang lebih tua ketika menekan bel pintu rumah Yeeun.
Seperti biasa, Chan akan melongok ke jendela sembari menunggu pintu dibuka. Namun yang tidak biasa Sabtu pagi ini ialah Chan tak menemukan Deokmi Ajhumma yang membuka pintu. Chan justru menemukan Yeeun yang lakukan itu. Sontak saja Chan ulas senyumnya yang begitu lebar.
Terhitung memang sudah tiga hari Chan tidak bermain dengan anak perempuan itu. Karena tiga hari terakhir ini Yeeun menolak kehadiran Chan. Kadang anak itu akan berteriak penuh amarah saat Deokmi Ajhumma membukakan pintu untuk Chan. Kadang juga anak itu berlari hanya untuk menutup pintu rumahnya dengan keras tepat di depan wajah Chan yang baru akan menyapanya.
Chan tak tahu kenapa Yeeun menolak kehadirannya sampai seperti itu. Padahal biasanya anak perempuan itu hanya akan memberengut dan tetap membiarkan Chan memasuki rumahnya. Pun sebelumnya anak perempuan itu mengatakan bahwa ia tak punya dendam dengan Chan.
Yang Chan tahu, selama tiga hari terakhir itu mata Yeeun selalu terlihat membengkak dan memerah. Chan pikir; mungkin karena ayahnya yang kembali pergi bekerja dan tak menepati janjinya untuk pergi ke pantai.
Apapun itu yang jelas hari ini Chan bisa bernapas lega karena mata Yeeun terlihat baik-baik saja. Anak perempuan itu juga tidak terlihat akan mengusirnya seperti hari-hari sebelumnya.
"Annyeong, Yeeun-ah!"
Maka Chan menyapanya tanpa ragu. Senyum lebarnya masih setia menghiasi wajah diikuti lesung pipi yang tercetak indah. Ia melambaikan satu tangannya seperti yang biasa ia lakukan ketika menyapa.
"Mau apa kesini?" tanya Yeeun yang tak memiliki niat untuk balas sapaan Chan.
"Mau ajak kamu ke pantai."
Untuk beberapa saat anak perempuan itu terdiam karena terkejut mendengar ajakan tersebut. Chan bahkan mampu menangkap gurat senang di wajah Yeeun ketika mendengar kata pantai. Namun bukannya mendapat anggukan sebagai jawaban, Chan justru mendapat gelengan dari si anak perempuan.
"Oh, ayolah ... Mama sama Papa aku setuju kok ngajak kamu ke pantai."
Chan terus membujuk sementara Yeeun mencuri-curi pandangan ke halaman rumah Chan dimana Tuan dan Nyonya Bang sibuk memasukkan beberapa barang ke dalam mobil.
"Lagian aku juga enggak tahu pantai di Korea itu kayak apa, makanya aku ajak kamu ke sana," sekali lagi Chan merayu si anak perempuan.
"Semua pantai 'kan sama saja."
Chan mengerucutkan bibirnya kemudian menggelengkan kepala, "Enggaklah, pasti ada bedanya."
"Apa bedanya?"
"Ya enggak tahu, makanya aku ajak kamu buat lihat bedanya apa."
Yeeun memutar bola matanya mendengar ucapan Chan barusan. Bocah Bang satu itu tampaknya memiliki seribu satu kalimat bujuk-rayu dalam kepalanya. Dia tak pernah kehabisan kata-kata untuk merayu seseorang agar menyetujui ajakannya. Dan Yeeun sungguh tak menyangka perkembangan bahasa Korea si bocah Bang bisa sepesat itu untuk urusan bujuk-rayu.
"Pleaseu ..."
Maka Yeeun tak mungkin bisa menolak ajakannya. "Aku ganti baju dulu."

KAMU SEDANG MEMBACA
Stand by Me - Stray Kids Fanfiction
FanficChan hanya mempunyai satu keinginan. Yaitu tidak datang terlambat. Karena dia ingin ada di sisi gadisnya sampai akhir. Stray Kids' Bang Chan × Park Yeeun (oc) Dell, 2020