Keluarga Abdullah #01| Masa lalu Yang Membingungkan*

875 21 0
                                    

*Jangan lupa untuk VOTE DAN COMMENT YA! Dan terimakasih sudah berpartisipasi dalam mengembangkan cerita ini!
.
.
.
.
.
.
.

" Aku Istikharah dulu ya! "

🌿🌿🌿
.
.
.
.
.

Puluhan tahun Silam

Hari ini adalah hari yang biasa saja bagi gadis cantik berjilbab itu,dia masih seperti hari-hari biasanya saja. Tetapi kata Umminya hari ini akan ada tamu yang datang,makannya di kediaman gadis itu sedang banyak sekali kegiatan.

Tetapi gadis itu masih tetap di Mushola kecil di rumahnya,menyetor hafalan kepada Abinya. Karena itu sudah menjadi kebiasaan bagi dia,Abi,dan Umminya.

" Kak! Hari ini tidak ada jam kuliah? " Tanya Abinya setelah setoran pertama selesai.

" Sebenarnya ada Abi,tetapi tadi kakak baru dapat kabar jika hari ini semua mata kuliah kosong,karena para dosen sedang ada rapat besar! " Jawabnya.

" Ya sudah,setelah ini kakak bantu Ummi lalu kalau sudah di suruh Ummi untuk siap-siap maka kakak laksana ya! " Ucap Abinya

" Baik Abi! " Dan setelahnya dia mencium tangan sang Abi,dan berjalan keluar menuju ke dapur.

Rumah sang gadis itu hanya satu lantai,tetapi begitu luas. Ada perkarangan rumah,taman,kebun kecil,lalu rumahnya juga di lengkapi dengan 5 tempat tidur dan kamar mandi dalam,lalu kamar mandi luar,dapur,ruang makan gabung dengan ruang keluarga,ruang tamu,teras,dan yang terpenting di lengkapi dengan Mushola kecil di dalamnya.

Masyaallah rumah idaman banget kan? Apalagi dengan figura foto keharmonisan keluarga itu, kaligrafi Arab yang menyejukkan mata,lalu lantunan ayat suci Al Qur'an dari Handphone dan di speaker sungguh menyejukkan hati.

Apalagi dengan cat rumah berwarna hijau muda dan putih terlihat segar,karena warna hijau bagi mereka itu warna alam yang enak di pandang.

" Ummi ada yang bisa Kakak bantu? " Tanya gadis itu

" Ada kak,tolong kakak cuci semua sayur itu lalu di potong sedang ya! Lalu setelah itu dimasak buat jadi sup,kakak bisa kan? " Tanya Ummi nya

" Insyaallah Ummi! " Jawab gadis itu.

" Ya sudah sekarang laksanakan " Ucap Ummi nya dan dibalas anggukan kepala oleh gadis itu.

Memasak adalah hobi nya,dan itu sudah menjadi suatu kegiatan wajib ketika dia tidak ada jam kuliah,apalagi di rumah ini tidak ada asisten rumah tangga.

" Ummi adek bisa bantu apa? " Tanya seorang gadis lagi.

" Adek tolong rapikan meja makan,lalu rapikan bunga-bunga itu dan di tata di vas ya! " Jawab Ummi nya

" Baik Ummi! " Seru si gadis dan setelahnya pergi meninggalkan dapur menuju ke ruang makan.

Dia adalah anak ke dua,berarti dia adalah adik dari gadis manis yang sedang mencuci sayuran itu.

" Ummi buah-buahan itu di cuci lalu mau dibuat apa? " Tanya gadis itu.

" Di potong-potong ya kak,mau Ummi buat lutis! " Jawab Ummi nya dan dibalas anggukan kepala olehnya.

Oh ya dari tadi kita membicarakan kegiatan yang ada di rumah itu,tetapi tidak tahu siapa saja penghuni dari kediaman indah nan asri itu.

Makanya dari itu saya perkenalkan mereka satu persatu,dari sang kepala rumah tangga yang sedang membantu membersihkan dan merapikan ruang tamu dan ruang keluarga.

Nama beliau adalah Ustadz. Nizam Al Sa'ad beliau adalah seorang dosen dan juga seorang pengusaha,buka pengusaha kaya yang perusahaannya ada di mana-mana.

Hanya seorang pengusaha yang memiliki sebuah pabrik makanan ringan,dan juga pabrik pakaian. Beliau juga seorang guru mengaji,kata muridnya beliau adalah sosok yang tegas dan sabar.

Dan beliau juga sering mengisi acara kajian agama bersama dengan teman-temannya,beliau juga jago memasak,tetapi kalau di rumah pekerjaannya ya sebagai kepala rumah tangga,suami,dan juga ayah.

Lalu, sekarang kita lanjutkan dengan sosok wanita dewasa, yang sedang membuat kue di dapur bersama dengan putrinya itu.

Nama beliau adalah Ny. Lafiza Al Sa'ad beliau memang tidak bergelar Ustadzah,karena beliau tidak pernah mau. Karena bagi beliau gelar itu pantas untuk orang yang benar-benar mengerti agama.

Sedangkan dia? Kadang kalau lagi capek sholat pun harus di tegur oleh sang suami,pekerjaan beliau adalah sebagai ibu rumahtangga,dan juga pemilik toko kue yang berada di depan rumahnya itu.

Dan beliau juga sesekali ikut sang suami pergi ke pabrik untuk mengecek usaha yang digelutinya​itu. Bagi Ny. Lafiza hidup tidak perlu kaya yang penting cukup.

Lalu sekarang aku perkenalan 2 bersaudara yang sedang fokus menyelesaikan pekerjaan mereka masing-masing,tetapi sebelum itu ada sosok yang sedang semangat sekali membawa buah satu keranjang di bawa masuk ke dalam rumah itu.

" Ya Allah! Apa itu yang adek bawa? " Tanya Ny. Lafiza

" Eh Ummi,adek bawa buah dari kebun! Kan katanya ada tamu,la makanya adek bawa buah buat buah tangan! " Jawab sigadis mungil itu,dialah anak ketiga dari pasangan manusia dewasa yang sedang menggelengkan kepalanya itu.

" Ya sudah,kalau begitu adek bawa itu ke dapur cuci sendiri,karena kakak sedang memasak! " Ucap Umminya itu

" Baik Ummi! " Jawab si gadis itu






🌿🌿🌿

Assalamualaikum! Mohon maaf kalau ada typo ya! Syukron! Wassalamu'alaikum!

Selanjutnya.....

© Keluarga Abdullah

Mohon maaf ya, keluarga Abdullah memang saya unpub sementara. Karena sedang dalam masa revisi,dan juga perbaikan alur!

KELUARGA ABDULLAH ✔️Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang