Aku berjalan menyusuri sekolah.
sekolah yang cukup ternama di daerah ini, aku mengedarkan pandangan ke sekeliling. mencari seseorang.Tumben si Alita belum berangkat?
Tanyaku dalam hati"Dor!"
Ucap seseorang mengagetkanku dan memegang bahuku, sontak aku menoleh kearahnya dan tepat sekali Alita berada dibelakangku dengan sebuah cengiran aneh dibibirnya ,
Aku mengerecutkan bibirku kesal .Dia tertawa
"Alita ih, lo bisa ga sih? Sehari gausah ngagetin gue?"
"Haha .lagian lo lucu kalo lagi kaget gitu" ucapnya dan tertawa renyah tanpa beban
"Udahlah maafin gue ya, ayo kekelas keburu bel masuk"ucapnya lagi seraya menarik tanganku
Untung temen!
#class
"Hai teman ku semua!!,dua bidadari datang nih." Ucap Alita alay sambil melambai lambaikan tangan seperti seoarang modelAku disampingnya hanya menggeleng.
Mereka mendengus,tanpa menoleh ke arah suara itu berasal .
Mereka sudah terbiasa mendapat teriakan seperti ini setiap pagi"Berisik!"ucap Sony melihat Alita dengan tatapan permusuhan
"Sewot aja lo! Merk Hp"ucap Alita dengan tampang yang bagi siapapun ingin mencekik nya .
"Anjir, wakakaka"
"Gila"
"Mampus lo son"
"Sumpah si Alita"
Seisi kelas meramaikan suasana .Sony dengan tampang marahnya menjambak rambut Alita
"Lo ya..""Woy bu Sri dateng!"
Belum sempat si sony meneruskan kalimatnya bu sri datang .Aku segera duduk ke bangku ku yang bersebelahan dengan tembok dan tentunya si Alita .
"May ,tuker tempat dong"
Aku hanya memutar bola mata tak memperdulikannya"Ayolah may! Lo tega sama gue ,ntar gue diapa apain sama si gila ini gimana?"ucap Alita dengan puppy eyesnya
Ah ,hampir setiap hari selalu saja seperti ini .
Aku juga tak bisa setega itu membiarkan Alita duduk dibangkunya yang notabe nya adalah sampingan dengan si Sony ini .Aku berdiri dan kita pun bertukar tempat dan mataku beralih menatap si Sony .
"Lo ngapain sih may .mau aja!" Ucap si Sony padaku
"Biar gak RIBUT!"ucapku.
Si Alita disampingku tersenyum puas .
#pulang
"Alita! Lo pulang bareng gue!"teriak SonyAku hanya bisa menggeleng kan kepala .dan segera keluar menuju dari kelas dengan Vano
"Lo dijemput may?" Tanya vano
"Iya nih udah di gerbang"jawabku sambil melihat hp dan terdapat wa dari papa .
"Kapan ya kita bisa pulang bareng?trus makan gitu?"tanyanya sambil menerawang .
seketika ku dongakkan kepalaku melihat kearahnya
pandangannya lurus kedepan"Lo tau sendiri kan van? Gimana sikap papa gue ke gue yang notabenya adalah anak satu satunya .gue dibolehin temen cowok aja untung"ucapku bermonolog
Ya memang seperti itu ..
Papa ku sangat over kalau sudah tentang masalah cowok"Hmm yaudah,gue ke parkiran dulu" ucapnya seraya meninggalkanku berjalan sendirian menuju gerbang sekolah
memang tempat parkir dan gerbang sekolah berbeda arah"Papaaa"ucapku ketika melihat papa berdiri di depan pintu sedang mengobrol dengan seseorang seketika menoleh kearahku dan tersenyum hangat
"Eh ada pak Bagus"ucapku dan tersenyum
"Hmm.yaudah pak .saya pamit dulu ,mari"ucap papa
Aku segera masuk ke mobil
Tak heran jika ayahku begitu akrab dengan pak Bagus yang notabenya adalah kepala sekolah di sekolah ini
karena papa adalah salah satu donatur di sekolah iniYa itu papa ku
Bukan aku
Jadi apa yang harus dibanggakan?
Siswa di sekolah pun tak ada yang tahu"Sayang, kita ke kantor dulu ya? Papa ada urusan sebentar disana "
Aku hanya mengangguk meng-iyakan#kantor
Disini lah
di tempat inilah aku bertemu dengannya untuk yang pertama kali ,kedua kali dan seterusnyaKalau menurut kalian dia adalah rekan kerja papaku?
Tentu saja tidakAku pernah bertanya pada papa tentang siapa dia
"Dia namanya Faus. Fausetya Aditya ,orangnya cerdas , bijak ,bicaranya banyak tapi sopan , dia yang paling gercep diantara temen yang lain, dia disini cuma buat tugas kuliahnya"Papa sempat heran kenapa aku bertanya tentangnya.
akan tetapi seakan mengerti,
Papa tak pernah membahas tentang nya lagi .***
Uy uy!!
Vote and coment!
Aku maksa!

KAMU SEDANG MEMBACA
Stalker Misterius Boy
Teen Fiction"Aku.."ucapku pelan "Bukankah rindu itu akan hilang jika sudah bertemu?" Jleb! Seakan akan dia mengatakan padaku "sudah terobati kan rindunya? Yaudah gausah ganggu aku lagi" Aku hanya bisa tersenyum dan berusaha mengumpulkan sekuat tenaga ku untuk...