"Jun? Ngapain lo? Ngeliatin siape sih?"
"Yohan hyung, Sa. Manis banget deh." Eunsang melihat kearah lapangan dimana sekumpulan anggota club taekwondo sedang berlatih lalu menatap sahabatnya lagi, "Lah? Kalo manis ya di datengin, ngapain lo sembunyi di semak-semak?"
"Nggak mau." Eunsang semakin bingung mendengar jawaban Junho, "Lah ngapain? Kalian kan udah kenal deket." Junho menatap Eunsang sekilas lalu melihat kerah Yohan lagi.
"Lah anjir di cuekin gw."
Akhirnya Eunsang memutuskan untuk menemani Junho yang sedang menonton Yohan berlatih taekwondo.
"Sang! Yohan hyung buka baju astaga! Tutupin mataku Sang!" Junho mengangkat tangan Eunsang dan mengarahkan ke matanya.
"Astaga punya temen begini amat dah, udah pakek baju itu lho." Junho langsung menghempaskan tangan Eunsang cukup keras hingga tangan Eunsang membentur pot bunga cukup keras.
"Aduh! Sakit Chajun!" Junho langsung menutup mulut Eunsang dengan tangannya karena teriakkan Eunsang cukup keras.
"Kalian ngapain disini?" Junho dan Eunsang langsung mendongak saat seseorang menemukan tempat persembunyian mereka.
Eunsang dan Junho langsung berdiri dan sedikit menjaga jarak satu sama lain.
"Eh... Gyul hyung, apa kabar hyung?" Eunsang menyapa Hangyul dan memeluknya.
"Kalian ngapain njir di semak-semak? Berzina di semak-semak." Hangyul mendorong Eunsang agar menjauh darinya, Eunsang kembali ke sebelah Junho.
"Astaga hyung, ya kali gw berzina ama Juno. Juno buka baju di depan gw aja malu padahal mah sama-sama cowok." Junho langsung memukul kepala belakang Eunsang. Junho malu tapi wajahnya tetap datar seperti biasa apalagi Yohan melihat kearahnya sekarang.
"Lah trus kalian berdua ngapain heh?" Hangyul menatap Eunsang dan Junho bergantian.
"Dihukum pungut daun, hyung."
"Lu ngomong daritadi gak berbobot, Sang. Heran gw, serah kalian aja dah." Hangyul berjalan meninggalkan Eunsang dan Junho.
"Eh-eh Jun... Yohan hyung kesini." Eunsang memukul-mukul Junho berkali-kali, "Sakit, Sang!"
"Eh? Kalian ngapain disini?" Junho yang tadinya bertengkar dengan Eunsang langsung memasang wajah datarnya saat mendengarkan suara favoritnya.
"Nunggu senja, hyung." Junho menoleh kearah Eunsang dengan tatapan memohon.
"Lah ngapain? Ini kan masih siang."
"Kalau udah sore gak nunggu senja, hyung."
"Hah? Apa sih sang?"
"Kalau udah sore namanya liat senja bukan nunggu lagi soalnya senjanya udah muncul."
Junho langsung menutup mulut Eunsang sambil membacakan mantra di telinga Eunsang hingga membuat Eunsang pura-pura membeku.
"Lah? Sang? Kenapa?" Yohan melambaikan tangannya di depan wajah Eunsang.
"Maaf hyung, kayaknya Eunsang kelamaan sahabatan sama Juno deh." Eunsang langsung menoleh kearah Junho yang berbicara seperti itu.
Eunsang langsung berlutut sambil memeluk kaki Junho, "Jun! Jangan gitu! Jangan tinggalin Esa sendirian! Esa masih belum bisa jalan sendiri untuk menggapai cita-cita." Junho menunduk menatap sahabatnya miris.
Eunsang yang merasa tidak mendapat respon dari Junho langsung melepaskan pelukannya di kaki Junho dan mendongak, Junho langsung berjalan meninggalkan Eunsang setelah Eunsang melepaskan kakinya.

KAMU SEDANG MEMBACA
For Who? (Junsang) (Hiatus)
Fanfic"Kamu cuman satu-satunya untukku." "Lo ngomong ke siapa? Ke gw atau ke hyung?" ⛔Bahasa non baku