Disinilah mereka, tiduran di atas sofabed. Mingyu hanya menyetel film.
Setelah menenangkan sang roommate, mereka pun pindah ke ruang TV. Mingyu menyetel film di tv sedangkan mereka berdua tiduran sambil berselimut.
Wonwoo menikmati perkataan-perkataan Mingyu yang menjelaskan tentang berbagai hal yang terjadi di film itu karena Wonwoo belum menonton film pertamanya.
Mereka sengaja menonton film itu agar Mingyu sedikit tidak mempedulikan yang ada di sekitarnya. Dalam hatinya, Wonwoo masih menunggu kapan Mingyu akan berbicara. Tentang dirinya. Tentang diri seorang Kim Mingyu.
"Aku tahu aku sedang memperlambat pikiranku, hyung. Aku.. aku hanya bingung darimana memulainya."
"Tidak perlu memaksakan diri. Jika kau belum siap, tidak apa-apa. Kita masih ada waktu."
"No. No. Aku harus mengatakannya sekarang."
"Baiklah. Aku akan mendengarkan."Mereka pun berhadapan. Dengan tenang Wonwoo menatap Mingyu yang bibirnya tergagap.
"Aku.." Mingyu menggelengkan kepalanya. "Ah. Langsung saja."
"Nenekku adalah seorang shaman. Ia menjadi perantara antara warga dengan arwah yang mereka tuju.
Ketika ayahku 15 tahun, ada arwah yang diminta seorang warga, tanpa kita tahu, arwah yang dituju ternyata sudah jatuh dalam genggaman roh jahat. Dan ia mulai menyerang warga setiap malam. Itulah kenapa setiap malam warga disini akan berada di rumah mereka dan melakukan kegiatan bersama. Karena mereka menyerang yang berkegiatan diluar, terlebih yang sendirian. Orang-orang yang kena, dijadikan bawahan mereka, dibawah pengaruh mereka.
Kalau kau ingat yang menyerang pada malam itu... dialah roh jahatnya. Dan dia membutuhkan wadah yang "kuat". Itulah kenapa ia mengincar keturunan nenekku."
"Tunggu. Mereka mengincar keluargamu?"
"Iya. Awalnya, mereka mengincar ayahku, tapi gagal karena nenek menjaganya. Ketika aku berumur 11 tahun, nenek membawaku ke tempat ritual. Aku tidak mengingat apa yang nenek lakukan pada saat itu. Tidak lama setelah itu, nenek meninggal. Pada malam itu, warga tiba-tiba saja merasa aman, tidak ada gangguan yang aneh. Karenanya, kami pikir, semua sedang menyerang nenekku. Tidak ada luka di tubuh nenek.Saat itu aku memang tidak paham, tapi kupikir, itu aneh.
Beberapa tahun kemudian... aku mulai mendapat mimpi yang menakutkan. Semua berhubungan dengan roh roh jahat. Lalu aku dapat melihat sesuatu yang lain, saat itu aku tidak bisa membedakannya. Dan kucoba katakan itu pada Ayah. Dan Ayah ternyata memberitahukanku beberapa hal juga bagaimana cara membedakan manusia dengan roh."
"Apakah ayahmu sama sepertimu?"
"Dia tidak pernah mendapat gangguan atau penglihatan itu. Aku tidak tahu mengapa. Tapi ayah mendapat pengetahuan itu dari nenek, dan nenek belum sempat mengungkapkannya padaku.Awalnya, aku merasa aman-aman saja, hingga suatu waktu, aku pulang sekolah... dan roh jahat itu menyapaku, mengatakan bahwa keluargaku sudah disebar."
Mingyu menutup mata dan sedikit menggigit bibirnya, ingin menahan air mata yang akan mengalir. Karena ia tahu, perkataan-perkataannya selanjutnya bisa membangkitkan memori masa kecilnya itu.
Wonwoo menggenggam tangan Mingyu, ia juga mengelus pipi Mingyu, mencoba menenangkannya dari pikiran-pikiran itu. Mingyu berdiam nyaman dengan sentuhan Wonwoo. Ketika ia membuka mata, matanya mulai berkaca-kaca.
"Mereka menyakiti keluargaku satu persatu... di depan mataku. Pertama adikku. Mereka menyerang berlaku tidak senonoh pada adikku... hiks.. Ini menjijikkan. Tidak seharusnya adikku diperlakukan demikian."
"Mingyu."
"Dan Adikku meninggal karena kesakitan.."Wonwoo membawa Mingyu kepangkuannya dan mendekapnya. Tangannya yang satu setia mengelus punggung Mingyu, dan Mingyu menggenggam erat tangannya yang satunya.
"Lalu mereka menyetubuhi dan melukai tubuh ibuku. Arghh.. Aku membenci diriku sendiri karena tidak bisa menolong ibuku."
"Ada apa denganmu saat itu? Mereka menahanmu?"Mingyu merespon dengan anggukan kecilnya.
"Mereka menutup penglihatan dan pendengaran, jadi ibu dan adikku tidak bisa melihatku. Teriakanku juga sia-sia karena mereka tidak akan mendengarnya.
Lalu ayahku... mereka memang tidak bisa menutup mata dan telinga ayahku, tapi mereka tetap bisa melukainya. Mereka memukuli dan menendangi tubuh ayahku.
Aku tidak begitu mendengar apa yang mereka bicarakan dengan ayahku... Tapi ketika aku berteriak untuk menghentikan mereka, mereka mulai menyerangku dengan alat-alat tajam. Hingga tubuhku lemas, ayahku memberontak dan membawaku ke pelukannya. Dan... mereka menusuk jantung ayahku. Aku hanya bisa menangis sampai pada akhirnya aku pingsan."
"Mingyu.. Maafkan aku.."
"Tidak, hyung.. Untuk apa kau meminta maaf? Ini bukan salahmu."
"Tetap saja...""Jika aku boleh tanya, bagaimana keadaanmu setelah itu, Gyu?"
"Aku.. Aku baru sadar beberapa bulan kemudian. Ryu noona dan keluarganya merawatku selama aku dalam keadaan koma. Sejak saat aku kembali sadar, pertemuan dan komunikasiku dengan para roh terjadi lebih intens. Beberapa kali roh jahat itu mengangguku hanya agar aku bunuh diri sehingga mereka bisa menggunakanku sebagai wadah.Karena itu, aku mencoba masuk asrama saat kuliah... Aku ingin meninggalkan suasana kota ini. Berharap mereka tidak lagi menggangguku. Tapi aku salah. Mereka mengikutiku. Mereka mengganggu orang-orang yang sekamar denganku. Mereka sempat hampir mengganggu teman-temanku jika saja aku tidak menanamkan segel pada tubuh mereka."
"Segel?"
Mingyu baru sadar pada apa yang barusan ia katakan.
"Ah. Itu bukan apa-apa."
"Mingyu. Kau tahu aku akan mengejarmu untuk itu bukan?"Tidak ada yang Mingyu lakukan selain pasrah.
"Aku menanam segel pada teman-temanku ketika awal-awal kami dekat. Aku menanam segel pada teman-temannu ketika kita di villa..."
"Bagaimana denganku?"
"Tidak ada. Aku tidak melakukan apa-apa padamu. Entah kenapa, aku tidak merasakan bahwa aku harus menanam segel padamu."
"Sebenarnya, segel itu untuk apa?"
"Agar mereka para roh jahat tidak mengambil teman-teman untuk menjadi wadah baru. Jika mereka berhasil menghancurkan segel, energi roh teman-teman akan cukup kuat untuk dijadikan wadah.""Kalau begitu, aku wadah yang mudah?"
"Itu.. entahlah.. Hyung.. Aku tidak mengerti tentangmu!"Wonwoo cukup tersentak dengan bentakan Mingyu. Mingyu saat ini mengacak-acak rambutnya sendiri dan menutupi wajahnya dengan kedua tangan.
"Dan ini aneh..."
"Apa maksudmu?"
"Kau aneh, hyung... Atau aku yang aneh?"
"Mingyu."
"Saat bersamamu, rasanya seperti kau adalah segelnya, hyung. Kau bisa membuatku tidak mempedulikan keadaan sekitarku. Meskipun memang tidak menghentikan mereka, tapi kau mengalihkan perhatianku dari mereka. Kau bahkan mau dan mampu melawan mereka saat itu.""Serius.. Wonwoo hyung.. Sebenarnya kau ini siapa? Kau itu.. apa?"

KAMU SEDANG MEMBACA
⏸️The Boy || MEANIE (WONGYU) | IDN ver.
ParanormalWonwoo bersinggungan bahu dengan seorang laki-laki. Tanpa ada maaf, laki-laki itu meninggalkannya. "Tatapannya mengintimidasi."-Jeon Wonwoo Wonwoo hanya tidak tahu jika laki-laki itu mampu melihat "segala" hal. Cerita ini dapat mengandung: - Wonwoox...