Kok Marah?

28 7 4
                                    

Pipi Eunsang seketika memerah, jantungnya berdebar tak karuan, “Sa? Kamu kenapa? Sehat?” Tangan Junho terulur menyentuh kening Eunsang.

“Weh! Gak usah deket-deket lo.” Eunsang mendorong Junho lalu berdiri, “Lah? Aku kan cuma mau ngecek doang.”

“Gak usah, gw baik-baik aja.” Eunsang kembali mendudukkan dirinya.

Eunsang menghembuskan nafas untuk menenangkan jantungnya, “Yohan hyung ngira lo benci ama dia gara-gara wajah lo.”

Junho langsung memegang wajahnya dan menatap Eunsang bingung, “Hah? Wajahku kenapa? Aku nyeremin? Aku jelek?”

Eunsang menoleh kearah Junho, “Lu gak jelek cuman muka lu nyeremin katanya Yohan hyung.”

“Lah? Kok bisa?”

Eunsang mengelus dadanya sabar, “Jadi begini Cha bego Junho, lo bayangin aja deh... Lo dateng ke Yohan hyung trus Yohan hyung masang wajah datar, apa yang lo rasain?”

“Ya... Aku takut, takut aku ada buat salah.”

“Nah... Itu yang di rasain Yohan hyung, kalo lo suka ama Yohan hyung mending lo gercep deh Jun.”

Junho menatap Eunsang bingung, “Lah ngapain?”

“Lo tau kan kalo Yohan hyung suka ama Yuvin hyung?” Junho mengangguk, “Trus? Lo mau nunggu?”

Junho menggeleng, “Trus lo maunya gimana Chajun? Emosi gw lama-lama.”

“Ya... Dipendam Sang. Aku emang suka sama Yohan hyung, aku memang punya hak buat ungkapin perasaanku ke Yohan hyung, tapi aku nggak punya hak buat maksain perasaanya Yohan hyung. Kalau Yohan hyung bahagianya sama Yuvin hyung, aku nggak bisa apa-apa.” Junho tersenyum menatap Eunsang.

Junho tidak menunjukkan senyuman favorit Eunsang melainkan senyuman yang paling dibenci Eunsang.

Eunsang langsung berdiri dan menatap Junho jengkel, “JUN! SESEKALI LO HARUS MENTINGIN PERASAAN LO SENDIRI! LO JANGAN COBA-COBA BOHONGIN PERASAAN LO SENDIRI DI HADAPAN GW!”

Eunsang langsung berjalan pergi meninggalkan Junho yang menatapnya kebingungan.

“Lah? Kenapa Esa marah?”

.

.

.

.

.

“Sang? Masih lama nangisnya?”

Yohan memasuki kamar Eunsang, Eunsang langsung beranjak dari kasurnya dan memeluk Yohan, “Hyung... Hiks... Gak bisakah hyung bales hiks... perasaannya Juno?”

Yohan mengelus kepala adik yang sangat disayanginya itu, “Hyung, gak mungkin bales perasaanya Juno. Hyung gak sejahat itu ama lo, Sang!”

“Kalo hyung gak bales perasaannya Juno, hyung makin nyakitin aku.” Tangisan Eunsang semakin keras.

Yohan melepaskan pelukannya pada adiknya dan menatap mata adiknya lekat-lekat, “Maksud lo apa Sang?”

“Eunsang hiks... Cuman mau hiks... Junho bahagia, hyung.”

“Walaupun itu ngorbanin perasaan lo sendiri?”

Eunsang mengangguk mantap, “Iya.” Yohan menyentuh pundak adiknya dengan tangan yang sedikit bergetar.

“Kenapa lo sampe segininya?” Eunsang menunduk, “Waktuku gak banyak, hyung.”

Yohan langsung meremas pundak Eunsang, “Lo udah tau waktu lho gak banyak, harusnya lo nyatain perasaan lo ke Junho secepatnya.”

For Who? (Junsang) (Hiatus)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang