[persiapan pernikahan]

501 53 0
                                    

Dua tahun yang lalu, chanyeol dan keluarganya beneran datang ke rumah gue. Chanyeol dengan hati-hati mengutarakan niat baiknya ke mamih papih. Namun setelah semua yang terjadi, mamih berusaha untuk lebih hati-hati dan tidak terburu-buru mengambil keputusan. mamih meminta untuk gue dan chanyeol agar tunangan dulu saja, mengenai pernikahan, mamih ingin pernikahan di adakan saat gue sudah lulus kuliah.
Keputusan mamih disetujui oleh chanyeol dan orangtuanya.

Hubungan gue dapat dibilang berjalan dengan lancar hingga dimana gue berhasil menyandang predikat sarjana psikologi. Chanyeol sangat amat membantu dalam proses penyelesaian skripsi gue, jadi beban gue gak terlalu begitu berat. Chanyeol adalah support system terbaik gue.

Persiapan pernikahan gue dan chanyeol sudah hampir selesai. Ngomong ngomong soal calon suami gue itu, chanyeol sudah tidak bekerja sebagai dosen lagi. Dia lebih memilih fokus memimpin perusahaan nya.

Dia jadi jauh lebih sibuk dan jarang punya waktu buat gue.
Hampir semua urusan pernikahan gue yang atur. Dia memberi pengertian ke gue, dia bilang dia kerja keras akhir akhir ini adalah untuk mengejar cuti honeymoon. Agar ia bisa mengambil cuti lebih panjang dan menghabiskan waktunya lebih lama bersama gue.

Gue berusaha memahami, karena kalau dia dapat cuti panjang kan gue juga nantinya yang seneng.

Siang ini gue dan chanyeol mau quality time di apart dia. Lebih tepatnya gue mau nunjukin semua persiapan pernikahan kita.

Anyway entah kenapa gue jadi lebih feminim semenjak mau nikah. Contohnya hari ini, gue yang biasanya pakai jeans menjadi pakai dress baby blue off shoulders yang tampak manis ditubuh kecil gue.

Gue menekan password apartment chanyeol dan melenggang masuk seperti biasa. Gue melihat chanyeol yang baru keluar dari kamarnya dengan pakaian santai nya.

"Kok, gak minta aku jemput aja,hm?"

Tanyanya, tangannya menggenggam jemari gue lembut, menuntun gue untuk duduk bersamanya di sofa panjang ruang tv.

"Gak papa lagian deket juga kan, dan lagi aku tau kamu pasti capek."

Tangan gue sibuk memainkan rambutnya yang mulai panjang.
Posisinya chanyeol sedang bersandar di bahu gue, jadi gue dapat dengan mudah memainkan rambutnya.

Tak lama chanyeol mengganti posisinya menjadi berbaring di paha gue. Kepalanya ditelusukkan diperut gue, dan tangan nya memeluk pinggang gue lumayan erat.

"Kangen."

Gue tersenyum lalu mendekatkan wajah gue untuk mengecup bibir nya.
Namun saat ingin mengangkat kepala gue kembali, chanyeol menahan tengkuk gue dan semakin memperdalam ciumannya.

"Udah udah, yuk kita bahas persiapan pernikahan."

Gue menarik diri dan berusaha membuat chanyeol mengubah posisinya menjadi duduk.

"Simak baik baik ya calon suamikuh,"

Gue menyalakan ipad dan membuka galerry.

"Ini cincin nya, terus ini wedding cake nya, terus ini bucket flower nya, ini desaign tempat resepsi nya, dan ini tuxedo kamu, lalu ini wedding dress aku."

"Aku suka semuanya tapi ada satu yang gak aku suka. Ini wedding dress kamu apa gak ada yang lebih terbuka lagi? Kamu sengaja pengen pamer apa gimana?"

Cecarnya dengan nada sebal. Kumat lagi deh posesifnya.

"Gini ya bapak chanyeol, bagian mana yang terlalu terbuka sih?! Ini tuh masih wajar ya! Jangan berlebihan dehh."

Kali ini gue gak mau ngalah, Gila aja, ini gaun udah gue incer dari lama karena saking naksirnya gue sama nih gaun.

My Posesif Lecturer -PCY✨[END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang