SAAT Myungsoo mengatakan ingin mengajakku ke pantai, aku tidak pernah mengira kalau yang ia maksud adalah private beach. Wow, dia benar-benar tahu cara memerlakukan seorang aktris secantik dan seterkenalku itu bagaimana.Bau laut nan khas langsung menenangkan otakku yang tegang belakangan ini. Sudah sejak lama aku tidak mengunjungi pantai, tidak sempat. Aku sibuk dan bernapas saja terasa sulit untuk membagi waktunya, lagipula tak ada yang mau menemaniku ke pantai meskipun aku sangat ingin ke pantai. Gun mabuk laut--dia langsung pusing tiap kali melihat air laut--dan aku tidak mungkin mengajak sajangnim. Bisa-bisa aku terkena rumor dan di cap sebagai perebut suami orang. Bercanda kan? Kalau aku hendak merebut suami orang, tentu saja itu bukan sajangnim laa. Setidaknya jika kepalang dihujat, aku lebih baik merebut pria kaya raya yang uang di rekening Luar Negeri-nya sudah tak berseri lagi, yang tiap datang ke bank saldonya selalu menjadi prioritas. Sajangnim mau kentang!
"Omong-omong, tidak ada kanopi di pantai ini?" Tanyaku pada Myungsoo saat ia datang menghampiri. Tadi, Myungsoo memintaku untuk menunggu di bawah pohon palm yang teduh sementara ia mengobrol sebentar dengan seorang pria setengah baya yang aku tidak tahu siapa namanya--tadi menyapa saat Myungsoo dan Aku turun dari mobil. Aku menurut saja, selain karena tempat itu panas, nanti kalau aku dikenali bagaimana coba? Kan merepotkan.
"Mungkin karena disini hanya menyediakan cottage, lagipula kebanyakan pengunjung di sini suka berjemur, jadi tidak membutuhkan kanopi."
"Aku tidak mengerti dengan kebiasaan tanning mereka." Ucapku jujur. Dahiku yang tertutup topi pantai mengernyit, sementara pandanganku lurus menatap pantai yang super bersih dari balik kacamata hitam yang kupakai. Style ini benar-benar sudah kubayangkan sejak lama, hanya saja belum bisa kucoba karena situasi dan kondisi.
"Apa yang salah?" Myungsoo menoleh ke arahku, lalu menyelipkan jemarinya pada sela jemariku, mengajakku mengikutinya ke sebuah cottage indah yang sedikit terpisah dari cottage-cottage lainnya. Ukurannya juga sedikit lebih besar dari teman-temannya yang lain, dan tulisan "property of KM" membuatku mengernyit. Jangan katakan kalau ini milik Myungsoo pribadi?
"Ini milikmu?" Tanyaku, mengabaikan pertanyaan Myungsoo sebelumnya.
Aku tahu ya ini private beach bukan sembarang private beach. Hanya orang-orang berkantong tebal yang boleh masuk ke wilayah ini. Kalau bisa dikatakan, disini termasuk ke dalam golden area.
"Bukan, ini punya keluarga." Ucap Myungsoo. Membuka pintu cottage dan sofa nyaman langsung memenuhi penglihatanku. Tempatnya bersih, seperti dibersihkan setiap hari. "Petugas kebersihan sepertinya sudah diberitahu oleh nenekku kalau tempat ini akan di pakai." Ucap Myungsoo, seolah tahu apa yang ada dalam benakku.
Kubuka topi pantai dan kacamataku, kemudian langsung menghempas duduk pada salah satu kursi. "Nenekmu tahu kalau kita akan kesini?"
Aku tidak tahu kalau Myungsoo "anak nenek" sekali. Woah, padahal dari perawakannya dia tipikal pria yang mampu menaklukan dunia dengan sekali tatap--maksudku, bukan tipikal pria manis yang seperti itu.
"Keluargaku akan datang kesini juga."
Oh... "APA!?" Aku langsung duduk tegak. Kuratap Myungsoo horor. Sial, aku tidak salah dengar?
Myungsoo menatapku, pandangannya lurus. Lalu mengambil tempat tepat di sampingku. "Aku ingin melamarmu di depan keluargaku."
"Kau bercanda kan?"
Myungsoo menggeleng dan aku serasa ingin pingsan sekarang. Tolong, aku tidak siap jadi orang kaya mendadak...
"Kau tidak bilang-bilang," aku mengeluh. Kalau tahu aku akan dipertemukan dengan orang-orang Kimsung, aku akan lebih proper lagi. Aku hanya memakai terusan semi transparan dengan mode jaring-jaring di bagian atas--yang langsung menampilkan bikini yang kukenakan. Yaampun, nenek Myungsoo mungkin akan langsung koma jika melihat aktris idolanya tampil seksi seperti ini.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Celebrity And Her Perfect Match | MYUNGZY COUPLE
FanfictionDISCLAIMER: Cerita ini hanya fiksi belaka. Author hanya meminjam nama tokoh, tempat, dan merek untuk kebutuhan cerita. Cerita milik author, sedangkan Idol milik orang tua dan agensinya.🧡 Judul sebelumnya: Hello, "Bagaimana kalau kita berkencan?" "A...