🌜Syafakillah🌛

293 28 4
                                    

Hari ini adalah hari di mana Aku di jadwalkan 1 hari berada di kampus karna akan ada beberapa ujian untuk hari ini membuat aku ekstra belajar untuk mendapatkan nilai yang memuaskan, jam menunjukan pukul 04.00 aku pun melanjutkan belajarku setelah menunaikan sholat malam dan berTadarus.

Aku pun langsung membuka buku untuk menambahkan materi yang harus ku ingat, saat aku sedang belajar tiba-tiba hp ku berbunyi berdering nada telp.

Bang Zazhi 👨

Dengan ragu ku tarik ke atas tombol hijau dan langsung tersambung dengan yang menelphone,

📞

"Assalamualaikum dek, Masyaallah akhirnya kamu angkat juga tlp Abang"

"Waalaikumsalam, iya"

"dek Abang tau kamu sangat kecewa dengan keluarga terutama Bapak dan Ibu tapi bagaimana pun mereka orang tua kamu dek"

"Abang tau yang mereka lalukan sangat lah sakit hati dengan ini semua tapi kamu harus ercaya bahwa hati seorang Ibu pun ikut tersayat dek"

"Ibu sakit dek, Ibu sakit memikirkan kamu"

"trus gimana dengan Aku? Dengan hatiku? Bukan kan kalian sedang bahagia memiliki uang 150 juta hasil dari menjual anak kalian sendiri"

"apa kalian tidak memikirkan hatiku? Bagaimana dengan hatiku yang yang tersayat, yang seperti di tusuk oleh benda tajam saat orang tua ku sendiri menjualku kepada seseorang dengan uang"

"Abang tak bisa menjawab itu kan? Jawab bang bagaimana dengan hatiku? "

Air mataku sudah luruh dengan seketika tak ada jawaban dari sambungan tlp itu dan aku pun langsung mematikan tlpku secara sepihak, aku pun menumpahkan tangisku di atas bantal ku agar isakan suaraku tak di dengar siapapun.

📞

Jam terus berputar setelah azan subuh berkumandang aku pun dengan cepat melaksanakan kewajiban ku dan bersiap-siap untuk ke kampus karna jam ujian pertama ku adalah di jam 7 pagi, mata ku terlalu sembab untuk di perlihatkan ke semua orang yang ada Mbak dan Mas akan bertanya-tanya tentang mataku yang sembab.

Setelah melewati sarapan dan berpamitan dengan Mas juga Mbak aku pun langsung berangkat ke kampus dan tak disangka Mbak tidak melihat mata sembabku,
"maaf Hus boleh aku bertanya? "ucap Jaki saat kami berada di dalam mobil.

"ada apa? "jawabku menatapnya.

"matamu sembab, kamu habis menangis? "tanyanya membuatku kaget.

"bukan hari ini kan banyak ujian jadi aku fokus belajar dan kurang tidur itu sebabnya mataku sembab"dusta ku kepada Jaki yang langsung percaya begitu ajh.

Sampainya di kampus aku pun langsung masuk kelas ku dan berpisah dengan Jaki, setelah ujian pertama selesai dan tiba-tiba.

"hai Hus kamu sedang apa? "tanya Firdha menghampiri ku di kantin.

"hai sedang nunggu jam habis ini aku ujian"ucap ku.

"ujian sama Pak Randi ya? "

"iya, kamu juga? "

"iya dan katanya ujiannya di undur 1 minggu karna dia lagi pergi ke paris ada seminar disana katanya"ucap Firdha membuatku lemas karna aku sudah mempersiapkan semuanya.

"eh tapi kita di minta cari buku untuk bahan ujian nanti, ini bukunya"ucap Firdha memperlihatkan buku yang harus ku cari.

"oh oke deh terimakasih ya infonya kalau kamu gak kasih tau mungkin aku nunggu terus sampai nanti"ucap ku menatapnya.

MY LIFE ( ON GOING )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang