1.keputusan sudah bulat

108 5 11
                                    

Happy reading semua...

enjoy!

***

"sial"umpat Dhini saat melihat anak laki laki sekitar berumur 2-4 bulan ada didepan rumah Wella. semuanya bengong menatap bayi yang tertidur pulas di atas keranjang dengan menggunakan bedong berwarna biru malam.

sangat gemoy...

hanya itu yang ada dipikiran mereka sekarang.

"mau kita apain ni bayi?"tanya Angga sambil menggaruk tekuknya yang tidak gatal. "kita rawat aja yuk"ujar Wella dengan semangat 45.

"bapaknya sapa?emaknya sapa?,yang biayain sapa?"tanya Reno yang sudah membawa masuk bayi itu, ia takut bayi itu masuk angin karena udara tengah malam yang sudah pasti dingin.

mereka masih menatap bayi ini dengan wajah penasaran,kenapa ibunya membuatnya?sangat malang nasib anak ini.

"mau masukan kepanti asuhan aja?"

"jangan!!!"ujar Wella secepat kilat. cukup anak malang ini dibuang sekali,jangan sampai untuk yang kedua kalinya...ia tau ibunya pasti akan menolak bayi ini,tapi ia akan bersikeras untuk merawat ia dan menganggapnya seperti anak sendiri.

"gue bakal rawat anak ini. gue tau,orang tua gue bakal menolak anak ini,tapi keputusan gue udah bulat untuk merawat anak ini. cukup dia dibuang sekali, jangan untuk yang kedua kalinya"ujar Wella setelah menghela napas...

Wella mempunyai cita cita ingin membuat panti asuhan untuk anak yang dibuang orang tuanya dengan berbagai alasan, karena Wella tau rasanya dibuang oleh orang tua sendiri. Bahkan Wella sudah pernah merasakan hal itu.

Orang tua Wella memutuskan membuangnya,karena Wella lahir dengan jenis kelamin perempuan. Sedangkan di keluarganya sangat ingin anak dari ibunya lahir laki laki,jadi jika ibunya tidak membuang Wella diatas 3 bulan,ibunya tidak akan dapat harta warisan. Itu yang membuat ibunya tega kepada Wella.

Dan sekarang Wella diasuh dengan ortu angkatnya yang sangat menyayangi Wella sepenuh hati. Menganggap nya seperti anak sendiri

"Yaudah kita semua pamit pulang Well, udh malem gak enak" ujar Dhini kepada Wella. Wella membalas dengan anggukan "iya hati hati darl."ujar Wella sebelum teman temannya pergi lalu mengunci pintu rumahnya.

Wella bingung,ia tak tau bagaimana cara menafkahi anak ini. Bahkan ia masih bergantung dengan orang tua,Wella sangat yakin kedua orang tuanya tidak akan menerima anak ini dengan baik,ia tidak mau merepotkan ibu tirinya

Wella pun membawa anak itu masuk lalu merebahkan dikasur milik Wella. Wella pergi kesupermarket 24 jam buat beli popok dan susu anak itu dengan uang tabungannya, untung saja sewaktu ia pulang bayi itu masih tertidur dengan lelap

"bunda namain kamu Alvin julio yah"bisik Wella ditelinga alvin.

kamis,20/05/2020

Wella sedang memandikan baby Al pagi itu. untung saja tadi malam ia juga mampir untuk membeli buku panduan ibunda,jadi ia bisa belajar segala hal tentang bayi disitu

"eumm...baby Al udah wangi sekarang,pake baby oil dulu dong biar menambah kesan cool"ujar Wella dengan terkekeh kecil,dibalas juga dengan kekehn Alvin.

Wella menitipkan anaknya itu pada guru disekolah mereka. karena guru itu juga mempunyai panti asuhan jadi ia menitipkan Alvin kesitu. pasti Bu Reni tidak segan segan menjaga Alvin diwaktu senggangnya,kebetulan bu Reni adalah guru BK jadi tidak mengajar dikelas kelas

SEKOLAH 07;13

"eh masih disini ni bocah"ujar Dhini kepada Wella.dibalas dengan senyuman kecilnya.

MAMAH MUDA(gak lanjut karena gatau alur)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang