Drttt.... Drttt.... Drttt....
"Mmmhhh... hallo....?" Gumam Risa mengangkat panggilan ponselnya tanpa melihat siapa yang menelepon.
"Sayang kamu dimana?"
Risa langsung membuka kedua matanya lebar-lebar saat mendengar suara mamah nya. "Mamah?"
"Iya sayang, kamu pikir siapa! ahh, kamu pasti baru bangun tidur terus langsung maen angkat aja telepon mamah tanpa melihat siapa yang menghubungi kamu bukan?"
Tebakkan ibunya memang benar. "Iya mah. maaf!"
"Iya tidak apa sayang. ngomong-ngomong kamu dimana? ko nggak ada dirumah? mamah sudah pulang dari semalam, dan kata bibi juga, katanya kamu sudah tidak pulang kerumah selama satu minggu. terus kamu tinggal dimana selama mamah pergi sayang!"
Risa meremas selimut dengan erat karena khawatir. disaat ia gugup risa merasakan tangan rayen memeluknya dengan sangat erat. "Jangan gugup sayang. bilang saja kamu diapartemen aku." Rayen berbisik dengan suara serak ditelinganya. Mungkin rayen terbangun karena ia mengangkat panggilan tak terduga dari ibunya. Risa sempat ragu untuk mengatakan apa yang rayen katakan. tapi ia akhirnya menganggukan kepala dan mengatakan pada ibunya seperti apa yang dikatakan rayen.
"Selama seminggu ini aku tinggal di apartemen kak rayen mah. nanti saja aku ceritanya ketika aku pulang kemansion." Ucap risa dengan tenang. padahal jantungnya siap melompat karena rasa takut.
"Baiklah kalo begitu. yang penting kamu bisa menjaga diri kamu dengan baik. Ingat lah bahwa mamah selalu sangat sayang sama kamu. ya sudah hati-hati dijalan nya kalo kamu mau pulang ya..."
Risa menutup bibirnya rapat dengan kedua mata memanas. "Iya mah..."
KLIK... Sambungan panggilan itu pun terputus.
Ya tuhan, maafkan aku.
"Jangan menangis sayang. kita harus kuat demi dia.." Ucap rayen mengusap perut risa dengan lembut.
Rayen memeluk tubuh risa dengan erat, Risa hanya mengangguk dan menangis dalam diam.
Andai saja cinta kita tidak salah ray. Andai saja status kita masih seperti dulu dan tidak seperti ini. Aku mungkin hanya akan merasa berdosa pada mamah dan tuhan saja. tapi sekarang. bukan hanya ada mamah, dan tuhan saja dalam hidupku. Ada kamu, papah dan juga calon anak kita.Apa yang harus aku lakukan jika kamu benar-benar akan mengatakan pada mereka tentang hubungan kita ray! apa yang akan mamah dan papah pikirkan tentang kesalahan kita. apah papah akan murka! apah mamah juga akan membenciku.
Jujur aku takut rayen, aku sangat takut mereka membenci kita. bahkan pada anak kita yang baru saja aku ketahui kehadirannya. Tapi hal yang paling aku takutkan adalah kehilangan kamu. aku takut papah akan memisahkan kita secara paksa jika papah murka dengan hubungan kita ray.
Terus apa yang harus aku lakukan jika hal buruk itu benar-benar terjadi.
--------------------------------------------
"APA....."
Risa melihat papah begitu terkejut dengan ucapan yang baru saja di katakan oleh rayen dihadapan orang tua mereka. risa juga melihat mamahnya yang menangis dan memegang dadanya dengan pukulan kecil disana.
"Aku sudah mengatakan semua kebenarannya pah, mah. Maaf jika kalian merasa malu memiliki anak seperti kami.." Ucap rayen menundukan kepala nya kearah ayah dan ibu tirinya di hadapan dirinya.
Mah, Maafkan risa mah, risa benar-benar sudah menjadi anak yang durhaka untuk mamah dan papah. sekali lagi maafkan risa. Pah, risa juga minta maaf pada papah. maafkan risa.
Risa hanya mampu terdiam dalam tangis. ia hanya duduk tanpa suara dan membiarkan rayen yang mengatakan semua nya kepada orang tua mereka.
"Risa jawab papah dengan jujur nak! Apa benar semua yang sudah dikatakan rayen barusan pada kami? Kamu tidak mungkin hamil kan nak? kalian tidak mungkin membohongi kami tentang hubungan kalian selama ini di belakang kami bukan? Jika benar adanya... Apa kalian pikir kami tidak pernah ada di hidup kalian? apa kalian tidak menganggap kami ada nak??"
Risa hanya mampu menangis saat mendengar suara papah yang bertanya dengan pilu. risa juga merasa sakit hati ketika melihat tatapan tajam papah padanya seolah mengisyratkan bahwa papah sangat kecewa padanya dan juga pada rayen.
"Maafkan Risa pah...." hanya kata itu yang mampu keluar dari bibir risa. ia meremas tangan rayen dengan sangat erat.
Rayen pun menggenggam tangan risa dan menatap kekasihnya dengan pandangan penuh kasih.
Roseline semakin mengeratkan cengkramannya didada karena disana semakin terasa sesak dan ia tidak kuat lagi menahan rasa sakitnya.
Semoga kamu bahagia nak.....
BRAKKK.......
"MAMAH........"
---------------------------------------
enibahri
6-6-20.
