Matahari mulai keluar dari persembunyiannya. Menghangatkan setiap insan yang terpapar sinarnya. Pertanda pagi telah menjelang.
Hari ini, aku bangun lebih pagi dari biasanya. Bukan. Bukan karna aku tidak sabar dengan apa yang akan dilakukan Azzam pagi ini. Mungkin, karna aku memang tidak bisa tidur dengan nyenyak malam ini. Memikirkan apa yang terjadi nanti.
Jam menunjukkan pukul 06.00 WIB. Sesuai dengan yang diminta Azzam, aku berangkat pagi kali ini. Sebenarnya bukan karna itu saja, memang aku berangkat pagi agar bisa berangkat bareng bersama kakakku--Mba Nur.
Ku hirup udara pagi ini sepanjang perjalanan. Menikmati udara segar yang membuatku merasa nyaman dan damai. Memang inilah yang aku dan Mba Nur sukai jika berangkat pagi. Mengayuh sepeda dengan santai sambil menikmati perjalanan yang menyegarkan ini. Berbeda jika berangkat mepet bel masuk. Kita tergopoh-gopoh mengayuh sepeda membuat napas jadi tak beraturan. Belum lagi perjalanan dari parkiran sepeda menuju kelas yang sangat jauh itu. Selain itu, terjebak macet juga pasti akan kita alami di sepanjang jalan raya. Saling menyelinap. Semua itu dilakukan hanya agar kita tidak terlambat ke sekolah.
Tak butuh waktu lama. Hanya 5 menit kita sampai di parkiran sekolah.
Hmm tumben ngga ketemu di sini?
Iyaa, karna biasanya aku dan Azzam sering tak sengaja bertemu di sini. Meski lawan arah. Aku yang ingin menuju kelas. Sedangkan Azzam yang ingin membeli nasi.
Sepanjang perjalanan menuju kelas, kami hanya mengobrol biasa. Bercengkerama untuk menghilangkan keheningan pagi. Sesekali kami tertawa bersama. Tak apa lah, masih sepi ini kan?
Kelas masih sangat sepi. Bahkan, hanya kita yang baru sampai di sini. Kami berpisah saat masuk ke kelas masing-masing. Ku langkahkan kaki menuju mejaku. Ku edarkan pandanganku ke seisi kelas. Sepi. Sunyi. Hmm pantas saja, jam masih menunjukkan pukul 06.10 WIB.
Hmm kok Azzam belum dateng? Jadi ngga sih ngasihnya?
Aku berdiri, hendak keluar karna duduk sendirian di dalam kelas membuatku sangat bosan. Aku melihat sekitar, memang masih sepi. Hanya ada satu orang yang sedang melaksanakan sholat duha di masjid.
Aku melamun, sambil menopang dagu dengan kedua tanganku. Berdiri sendirian di luar. Sesuai pinta Azzam semalam, aku menunggu nya di luar kelas. Meski aku tak suka menunggu. Menunggu membuatku sangat kesal dan bosan bersamaan. Sekarang, yang kutunggu tak kunjung datang.
"Heyy. Ngelamun aja." Sapa Mba Nur mengangetkanku. Mengembalikanku dari lamunan yang kuciptakan.
Aku menoleh,ternyata Mba sudah berdiri di sampingku. "Ihh Mba ngagetin aja!" sewotku padanya.
"Ya abisnya ngelamun aja. Daripada ngelamun, anterin Mba aja ayok!"
"Kemana?"
"Beli tisu, ayoo dongg!"
"Hiih beli tisu aja minta dianterin."
"Ya ngga papa dong, suka-suka. Daripada ngelamun."
Aku berpikir sejenak. Bagaimana nanti kalau Azzam datang, terus ngga liat aku di kelas? Tapi aku juga mau beli tisu juga sih. Duh gimana ya? Belum selesai aku berpikir, tiba-tiba ada tangan yang menarik tanganku.
"Lama! Ayolah, jangan banyak mikir." Mba Nur langsung menarikku membuatku terpaksa melangkahkan kaki mengikutinya.
"Ih ngapain gandengan kaya gini?" Ucapku sambil melepas genggaman tangan darinya
"Huuu sama kakak sendiri aja gitu"
"Biarin!"
"Gimana nanti kalo punya pacar!?"
"Siapa juga yang mau punya pacar wlee."
"Iya kamu mah takut sama cowo." "Jangan gitu, nanti siapa yang mau deketin kamu kalo kamunya kaya gitu terus."
"Biasa aja." aku mengedikkan bahu yang dibalas dengan helaan napas dari Mba Nur.
"Mba aku juga satu tisunya." Ucapku saat kami telah sampai di kantin
"Iya, mana uangnya."
"Nih, kembali."
.
.Aku dibuat tercengang saat berhasil menaiki tangga terakhir kelas kami. Di sana, di depan kelas terdapat dua siswa sedang duduk sambil melepaskan sepatunya. Tiba-tiba seluruh tubuhku terasa panas dingin. Jantungku seperti berdetak lebih cepat dari biasanya saat tatapan mataku dengan matanya tak sengaja bertemu.
"Mba masuk duluan ya." Ucapnya ketika kita telah sampai di depan kelasnya.
Aku sampai lupa kalau aku masih berjalan beriringan dengan Mba. "Eh iya Mba." Jawabku seperti orang linglung.
Aduuh.. Gimana ini?? Langsung masuk aja apa gimana yaa?
Duuh.. Langsung masuk aja deh, pura-pura lupa aja kali ya??
Saat hendak melangkahkan kaki untuk masuk ke dalam kelas, terdengar suara seseorang yang membuatku menghentikan langkah dan berbalik ke sumber suara.
"Kemana aja? Azzam tungguin dari tadi." Tanyanya dengan tatapan mata yang... Aku sendiri tidak tau maksudnya? Orang lain bilang, tatapan suka. Mungkin.
Oh, ya ampunn. Kenapa dia harus bertanya saat ada orang lain di antara kita?
Aku tidak langsung menjawab pertanyaannya. Aku memilih melirik sekilas teman sekelas kami--Rendi. Dan benar saja, dia sedang memandang kami bergantian. "Ke kantin." Jawabku kikuk.
"Hmm. Jadi ngga nih?" Tanyanya tanpa memperdulikan sekitar.
"Terserah." Jawabku pelan sambil melangkah masuk ke dalam kelas.
Ihh. Sebel banget! Ngga liat-liat tempat kalo ngomong. Itu kan lagi ada Rendi!
Tuh kan. Tadi Si Rendi kaya curiga gitu. Ya Allah.. Semoga ngga gitu.
Tadi Mba denger ngga ya?
Semoga engga..
Tapi kalo denger gimana??
Matilah aku!
Lamunanku terhenti saat ada dua siswa masuk ke dalam kelas--Azzam dan Rendi.
Refleks aku mendongakkan kepalaku dan menatap ke depan. Saat itu juga tatapan kami kembali bertemu. Azzam tersenyum manis kepadaku. Aku balas dengan senyum yang sedikit dipaksakan. Bukan. Mungkin bukan senyum namanya, karna aku hanya mengangkat sedikit bibirku ke atas.
***
Hayy hayy semuanyaa.. ヽ(´▽`)/
Aku come back:v hehe
Maap yaa aku up malem-malem gini.
Tengah malem inimah kalo di tempatku. Yaudah, ngga papa kan?? :)Maap yaa lamaa ngga up:(
Karna emang lagi banyak banget problem. Mood juga lagi ancur terus_-Oh iyaa, part nya pendek ya??
Iyaa nih, maap yaa pendek lagi:(
Iyaa tuh mood nya masih ngambek, bad terus perasaan. Kapan happy nya?? Huhu sad banget deh.
∩(︶▽︶)∩Penasaran ngga nih Azzam mau ngasih apaan sii sebenernya??
Terus nanti bakal diterima ngga yaa sama si Syifa nya. Eh Aul maksudnya.
Lah sama ajalah, beda panggilan doang kan yaa:vPantengin teruss yaa cerita GPDSR :))
Jangan Lupa vote yaa:))
Lopyu kalian🧡.
Eh iyaa? Ini Juni ya??
Mana suaranya nih yang lahirnya di bulan Juni??
Kitaa samaa 😚
Hehe, bukan ngode kok santuy wkwk :v
Yang penting doa nya aja jangan sampe ketinggalan yaa:)
Walau kita ngga saling kenal:'Kamis, 11 Juni 2020📝

KAMU SEDANG MEMBACA
Gadis Pendiam dengan segala rasanya
Teen FictionSetiap manusia pasti mempunyai masa lalu. Tak terkecuali seorang pendiam, bahkan seorang pendiam pun mempunyai kisah cinta. Namun sayang, kisahnya begitu rumit baginya. Semua itu berawal dari grup kelas. Tak hanya rasa cinta. Sedih, kecewa, dilema...