Happy reading;)Jangan lupa tinggalkan jejak and coment.;)
*****
Suasana malam begitu sepi padahal jam baru menunjukkan pukul delapan malam.
Bintang dilangit tidak terlihat begitu bersinar malam ini begitupun dengan bulan yang tertutupi awan membuat cahayanya muncul remang-remang. Sepertinya akan turun hujan malam ini.
Alea tengah berada dibalkon kamar dengan pembatas sebagai tumpuan kedua tangannya. Menatap langit malam yang terlihat kelabu, pandangannya kosong tak tentu arah.
Perlahan Alea memejamkan matanya menikmati semilir angin malam menerpa kulit wajahnya yang halus.
Rumah terasa begitu sepi malam ini setelah kepulangan Cakra dua minggu lalu, kini kedua orangtuanya sedang tidak ada dirumah untuk menghadiri pesta pernikahan anak dari teman Alina.
Alea tidak ikut dengan alasan ada pr yang harus di kerjakan. Alih-alih kedua orangtuanya percaya dan tidak memaksa Alea untuk ikut.
Alea terpaksa berbohong kepada kedua orangtuanya, ia ingin menikmati waktu sendiri malam ini tanpa gangguan apapun.
Ucapan Ken dua hari lalu masih terngiang dibenaknya.
"Gue bingung sama perasaan gue Le. Gue emang suka ganggu lo tapi gue gak suka kalo lo deket bahkan ketawa sama cowok lain. Sedangkan sama gue? Lo selalu cuek Lea, seakan-akan gue ini emang hama di hidup lo. Setiap gua berusaha cari percakapan biar panjang, lo pasti cuma diem dan berakhir dengan kata 'oh' 'iya'. Kenapa Le?"
Alea bingung mengapa Ken mengatakan hal yang jawabannya saja Alea tidak tau.
Ia juga sering merasa jengkel dengan kelakuan Ken yang suka seenaknya saja.
Tapi, dibalik itu semua Alea merasa nyaman diganggu oleh Ken meskipun reaksi tubuhnya tidak sesuai dengan hatinya. Jantungnya berdetak kencang kala Ken berbuat manis padanya, namun reaksi tubuhnya sebaliknya, menghindar dari Ken.
Huh, Alea menghembuskan nafas pelan. Apa yang sebenarnya diinginkan oleh dirinya, dekat Keenan atau menjauh dari Keenan?
Ting.
Notif ponsel membuyarkan pikiran Alea, sejenak ia diam menatap layar ponsel yang menampilkan chat dari seorang yang tengah membuatnya bingung.
Keenan
Lea
Alea diam tidak langsung membalas chat yang dikirimkan Ken. Tak lama kemudian muncul sederet kata yang membuatnya membalas chat dari Ken.
Soal waktu itu, jangan dipikirin. Anggap aja gue gak pernah ngomong gitu sama lo
Iya
Ada apa?Baru saja Alea membalas chat dari Ken, tanpa diduga cowok itu langsung menelponnya. Alea menarik nafasnya dan berdehem pelan agar suaranya terdengar jelas.
"Gue ganggu?"
Sejenak Alea diam bukan, bukan karena pertanyaan Ken melainkan ia mendengar suara seperti stick ps yang dimainkan.
"Ada apa?"
Bukannya menjawab Alea malah menanya balik.
Diseberang sana Ken mengerutkan keningnya bingung sementara kedua tangannya masih sibuk memainkan stick ps dan kedua telinganya tersumbat earphone yang terhubung dengan Alea.

KAMU SEDANG MEMBACA
Teluk Alaska [On Going]
Teen Fiction[VOTE SEBELUM MEMBACA] [On Going] "Lo tau kenapa kita dipertemukan?" "Kenapa?" "Karena tuhan pengen tau, kita lebih memilih umatnya atau penciptanya." -Alea Cassandra -Keenan Kavindra ****** PS:Cerita ini murni dari hasil mikir aku sendiri. Mohon ma...