Kalian tahu suatu hal yang paling tidak kusukai, pasti kalian tidak tahu. Iya, karena aku belum memberitahu kalian rahasia terbesarku. Aku tidak suka dengan ingatan, apalagi ingatan itu seperti membuatku takut. Tapi, aku akan menceritakannya disini.
***
23 Mei 2012_
Hari ini sangat terik, dan matahari mulai terbenam. Tapi, aku belum mendapatkan uang hari ini. Aku terus berjalan dan mencari sesuatu agar bisa dimakan."Di sini sudah tidak ada, kemana lagi aku harus mencari" ucapku dengan keluh kesah. Saat aku berbalik aku melihat warung yang dipenuhi oleh orang yang sedang makan ataupun cuma sekedar minum teh hangat dan kopi. "Lebih baik aku pulang" kataku dan melangkah secara perlahan. Setelah beberapa langkah ada sepasang suami istri menghampiriku, "Nak, ini ambillah. Pasti kamu belum makan" kata wanita tersebut sambil menyodorkan sebuah kotak nasi. Tanpa berpikir panjang aku mengambilnya dari tangan wanita itu lalu tersenyum dan mengucapkan terima kasih, dan mengatakan bahwa aku memang belum makan dari tadi pagi. "Kalau begitu makanlah!" kata pria dari wanita itu. "Apa aku boleh membawanya pulang ?" kataku sambil menundukkan wajahku, "Tentu boleh, bagaimana kalau kami mengantarmu pulang. Ini kan juga sudah mau malam" kata wanita itu. "Iya boleh" kataku lalu memandangi wajah mereka.
Beberapa menit kemudian, aku melihat ada banyak asap dari arah tempat tinggalku dan aku langsung berlari tanpa memikirkan sepasang suami istri itu.
Sesampainya di depan rumahku, aku menangis karena rumahku sudah habis terbakar. Aku tidak memiliki siapa-siapa, hidup saja dari belas kasih orang-orang. Aku pikir sepasang suami istri itu sudah pulang, tapi ternyata mereka mengikutiku. "Nak, kamu punya keluarga?" tanya wanita itu sambil mengelus kepalaku. "Tidak!" jawabku sambil mengusap air mataku.
Mereka berdiri dan berjalan beberapa meter dariku, aku tidak tahu apa yang mereka bicarakan. Aku hanya terdiam dan memikirkan bagaimana kehidupanku selanjutnya.Sekitar lima menit, mereka kembali kepadaku. "Nak, bagaimana kalau kamu ikut kami dulu" katanya dengan nada yang menenangkan, aku masih terdiam karena tidak mengerti. "Kami akan mencarikanmu tempat tinggal, apa kamu mau?" ucap wanita itu. Aku tidak mengatakan apa-apa, dan mereka langsung membawaku ke suatu tempat yang tidak ku kenal.
***
Aku masih beruntung hari itu, karena bertemu mereka hingga hidupku yang sekarang tidak seperti dulu lagi._Bersambung_

KAMU SEDANG MEMBACA
Saling Melengkapi
Cerita PendekHidup itu tidak indah seperti yang orang lain kira. Hidup butuh perjuangan yang besar, bertahan disaat terpuruk dan bersyukur disaat bisa bangkit. Itulah prinsipku, hidupku butuh perjuangan yang besar. Aku belajar semuanya saat aku berada di dunia l...