Setelah hampir seharian perjalanan, sore harinya mereka tiba di kota Pakuwon Tugaran, tempat mereka akan melaporkan mengenai kejadian di kabuyutan Gluntung.
"kita istirahat dulu di warung, untuk mengisi perut dulu kemudian membersihkan diri, lalu sehabis itu baru kita ke Pakuwon untuk lapor" ujar Arya Wirayuda
"baiklah, mari kita cari warung makan dulu di pasar" jawab Sancoko
Begitulah mereka berempat kemudian mengarahkan kuda mereka ke pasar di kota Tugaran guna menemukan sebuah warung makan untuk mengisi perut sambil beristirahat setelah melakukan perjalanan sepanjang hari serta guna membiarkan kuda-kuda yang mereka tunggangi untuk memakan rumput dan beristirahat.
Tak berapa lama, sampailah mereka berempat ke pasar Tugaran yang sudah agak sepi karena waktu sudah sore. hanya tampak beberapa pedagang yang masih menggelar dagangan di lapak-lapak mereka.
"mari den, silahkan masuk, mau pesan apa den?" ujar pelayan warung yang mereka masuki
"kami minta nasi liwet dengan sayur lodeh dengan lauk ikan pepes Paman, kemudian minumnya wedang dawet saja" jawab Arya Wirayuda
"baik den, tunggu sebentar, silahkan duduk dulu, pesanan segera kami siapkan" balas pelayan warung.
Kemudian mereka berempat segera mencari tempat duduk yang tersedia sambil menunggu pesanan mereka tiba.
Warung yang mereka masuki sore itu merupakan sebuah warung yang cukup ramai, terlihat dari banyaknya tempat duduk yang tersisi sore itu.
Mereka berempat sengaja memilih tempat di pojok dekat dengan jendela sehingga bisa melihat suasana pasar Tugaran dari dalam warung.

KAMU SEDANG MEMBACA
Paregreg, Senjakala Wilwatikta
Historical FictionCerita fiksi sejarah ini mengambil setting masa Wilwatikta (Majapahit) pasca Hayam Wuruk mangkat yang kemudian timbullah perang saudara yang dikenal dengan Perang Paregreg Arya Wirayuda, seorang bangsawan muda, cucu dari bekas senopati perang Majapa...