*Sebelumnya aku mau ngasih tau,*
Kalo "Eyri's Story" ganti judul menjadi,
"Prince? And Princess*
Ini juga sekalian lagi revisi ya :)
🌱
Ini tentang *Princess* yang binggung akan pilihannya.
Seorang *Princess* yang tak sadar akan keindahan kualitas d...
"Ekhem, besar banget ya bonekanya. Imut gitu loh, kamu aja sampe kalah tinggi, kira-kira dia dikasih minum susu apa ya, bisa tinggi ke atas gitu, nggak kayak kamu yang nggak tinggi-tinggi?"
Komen Rita yang sedari tadi inggin mengoda anak gadisnya karena pulang-pulang membawa boneka yang sama besar dengan tubuhnya, dan R
ita yakin jika sebentar lagi Eyri akan mengamuk tidak mau digoda.
Benar saja, Eyri sudah berkaca pinggang dihadapannya sambil menunjukan muka masam sedang emosi. "Apaan sih, Mi, gak usah mulai deh. Selalu banget kalo Chani habis jalan digodain. Ini nih yang buat Chani nggak mau diajak pergi sama cowok! Malesin banget."
Eyri mendengus sinis, "tau ah, Chani ngambek sama Mami. Chani gak like! Titik. Chani janji bakal aduin Mami sama Papi biar kena marah. Rasain!"
Berbaliklah ia ingin menuju ruangan kerja Eychard, tetapi kepalanya seperti membentur sesuatu yang padat dan juga keras. Eyri meringis, mengelus-elus jidatnya yang terasa nyut-nyutan.
Eychard mengelus kepala putrinya, "kalo jalan itu ya hati-hati, jangan langsung nyelonong aja, nanti jatoh." Tegur Eychard kepada putrinya
Eyri mendongkak, ternyata ia menabrak dada bidang Papinya. Eyri jadi meringis malu, langsung minta maaf. "Maap, Chani ga sengaja."
Eychard mengangguk, "kenapa? Ada maling?"
Eyri merenggut, teringat godaan Maminya lagi. Langsung saja Eyri mengadu memasang wajah sedih, "Mami godain Chani, selalu gitu habis Chani jalan, Chani kan ga suka, Pi." Adunya manja.
Eychard mengeleng-gelengkan kepalanya.
Sedangkan Rita berdecih sinis.
Eyri yang merasa menang memeletkan lidahnya menghadap Rita.
"Udah-udah, sekarang Chani tidur ya, besok mau sekolah, sana masuk kamar." Perintah Eychard mutlak kepada anak bungsunya.
Eyri mengangguk patuh, segera berlari meninggalkan kedua orang tuanya menuju kamar di lantai dua.
Sebelum tidur, Eyri bebersih lebih dulu, menganti pakaiannya dengan piyama, lalu membersihkan wajah hingga menggosok gigi agar tidurnya nyaman malam ini.
Eyri membaringkan tubuhnya di ranjang belum berniat tidur, Eyri mengecek ponsel yang tadi cuma sekali dimainkan saat memotret Abi diam-diam. Tak ada yang spesial, hanya banyak chat dari GC sahabatnya dan nomor baru tidak dikenal.
Entah dari mana mereka mendapatkan nomor Eyri, Eyri tak perduli. Terserah mereka saja selama tidak menganggu privasinya.
Eyri membuka galerinya, melihat foto Abi yang diambilnya candid. Eyri tersenyum, ternyata kalo dilihat-lihat Abi sangat tampan, dewasa, dan berkharisma.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.