Disclaimer : Naruto belongs to Masashi Kishimoto
Pairing : ItaNaru, SasuNaru
Story by : @Tsukiseinaru
Genre : Romance, Tragedy, Konflik, Cinta Segitiga, Dendam.
Warning : Typo, yaoi, OOC, alur tidak tentu. Dan masih banyak kekurangan lainnya.
Nb : Bagi yang homophobic, di mohon untuk tidak men-judge dan menyingkir. Penulis tidak bertanggung jawab jika kalian tetap bandel membaca meskipun memiliki phobia. Okay?!
Happy reading!!
Cover bukan pemilik asli penulis, dan sifatnya hanya sebagai pemanis. Konten pict. di ambil dari app Pinterest.
.
.
.
Naruto yang masih berusia lima tahun itu di bawa pergi oleh pria asing ke kawasan padat penduduk di tengah kota Konoha.
Saat pria asing itu keluar dari wilayah kawasan elite Uchiha, hujan yang turun dengan deras sebelumnya lambat laun mulai berhenti. Masuk ke dalam sebuah toko pakaian, pria asing itu meminta Naruto untuk sejenak menunggunya di depan toko.
Seorang pramuniaga wanita datang menghampiri pria tersebut dengan senyum salesnya. Bertanya apakah ada sesuatu yang bisa dia bantu untuk melayani.
"Baju untuk anak itu." pria asing itu hanya berkata sekedarnya sambil menunjuk ke arah Naruto ketika berbicara kepada seorang pramuniaga di toko tersebut. Setelah pramuniaga itu mengundurkan diri, pria asing tersebut mulai memilih pakaian untuk dirinya yang juga basah karena air hujan.
Beruntung bahwa toko pakaian yang ia kunjungi saat ini memiliki jam operasional kerja dua puluh empat jam. Jika tidak, dia tidak akan mungkin menemukan toko pakaian yang masih buka di jam empat malam dini hari.
Setelah pramuniaga yang di minta pria itu menyiapkan beberapa set pakaian untuk Naruto dan membayarnya, pria tersebut segera meninggalkan toko membawa Naruto menuju ke sebuah hotel mewah di kawasan tidak jauh dari toko pakaian yang mereka kunjungi beberapa saat yang lalu.
"Mandi, dan pilih pakaian yang kau suka di shopping bag itu." kata pria itu setelah masuk ke dalam kamar hotel yang sudah di pesannya.
Namun Naruto bergeming di tempatnya. Dia memiringkan kepalanya untuk menatap pria asing di depannya dengan sorot matanya yang polos.
Melihat bahwa Naruto tidak bergerak dan mengikuti perintahnya, pria asing yang hendak melepaskan kemejanya itu heran.
"Ada apa? Kenapa tidak pergi ke kamar mandi?"
"Bukankah kau mengajakku untuk makan? Dan bukankah kau juga akan membunuhku? Lalu untuk apa aku harus mandi?" tanya Naruto, polos.
Pria itu tertegun, menatap Naruto datar, "Apa kau begitu sangat inginnya mati?" tanya pria itu balik.
Naruto hanya berkedip bodoh.
"Kenapa kau berfikir bahwa aku akan membunuhmu?"
Naruto melirik tempat tidur dengan seprai putih bersih yang di duduki oleh pria asing yang membawanya itu. Dia bahkan tidak berani naik ke atas tempat tidur walaupun sorot matanya menampilkan keinginan untuk melompat dan tidur di atasnya. Sebisa mungkin Naruto menahan diri untuk tidak bertindak semaunya sendiri.
"Hmm.. Kau membawa pisau di tanganmu seperti orang itu. Aku pikir kau...mau..membunuhku?" kata Naruto terbata-bata.
"Apa kau pikir wajahku terlihat seperti seorang pembunuh?" tanpa sadar Naruto mendongakkan bola matanya untuk menatap wajah tampan pria itu. Dia lantas menggeleng keras.

KAMU SEDANG MEMBACA
My Boyfriend Is A Criminal [H I A T U S]
FanficMengetahui bahwa laki-laki yang selama ini dia cari adalah seorang kriminal tingkat-S, Naruto justru merasa tertantang. Sementara itu, sahabatnya Sasuke, diam-diam menyimpan perasaan yang mendalam untuk pemuda pirang dengan senyum manis itu. Tetapi...