8 - Cowok Aneh

73 28 46
                                    

SYUJA masuk ke kantor tanpa permisi hingga para guru melihat kearahnya.

"Hallo assalamualaikum Bapak Ibu gimana kabarnya? Alhamdulillah kami sehat kok." Itu kata Rio.

"Waalaikumsalam."

"Kenapa Rio?" Tanya salah seorang guru.

Rio bingung harus menjawab apa. Dia cuma bisa nyengir kuda sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Bu Senta yang melihatnya, sudah menebak jika Rio pasti hanya mengikut dan tidak tahu menahu tujuan Syuja.

"Syuja ayo duduk dulu. Ada apa ini?" Bukannya menjawab, Syuja justru melewati Bu Senta begitu saja.

Langkahnya langsung tertuju pada meja dengan papan nama bertuliskan Dito Herman S.pd.

Brak.

"Jangan mentang-mentang Bapak guru, Bapak bisa seenaknya ngasih hukuman ke murid! Ingat ya Pa, segala sesuatu juga ada batasannya!!"

Semua guru dibuat terkejut atas apa yang dilakukan Syuja barusan. Tidak terkecuali pemilik meja, dia terlihat marah dengan kehadiran Syuja didepan mejanya tanpa sopan santun.

"Bicarakan baik-baik, Bapak tidak mengerti maksud kamu." Jawab Pa Dito masih berusaha tenang.

"Apa pantas seorang guru menyuruh muridnya lari 10 keliring dilapang, membersihkan toilet sekaligus taman sekolahan hanya karena telat setengah jam?!" Bentak Syuja.

Pa Dito ikut berdiri menatap tajam Syuja, "saya pasti melakukan hal itu karena dia melakukan kesalahan!!"

"Bapak seharusnya bisa memberikan toleransi untuk murid berprestasi seperti Binar. Dia murid teladan yang memiliki banyak penghargaan disekolah ini. Harusnya Bapak bisa bertanya dulu apa alasannya kesiangan!!"

"Jadi, kamu disini ingin menjadi pahlawan pacar kamu? Iya begitu Syuja?" Tanya Pa Dito mulai mengerti arah pembicaraan Syuja.

Binar menajamkan kedua matanya melihat keramaian diruang guru. Dan sahabatnya Nata pun ada disana menjadi bagian orang-orang kepo itu. Sehabis dari perpustakaan, dia tak sengaja memilih jalan menuju kelasnya lewat koridor kantor.

Banyak sekali siswa yang berkerumunan seperti ada sesuatu yang sangat menarik dan tidak bisa mereka lewatkan untuk ditonton. Biasa, ada Cihuy sama Cetar juga yang sudah berdiri paling depan. Kelihatannya, mereka semakin memperpanas suasana dengan berbagai pertanyaan si Cihuy.

"Maaf permisi." Binar lebih memilih tak ikut-ikutan. Lagian, dia juga tidak suka keramaian seperti ini.

Saat berjalan melewati kerumunan, Binar tak sengaja mendengar suara seseorang dari kantor yang sangat tidak asing ditelinganya.

"Asal Pa Dito tau, ada murid baru yang menjadi imbas hukuman Bapak. Alin, dia pinsan dan itu semua gara-gara hukuman Bapak!! Saya bisa menghargai Pa Dito kalau Bapak juga bisa menghargai kami sebagai murid!!" Ucap Syuja dari dalam yang masih dapat Binar dengar dari luar.

"Syuja, sudah. Pa Dito ada benarnya. Semua hukuman yang Pa Dito beri tidak mungkin semena-mena hanya ingin menghukum, pasti ada alasannya." Lerai Bu Senta.

Guru yang kebetulan ada ditempat kejadian langsung membubarkan keramain membuat para siswa mendesah berat. Mereka menjadi tidak bisa melihat aksi Syuja selanjutnya bagaimana.

"Pergi kekelas kalian, jangan berkerumunan seperti ini!! Masuk kekelas masing-masing, sekarang!!" Usirnya.

"Argghh Paa ga seru kalo kita ga nonton!!"

"Syuja gue dukung Lo!"

"Ok guuyyss see you.. Jangan lupa subrcribe yaa.. Tonton terus kegiatan Syuja selanjutnya..Bye."

Binar Bentala Bianglala (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang