#13

420 16 0
                                    

Warna-warni kembang api mewarnai langit malam kota seoul, Sungguh festival tahun baru yang indah.

"Kau suka?

Kenzia mengangguk sambil terus tersenyum senang. Xender menatap langit dan merebahkan tubuhnya di atas rumput.

"Kau tau? Hari ini aku sudah bekerja keras untukmu. Ahh tangan ku rasanya ingin lepas sangking pegalnya. Seharian aku menyetir kesana kemari, rasanya aku mengerti bagaimana lelahnya jadi sopir"

Kenzia menoleh kearah xender. "Aku tidak meminta mu melakukan semuanya"

"Memang.. tapi aku senang kau menyukai semuanya"

"Akhir-akhir ini kau sering bicara manis padaku. Kenapa? Apa ada yang kau inginkan"tanya kenzia sambil berbaring di samping xender.

Xender menyengir. "tidak.. aku melakukan dengan senang hati,kau tau bukan aku orangnya memang baik hati"

Kenzia tertawa pelan,"aku tau dirimu,kau pasti menginginkan sesuatu dariku"

xender tertawa lirih,"aku hampir saja bertemu mantan pacarku dihotel kemarin,aku takut dia mengikutiku saat aku bersama kalian,kalau aku bersikap manis dgnmu,dia pasti tidak akan mendekatiku,kecuali dia tidak punya malu kalau tetap mengejarku"

"Ahh...aku mengerti,kau bersikap manis karena ingin menghindarinya?

Xender tertawa hambar. Kenzia menggeleng pelan

"Aku heran kenapa wanitamu ada dimana-mana"

"Itu karna aku punya pesona yang kuat" jawab xender bangga.

"Mereka menyukai uangmu  bukan dirimu"

"Tetap saja mereka semua itu tergila-gila padaku "

Kenzia mendesis ia menoleh ke arah xender "memangnya apa yang ada pada dirimu itu hah? Selain kebodohan tidak ada satu pun yang menonjol dari dirimu itu"

Xender mendelik tidak terima dengan ucapan kenzia,"kau buta?! Wajah ku ini tampan,gayaku juga modern"

"Tampan dari mananya?! Aku sering menemui wajah pria sekelas dirimu. Tidak ada menariknya sama sekali"

Xender berdecak. Sebuah ide terlintas, xender tersenyum licik. Ia berbalik menyamping mendekati kenzia.

"Dimana kau menemukannya hah? Apa ciuman mereka juga manis seperti ciumanku? Tanya xender sambil memainkan alisnya.

Pipi kenzia sontak merona. Ia mengalihkan pandangannya dari tatapan xender.

"Kk-kau ini bicara apa ? Ucap kenzia tergagap. Gadis itu bergegas bangkit, namun xender lebih dulu menahan tangan kenzia.

"Kau bilang banyak menemui pria seperti ku kan? Jadi....."

Xender menggantung kalimatnya. Ia sengaja maju lebih dekat dengan wajah kenzia.

"Aku ingin tau apa ciuman mereka semanis ciumanku?

"Tentu saja tidak. Kkau pikir aku sering berciuman dgn mereka apa?

"Jadi ciumanku manis?
xender semakin mendekat,"xen,ini tempat umum"

kenzia ingin menjauh,terlambat,xender sudah berhasil membungkam mulutnya,apa2an ini?wah...kenzia tidak bisa berkutik lagi,menekan ciumannya,kini kepala kenzia sudah menyentuh rumput,xender lupa diri.

dia tertawa didalam hati,respon kenzia sangat polos saat dia menciumnya,pesona kembang api membuat orang lebih fokus memoto pemandangan itu,hanya sedikit yg melihat adegan mereka dan kembali acuh,mungkin itu sudah biasa dilingkungan seperti itu.

CRAZY XENZERLAND ✔Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang