PART 11

1.8K 251 24
                                    

woy kok aku gatega sama kalean smwa yaaa huhu, terharu banget sama part sebelumnya. ternyata banyak banget yang suka sama cerita ini. tapi ya tapi gimana yaaa aku juga bingung ini loh. antara lanjut atau engga, masih maju mundur.

tapi aku sayanq kalean👉🏻👈🏻

SEBENERNYA GAMAU UP INI, TAPI DIRIKU GREGETAN PENGEN UP AJA🥺🥺

Udah diterror up terus sih🤥 yaudah deh makin tambah gregetan


BELUM DIREVISI



HAPPY READING

ENJOY GAIS

27 Desember 2019

PUKUL 08.15 WIB

Sinar matahari masuk lewat celah jendela kamar (Namakamu). Namun, (Namakamu) masih enggan untuk membuka mata. Bunda Rissa yang melihat sang anak masih terlelap tersenyum lembut. Lalu ia mengalihkan pandangannya ke arah ponsel (Namakamu) yang berbunyi dan muncul notifikasi pesan masuk. Bunda Rissa membuka ponsel (Namakamu), lalu melihat notifikasi tersebut. Bunda Rissa tersenyum geli saat melihat notifikasi dari laki-laki yang belum lama ini dekat dengan sang anak. 

Bunda Rissa yang tak tega pun membangunkan (Namakamu).

"Sayang bangun yuk. Udah siang"ucap Bunda Rissa mengelus rambut (Namakamu). (Namakamu) pun bangun dan duduk di atas kasurnya sambil mengumpulkan nyawanya.

"Eghhhh Bunda"

"Kamu mandi, biar Bunda yang bereskan tempat tidur"

"Tapi Bunda" Bunda Rissa mendorong (Namakamu) menuju kamar mandi "Udah sana mandi. Jangan lama"suruh Bunda Rissa. (Namakamu) memasuki kamar mandi sambil terheran-heran dengan sikap Bundanya.

Bunda Rissa telah selesai membereskan kamar (Namakamu) bertepatan dengan (Namakamu) yang keluar dari kamar mandi sudah lengkap dengan pakaian rumahannya. Dengan handuk yang bertengger di pundaknya (Namakamu) berjalan menuju meja yang sering ia gunakan jika ingin merias diri, untuk mengeringkan rambutnya. 

"Bunda keluar dulu ya. Nanti kalau kamu udah selesai, turun ya buat sarapan" Bunda Rissa berjalan menuju pintu kamar (Namakamu). (Namakamu) mengangguk mendengar ucapan sang Bunda, kemudian mulai mengeringkan rambutnya dengan handuk. Bunda Rissa  memberhentikan kegiatannya yang ingin membuka pintu kamar (Namakamu)

"Oh iya Bunda lupa satu lagi. Jangan lupa bales pesan dari calon mantu Bunda yaa, kasian loh dianggurin gitu"lanjut Bunda Rissa yang kali ini benar-benar pergi meninggalkan kamar (Namakamu). (Namakamu) lagi-lagi dibuat bingung dengan Bundanya, setelah dipikir cukup lama ia langsung berdiri untuk mengambil ponselnya yang berada di atas nakas. 

LINE

Iqbaale

Hi (Nam)

Pagi (Namakamu)

Sayang

Bangun

(Namakamu) sayang

Ihh kebo nih

Sayang kok cuma di read aja sih

Kamu kemana?

Begitulah sekiranya pesan dari Iqbaal yang masuk pada ponselnya. Dan ia baru paham, jadi ini yang Bunda maksud tadi. Dengan perasaan yang malu (Namakamu) membalas pesan dari Iqbaal.

Ibayyyyyy

Aku maluuuu

Bunda yang baca chat kamu tadi

Hi Ibay (HIATUS!)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang