I hope you like my story because this my first story.
HAPPY READING ALL~
______________________________1.RINDU
"Tutup matamu, bayangkan wajah yang kamu rindukan. Maka, rindumu akan terbalaskan."
***
TOK!
TOK!
"Disty sayang, mu udah bangun nak?" tanya paruh baya diluar kamar
"Udah Pah!" jawab Disty dari dalam
"Ayo kita makan, sebelum Papah berangkat kerja," ucap Fahri--Papah Disty
"Iya Pah! Disty bentar lagi turun,"
⭐⭐⭐
"Pagi Pah!" sapa Disty sembari menuruni anak tangga
Fahri tersenyum lembut. "Pagi sayang, ayo sini kita makan." Disty menghampiri Fahri yang berada dimeja makan, dan duduk berhadapan denganya
"Mau makan sama apa sayang?" tanya lembut Fahri
"Em... Sama sayur kangkung aja Pah," ucap Disty
Fahri memberikan nasi dan lauk nya dipiring Disty. Setelah menyiapkan untuk putri kesayanganya, ia menyiapkan untuk dirinya sendiri.
Acara makan hanya ditemani oleh keheningan, hanya ada suara dentingan sendok dan garpu. Karna memang, Fahri mengajarkan jika ketika makan tidak boleh berbicara, jika itu tidak mendesak.
"Ity udah makannya Pah," ucap Disty
"Minumnya udah?" Disty mengangguk
"Kalo gitu, balik lagi kekamar ya, istirahat. Tadi malem 'kan, kamu gadang, pasti tidurnya kurang," ucap Fahri. Dari mana Papah nya tau jika dia gadang? Ah, pasti dari Ibu
Disty menunduk, "Maaf Pah! Ity ga bermaksud buat gadang, waktu malem Ity ga inget waktu karna keasikan nonton," sesal Disty
Fahri menghembuskan nafasnya pelan, "Jangan diulangin lagi oke?" Disty mengangguk patuh.
"Kalau gitu, Papah berangkat dulu ya." Fahri mencium kening sang Putri, sedangkan Disty mencium tangan Papahnya.
⭐⭐⭐
Disty duduk dibalkon kamarnya. Karna kamarnya yang berada dilantai dua, jadi dia bisa melihat pemandangan luar dari sini. Dia bisa melihat anak-anak diluar sana yang sedang tertawa senang tanpa beban.
Disana pun ada seorang anak laki-laki yang sepertinya sedang dicaci maki oleh seorang paruh baya. Kenapa baruh baya itu sebegitu tega? Karna, ia sangat tidak terima anak laki-laki itu yang diperlakukan tidak berperasaan berlari keluar untuk menemui anak laki-laki itu.
"Non, non mau kemana?" tanya bu Sumi, namun dihiraukan oleh Disty.
"Non?" bu Sumi berlari mengerjar Disty
Disty berlari sekuat tenaga, supaya dia cepat untuk menemui anak laki-laki tadi.
"Pak, bukain gerbang nya," pinya Disty

KAMU SEDANG MEMBACA
DISSA
Teen FictionDISTY seorang gadis cantik yang memiliki sifat ramah dan baik kepada semua orang tanpa terkecuali. SAGARA seorang pria yang memiliki sifat dingin dan tidak peduli kepada semua orang dan tidak percaya dengan adanya orang baik. Pertemuan pertama mer...