Wanita berseragam putih abu-abu, lari sekencang mungkin, dengan hentakan kakinya yang suaranya sangat kencang hingga terdengar di sudut sekolah karena dirinya terlambat masuk ke sekolah, namanya DILA NAHLA AMIDA, siswi kelas 10 di sebuah SMA ternama di Jawa tengah.
"Maaf Bu saya terlambat, ujar Dila sambil mengatur nafasnya yang ngos ngosan.
"jam berapa ini Dil? tanya Bu indah, wali kelasnya.
"saya gak bawa jam Bu, saya boleh duduk kan? izin Dila pada Bu indah.
Dila memandang Bu indah lekat, mencoba membaca pikiran orang yang sedang berbicara dengannya, disana Dila melihat kekecewaan yang amat sangat dari sorot mata Bu indah, bagaimana tidak, ia satu satunya murid yang Bu indah kenal dengan kepandaiannya, tapi sangat disayangkan Dila sedikit nakal dan selalu terlambat bila datang ke sekolah.
"Duduk Dil, ucap Bu indah pasrah.
"ibu kecewa sama aku? maaf Bu soalnya tadi aku berangkat jalan kaki, jadi aku agak terlambat dikit, jelas Dila
"ya udah duduk aja gak papa kok, ujar Bu indah
"kok ibu gak marahin saya sih Bu, saya kan terlambat, aku lihat wajah ibu juga biasa aja, apa ibu gak perduli lagi sama aku? tanya Dila kesal.
"jadi mau kamu apa?
"seharusnya say di hukum Bu, saya merasa kalo ibu gak hukum aku, berarti aku gak di perduliin lagi sama ibu, ujar Dila.
"aneh, ya sudah kamu push up sampai istirahat, ujar Bu indah lalu melanjutkan pelajarannya.
Bel istirahat berbunyi, hal yang di nanti oleh Dila, pasalnya Dila bisa istirahat dan terbebas dari hukumannya
"huft, akhirnya istirahat juga, tidur dulu boleh kali ya, cape banget dari tadi, gumam Dila dalam hati, tanpa basa basi, ia langsung menyenderkan kepalanya di atas meja, seketika ia menghalu tak sadar ia terlelap.
Ketika sedang asyik bermimpi, tiba tiba hasrat ingin vivis muncul, ia terpaksa menunda mimpi indah dan kehaluannya untuk ke WC, Dila menghampiri Tasya temannya, dan meminta Tasya untuk mengantarnya.
"Sya, anterin gwe ke WC yuk, ujar Dila
"Lo ke WC aja minta di anterin? ujar Tasya sambil menaikan satu alisnya.
"gwe takut di culik
"gak ada yang mau culik Lo, lagian penculik malah takut sama Lo.
"ah banyak bacot lu, mau anterin gwe gak, ujar Dila dengan suara agak tinggi
"tapi abis Lo ke WC, Lo anterin gwe ke kelas Nizar ya, pinta Tasya
"ngapain sih, jadi cwe kegatelan amat, sinis Dila
"aakh bacot mau gwe anterin gak? ujar Tasya naik pitam
"baperan amat, ledek Dila
Setelah selesai dari WC, seperti janjinya, Dila mengantar Tasya ke kelas Nizar
"wuih ganteng banget Nizar, ucap Dila kagum karena baru kali ini ia menatapnya.
"awas kalo Nizar Lo embat juga!!
"emang gwe embat siapa? perasaan kita kenal juga baru beberapa bulan
"Bu indah, Lo caper sama dia,hingga akhirnya gwe terlupakan, ujar Tasya sinis.
"udah sana cepetan, ujar Dila lalu ia menunggu di depan pintu, Dila tidak di perbolehkan masuk oleh Tasya, karena Tasya takut Nizar akan menyukai Dila.
Saat sedang menunggu, Dila melihat David berjalan ke arah kamar mandi sambil membuang remasan kertas di depannya tanpa menghiraukan Dila yang tepat di depannya, sontak membuat Dila mengambil kertas itu lalu ingin membuka dan niatnya mau membuang, karena Dila takut memarahi Kaka kelas walaupun itu salah, akhirnya ia yang membuang.
Melihat Dila mengambil kertas itu, David yang merasa curhatannya hendak di buka langsung memanggil Dila
"hei!! panggil David
Dila menoleh, lalu menunjuk dirinya dengan wajah bingung
"ngapain sih ambil kertas itu?
"mau di buang
"kok di buka?
"di baca dulu, baru di buang
"kepo amat sih sama tulisan orang, jangan suka kepo deh nanti Lo cepet mati!! lalu David mencoba mengambil kertas dari tangan Dila, ia takut tulisannya akan di baca oleh Dila
"gwe mau baca masa gak boleh, nanti juga gwe buang ko, elak Dila
"gwe bilang jangan ya jangan, sentak David, yang sukses membuat Dila tersentak.
David hendak mengambil kertas itu tetapi wajah mereka berdekatan karena tangan Dila ada di samping lurus dengan jahitan rok sekolahnya.
David memandang mata Dila, begitupun Dila, David terkejut melihat mata Dila.
"mata Lo ujar David
"kenapa?
"itu ada beleknya, hih, David menatap Dila horor dan jijik, ia langsung menjauh dari Dila, dan memundurkan langkahnya, lalu lari, David belum sampai mengambil kertas dari genggaman Dila, karena ia terlebih dulu melihat mata Dila yang ada beleknya, mungkin karena tadi Dila tidur
