Yerisa
"Pagi...." Aku sapa semua yang ada di meja makan pagi ini, Tante, Om dan Revano dengan nada malas. Mood ku benar-benar buruk sejak sehari lalu, aku bakan tidak bisa tidur karena memikirkan bagaimana keadaan Etta. Apakah dia baik-baik saja? Aku harap sih begitu....
"Kamu kenapa, Yer? Kamu kurang tidur ya?" Tanya tante Gafriell yang sedikit menyadarkanku dari rasa kantukku dan duduk di sebelah Revano.
"Iya tante, sudah 2 malam ini aku sulit tidur dengan nyenyak" Tante hanya tersenyum lembut kearahku, dia pasti tahu apa yang kupikirkan sejak malam itu sampai membuatku tidak bisa tidur. Aku melirik kepada om Gafriell. Dia tidak berkomentar apa-apa, entah apa yang dipikirkannya tentang kejadian itu. Aku harap dia tidak berpikir negatif tentang Etta ataupun.... Revano.
"Biar aku mengantarmu ke kampus, oke?" Aku menatap Revano dan melihat raut wajahnya yang penuh kekhawatiran padaku. Aku mengangguk sebagai jawaban atas tawarannya mengantarku tadi.
Melihat matanya yang sayu, aku yakin kalau dia juga tidak bisa tidur sama hal nya seperti aku. Apalagi kak Brandon juga tidak menanggapinya, dia pasti sedih dan kecewa. Mereka kan sangat dekat seperti kakak-beradik.
"Pagi semuanya"
Suara kak Brandon membangunkanku dari lamunan dan aku pun mulai menyiapkan sarapan untuk diriku sendiri. Aku sedikit meliriknya, wajahnya lusuh dan kusut. Kak Brandon yang biasanya pasti akan menyapa kami dengan senyuman di wajahnya, tapi sekarang? Dia pasti sangat sedih, apalagi tidak ada istrinya di sampingnya yang biasa menyiapkan sarapan untuknya. Salahnya sendiri tidak memberi kesempatan siapapun untuk menjelaskan.
Kak Brandon duduk di sampingku, tanpa melirik sedikitpun pada Revano, dan hal itu membuat hatiku sakit. Entah karena apa? Tapi aku tidak suka perlakuan kak Brandon pada Revano seperti ini.
Suasana meja makan seketika semakin suram dan canggung. Apa yang harus aku lakukan sekarang?
Sekitar 5 mintan kami sarapan tanpa ada satu orangpun yang membuka suara, sampai akhirnya aku putuskan untuk mencoba mencairkan suasana. Aku berdehem dan memberanikan diriku untuk berbicara padanya, meskipun aku tahu pasti ini masih menjadi hal yang sensitif baginya. "Hmm kak... kapan kakak akan menyuruh Etta pulang kesini?"
Tidak tahu apakah pertanyaan yang aku lontarkan itu benar atau tidak, tapi kak Brandon dengan tiba-tiba menghentikan acara makan nya. Ia meletakkan sendok di atas piringnya lalu meminum air putih.
"Aku selesai. Aku berangkat dulu ma. Pa, aku ikut denganmu. Sedang tidak ingin menyetir" Setelah berkata demikian, kak Brandon langsung bangkit dari kursinya dan berjalan ke arah ruang tamu sambil menenteng jas dan tas kerjanya. Om pun juga sama, tanpa mengatakan apa-apa lagi dia bangkit dan pamit kepada kami semua, meninggalkan kami bertiga.
Aku menghelas nafas frustasi, "Bagaimana ini? Mendengar namanya saja dia tidak mau" Tanyaku saat om dan kak Brandon sudah pergi.
"Tante tahu kamu pasti bisa melakukan sesuatu untuk membuat mereka bersama lagi. Ingat, dulu kamu lah orang yang menjadi perantara mereka kan?" Aku diam mendengarkan setiap perkataan tante Gafriell dengan seksama. "Kamu harus yakin Yerisa. Tante juga percaya sama kamu, Van"
"Terimakasih tante. Aku tidak akan mengecewakan tante. Aku pasti akan membantu Yeri juga untuk menyelesaikan hal ini. Biar bagaimanapun, ini juga menyangkut nama baik keluarga" Sahut Revano yang diangguki oleh tante Gafriell. "Kamu adalah cupid buat mereka, kamu harus bantu aku juga"
Aku menatap matanya yang penuh dengan kesungguhan, lalu tersenyum padanya yang membuatnya terkejut. "Ya, aku pasti bantu kamu. Kita pasti bisa menyatukan mereka kembali"

KAMU SEDANG MEMBACA
"Little Cupid" - Remake BaekHera Ver. (Completed)
FanficIni adalah cerita lama yang hanya dirubah para castnya dan sedikit revisi sana sini. Disclaimer : Cerita ini hanya fiktif hasil imajinasi pengarang saja, jadi jangan anggap serius ya :D Maaf jika ada kesamaan alur atau setting, hal tersebut merupa...