Apakah Taehyung sudah mengetahui siapa dirinya dikehidupan sebelumnya?
"Apa kau tidak merindukanku, Jester?" ucap Taehyung lagi.
Jungkook menangis detik itu juga, lalu memeluk erat tubuh Taehyung.
"Hiks, Victory!"
"Maafkan aku baru menyadarinya sekarang. Kau pasti mengalami masa yang sulit sejak saat itu. Aku rindu sekali padamu, Jester. Kesayanganku." Taehyung mencium pucuk kepala Jungkook sarat akan kerinduan.
"Jangan pergi lagi. Jangan tinggalkan aku lagi, Victory. Aku tidak mau." isak Jungkook lirih.
"Tidak akan lagi, Sayang. Aku disini, bersamamu." balas Taehyung menangkup kedua pipi Jungkook sembari menatapnya dalam.
•••
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
▪ ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
Jungkook terbangun lebih dulu karena cahaya matahari yang menyilaukan matanya.
Tersenyum saat merasakan tangan seseorang memeluknya dari belakang, lalu berbalik dan mendapati wajah tampan Taehyung yang masih terlelap.
Jungkook mengelus lembut rahang tegas Taehyung, terus memperhatikan wajah damai prianya yang terlelap.
"Selamat pagi, love." Taehyung sedikit membuka matanya, lalu meraih tangan Jungkook untuk ia kecup lembut punggung tangannya.
Jungkook merona atas perlakuan manis Taehyung.
"Apa tidurmu nyenyak, hm?" tanya Taehyung dengan suara paraunya.
"Tentu. Kau Jester, pujaan hatiku dikehidupan sebelumnya dan juga dikehidupanku saat ini, bahkan selamanya kau adalah pujaan hatiku." jawab Taehyung.
Jungkook tersenyum mendengarnya.
"Lalu bagaimana dengan status kita sekarang? Maksudku ... saat di kehidupan sebelumnya kan kita sudah menikah, tetapi saat ini kau berbeda, Tae. Kau sudah berada di kehidupan lain. Itu berarti di kehidupan ini kau bukanlah suamiku?" ucap Jungkook cemberut.
Terdengar helaan napas dari Taehyung.
"Mau di kehidupan apapun dan dimanapun kau tetaplah pujaan hatiku, Sayang. Hatiku sepenuhnya milikmu. Apa kau ingin aku nikahi lagi di kehidupan ini? Jika iya aku akan mempersiapkan semuanya dari sekarang." ujar Taehyung serius.
"Tidak perlu, Tae. Mengetahui jika kau mengingatku dan mencintaiku di kehidupan ini pun aku sudah merasa sangat senang. Itu sudah cukup bagiku." jawab Jungkook tersenyum, lalu memejamkan matanya saat Taehyung mencium bibirnya lembut.
"Aku mencintaimu, Jester." ucap Taehyung saat tautan bibir keduanya terlepas.
"Aku juga mencintaimu, Tae. Ngomong-ngomong, jangan panggil aku Jester ketika di bumi. Namaku kan Jungkook." ucap Jungkook dengan kekehannya di akhir.
"Oke, baiklah, Jungkook." kekeh Taehyung yang kemudian menciumi pipi pujaannya.
"Ingin makan apa hari ini? Aku akan membuat makanan enak untukmu, dan mengajarimu bagaimana caranya makan menggunakan sumpit." ucap Taehyung mencubit pelan hidung bangir Jungkook.
"Apapun yang kau buat aku pasti akan memakannya. Aku suka makan sejak tinggal di bumi, hehe."
"Baiklah, aku akan menyiapkan makanannya dulu ya, Sayang."