Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
▪ ━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
"Tae, eomma menanyakanmu. Katanya sudah lama kau tidak mampir ke rumah." ujar Jimin pada Taehyung. Mereka kini sedang berada di kantor.
"Baiklah, aku akan mampir ke rumahmu nanti." balas Taehyung.
"Jangan lupa bawakan makanan untuk─"
"Iya, iya ... aku akan membawakan sup ayam ginseng kesukaan eomma." potong Taehyung cepat.
"Ehehe, aku juga dibawakan makanan, kan?" cengir Jimin.
"Hm. Sudah kembali bekerja sana. Pekerjaanku banyak, nanti tidak beres-beres jika kau masih saja disini menggangguku."
Jimin mendengus, lalu pergi dari hadapan Taehyung.
Hubungan antara Taehyung dan Jimin tidak ada yang berubah, masih tetap baik-baik saja meskipun mereka tahu siapa jati diri keduanya di kehidupan sebelumnya.
•••
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
▪
━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━━
8 tahun berlalu sejak Jungkook pergi meninggalkan bumi. Taehyung masih betah untuk menyendiri, bahkan Jimin saja sudah menikah dengan Yoongi sejak 7 tahun yang lalu dan telah memiliki anak. Entahlah, Taehyung belum berniat untuk mencari cintanya yang baru. Atau tidak akan pernah mencarinya, karena hatinya hanya menginginkan Jungkook, bukan yang lain. Hanya Jungkook yang Taehyung cintai hingga detik ini. Biarlah ia melajang sampai mati, karena hatinya tidak bisa untuk mencintai yang lain lagi selain Jungkook.
"Tae, aku ingin mengatakan sesuatu padamu. Sebenarnya aku ingin mengatakannya sejak lama. Tapi aku ragu." ujar Jimin pada Taehyung yang terduduk di sofa. Taehyung kini sedang berkunjung ke rumah orang tua Jimin.
"Apa itu? Katakan saja."
"Tiga bulan yang lalu aku melihat seseorang, wajahnya mirip sekali dengan Jester." ucap Jimin membuat Taehyung menoleh cepat ke arahnya.
"Apa? Dimana kau melihatnya?!" tanya Taehyung tak sabaran.
"Di pasar swalayan. Saat aku menemani eomma kesana, sekilas aku melihatnya. Dia menggandeng seorang anak laki-laki, usianya sekitar enam atau tujuh tahun." ujar Jimin kembali mengingat-ngingat apa yang dilihatnya 3 bulan lalu saat ia berada di pasar swalayan.
"Jimin, dia pasti Jester! Dia Jungkook! Aku yakin itu. Pasar swalayan mana yang kau maksud?!" ucap Taehyung memegang masing-masing pundak Jimin.
"Jaraknya lumayan jauh dari sini, sekitar tiga puluh kilometer."
Taehyung dengan cepat bangkit.
"Tunggu! Tae, kau mau kemana?" tanya Jimin ketika Taehyung hendak pergi.
"Aku akan mencarinya di pasar swalayan yang kau bilang tadi." jawab Taehyung.
"Yang benar saja, Tae? Belum tentu saat ini dia berada disana. Lagipula terlalu banyak orang disana, mustahil untuk kau menemukannya." ucap Jimin.