(XVII) RUMAH SAKIT

668 50 1
                                    

"Dia mengalami demam panas. Apa semalam ada berlaku apa apa? Kulihat banyak luka di sekitar lengannya?"

Sekarang mereka semua di ruang inap yang diduduki Taehyung. Setelah di semak oleh Doktor, suhu tubuh Taehyung panas sekali. Hampir mencecah 39 derajat dan itu sungguh membuatkan para hyungnya bimbang.

"Semalam tanganya ke simbah kuah panas..lalu luka luka yang lainnya akibat ke cerobohannya sendiri dok.." jawab Jimin sambil merangkul Yoongi yang sedang terdiam setelah mendengar ucapan sang Doktor tadi.

"Kuharap dia bisa menjaga dirinya sendiri. Selain itu, dirinya baik baik sahaja. Saya harus mengerjakan tugas yang lain. Permisi" lalu Doktor itu berlalu meninggalkan mereka berlima yang berdiri di hadapan pintu kamar inap Taehyung.

"Kita harus lakukan sesuatu hyung" kata Yoongi yang sudah duduk di kerusi yang memang disediakan di situ.

"Gue rasa...kita harus bergilir tinggal bersama Taetae. Kerana gue yakin dia gak mau tinggalkan kamarnya itu." Kata Jimin , gerak geri nya seperti gelisah. Dia harus memikirkan cara yang paling sempurna untuk menjaga Taehyung.

Selama ini, dia berfikir jika Taehyung tinggal berseorangan di apartmen itu tidak akan terjadi apa apa padanya. Tetapi melihat apa yang berlaku pagi ini membuatkan kepalnya pusing akan tanggapan negatif yang memenuhi seluruh benaknya.

" Benar juga..baiklah mulai hari ini kita giliran tidur di kamarnya bayi..Deal?" Kata Seokjin sambil mengacungkan tangannya ingin bersalaman dan disambut oleh empat orang lainnya.

"Deal"

.........

12:30 p.m

"Ugh..."

Tangannya terangkat untuk menutup matanya yang terbuka supaya tidak sakit oleh cahaya berlebihan yang masuk ke retina. Masih dengan pusing yang mendominasi, Taehyung perlahan membuka matanya dengan benar dan terkejut ketika mengetahui keberadaanya sekarang ini.

Sejak kapan aku ke kesini??

Taehyung segera bangun dan mendudukkan diri membuatkan orang lain yang sedang terlelap di sofa yang terletak di penjuru kamar itu terkejut.

"Bayi? Sudah nyadar?" Kata Namjoon yang menjaga Taehyung di kamar itu. Yang lain pergi ke bawah ingin membeli makanan tengah hari dan Namjoon yang tinggal menemani Taehyung.

"H..yung.." suara Taehyung hampir hilang, dengan itu Namjoon segera bangun dan mengambilkan air kosong untuk Taehyung. Menepis tangan Taehyung yang bergetar ingin memegang gelas kaca itu, Namjoon membantu Taehyung minum minumannya dengan benar. Setelah itu, mengelap sudut bibirnya yang basah menggunakan tisu yang disediakan

"Kamu pusing? Lapar? Ayo, baring semula..Hyungmu yang lain sedang membeli makan untukmu"

"Hyung gak kerja?" Suaranya masih parau, tetapi Taehyung bersyukur dapat bercakap dengan benar. Memang benar, kepalanya masih pusing dan tekaknya sakit ketika ingin bicara.

"Tidak, hari ini kami semua libur. Kami ingin menjagamu bayi.." kata Namjoon sambil menyelipkan rambut hitam Taehyung yang panjang ke telinganya. Rambut nya sungguh panjang sehingga bisa menutup mata.

Taehyung terharu, hatinya menghangat ketika mendapat sentuhan hangat Namjoon di wajahnya. Taehyung menginginkan ini di setiap paginya ketika bangun dari tidur. Kecupan di dahi dan pipi, sebuah pelukan hangat oleh yang tercinta. Selama 7 tahun tidak merasakan sentuhan seperti ini membuatkan mata Taehyung berair.

Namjoon yang melihatnya langsung menangkup wajahnya dengan raut muka yang cemas.

"Kenapa dek? Kamu pusing sekali ya?" Tanya Namjoon. Dia melihat Taehyung yang menggelengkan kepala, air matanya sudah menitik ke tangan Namjoon.

"M-mau peluk.."

Astaga adeknya kok menggemaskan gini sih..makin sayang kan.

"Iyaaa..ini abang peluk." Kata Namjoon yang memeluk Taehyung, membiarkan wajah basah Taehyung membasahi kemeja bagian dadanya

Dikecupnya surai halus Taehyung bertubi tubi. Aromanya tetap saja sama, Strawberry. Tidak bertukar sama sekali. Yang namanya Kim Taehyung tidak pernah jauh sama buah merah masam itu.

Ceklek

"Loh..Taetae udah sadar?" Soal Hoseok. Mereka sudah selesai dari memborong makanan di Cafe dibawah sana.

"Eh bayi? Kok nangis? Ada apaan nih? Lo ngapain sama bayi gue?" Soal Yoongi yang kaget melihat wajah bengkak Taehyung saat Namjoon melepas pelukannya.

"Gue juga gak tau kenapa Taetae tiba tiba nangis" katanya yang menjauh dari Taehyung setelah Seokjin yang menyuruh untuk minggir dikit.

"Sayang, ayo kita makan..hyung membelikanmu nasi goreng kimchi loh.." ujar Seokjin sambil mengangkat bungkusan yang di belinya tadi. Taehyung hanya tersenyum lemah melihat hyungnya yang bersemangat itu.

"Gak usah...sini hyung suapin" kata Seokjin sambil menepis pelan tangan Taehyung yang bergetar ketika ingin mengambil bungkusan itu dari tangan Seokjin.

"Aaaaaa .."

"Bagus deh bayi Chim" kata Jimin tiba tiba yang sudah duduk di samping Taehyung di atas ranjang rumah sakit.

Taehyung hanya melihat bagaimana Jimin mengambil tangannya dan mengelus pelan jemarinya yang luka luka.

Ah..luka..

"Bayi, kok kamu gak pernah beritahu sama Chim kalau bayi lagi kesusahan?"

Taehyung merasa pelupuk matanya kembali memanas. Suara Jimin lembut sekali, elusan di jemarinya juga. Rasanya Taehyung mau masa diberhenti kan saat ini.

"T-tae takut..ngerepotin.." cicitnya sambil menunduk kan kepalanya. Memilin selimut putih yang membungkusnya. Seokjin yang masih menyuap nya makan menjadi gemas.

"Astaga..bayi, kamu nggak ngerepotin kok. Kami justru senang jika sedang berada di sisi kamu. Yakan hyung?" Kata Jimin sambil mengelus kepala Taehyung. Tapi Taehyung tetap sama, memilih untuk menundukkan kepala.

"Iyaa benar itu Taeby. Hoseok hyung bisa datang kapan saja yang kamu mau!"

"Abang juga bisa kok dek, sekalian bawa adek jalan jalan ke studio abang."

"Hm! Tepat sekali. Yoongi hyung juga mau ikut kok temenin Taetae main!"

"Dengar itu Tae..kamu gak keseorangan. Masih ada kami disini. " bisik Seokjin disamping Taehyung.

"...hiks"

Nah kan. Taehyung jadi nangis.

Yang lain terkejut ketika mendengar isakan Taehyung yang tiba tiba itu.

"Sayang kamu kenapa-

"TAE SAYANG SAMA KALIAN! HIKS-JANGAN TINGGALIN TAE LAGI! HUWEEE"

Harimau sudah mengaum. Tapi kok bunyinya menggemaskan gini.

"Oh Astaghfirullah bayinya Chim"

Setelah itu Taehyung meraung di pelukan Jimin yang juga hampir menitikkan air matanya. Tahu jika tangisan Taehyung adalah tangisan bahagia. Tidak seperti semalam.

Berakhirlah mereka di ruangan itu dengan penuh suka dan dukanya.

..........

To be continue..

Hehe..

Love You ♡[ KOOKV]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang