Ch.6-Menjelang Ujian Kenaikan

1K 112 0
                                    

Festival sekolah berakhir dengan menyisakan beberapa masalah untuk orang-orang tertentu. Mulai dari beberapa anggota PKS yang terlibat perkelahian dengan orang luar, Cris dan Alma yang ternyata juga berkelahi dengan geng Gehan, serta Mya yang banyak membuat masalah karena melabrak adik kelas.

Di chapter sebelumnya, perkelahian senior yang dimaksud adalah antara anggota PKS dan orang luar yang berusaha menerobos. Sementara Cris dan Alma berkelahi dengan geng Gehan jauh dari area sekolah. Karena itu, mereka menjadi terlambat dan tiba di sekolah saat Keyra sudah bersiap di panggung. Cris tidak terlalu mendapat luka, mungkin sekedar lecet di sudut bibirnya. Tapi Alma, di wajahnya terdapat beberapa luka lebam dan lecet di sudut bibir juga pelipisnya. Inti dari permasalahan mereka pun masih dirahasiakan. Rumornya saja karena Gehan menyinggung teman mereka.

Berakhirnya festival sekolah juga mendekatkan siswa-siswi kelas 12 dengan kesibukan menjelang ujian nasional. Sebelumnya, mereka disibukkan lebih dulu dengan bimbingan belajar, baik bimbingan privat maupun bimbingan yang diadakan pihak sekolah; ujian pra-UN, baik ujian praktik dan ujian sekolah; serta beberapa persiapan lainnya. Sedangkan untuk siswa-siswi kelas 10 dan 11, mereka banyak menerima jam kosong. Setelahnya pun mereka diliburkan karena senior mereka akan berjuang di hadapan monitor.

Sayangnya hari libur itu hanya bertahan empat hari. Ketika para senior pesta terakhir ujian, para junior harus bersiap di garis start untuk memulai persiapan kenaikan kelas. Karena banyak guru yang masih sibuk mempersiapkan kelulusan, mereka hanya diberi tugas lalu dikumpulkan. Sayangnya bukan hanya tugas biasa, tapi tugas yang luarrr binasa.

Sekadar informasi, SMA GARUDA adalah sekolah swasta yang menerapkan pembatasan jumlah siswa. Untuk bidang MIPA dibagi menjadi 4 kelas dengan masing-masing 20 siswa perkelas sementara untuk bidang IIS menjadi 6 kelas dengan masing-masing 25 siswa perkelas. Namun karena tahun sebelumnya terjadi masalah, jumlah siswa tahun kedua di kelas terakhir bidang IIS berkurang banyak.

Di sekolah itu, hasil ujian nantinya akan ditempel di masing-masing papan pengumuman dengan memeringkatkannya untuk tiap bidang angkatan. Oleh karena itu, persaingan tidak hanya terjadi di tiap kelas, tapi di tiap bidang per angkatan. Pemeringkatan tentu dibagi menjadi dua, MIPA dengan predikat A (5 besar), B (10 besar), C (25 besar), D (50 besar), E (selebihnya); sementara IIS dengan predikat A (5 besar), B (10 besar), C (50 besar), D (100 besar), E (selebihnya). Dilihat dari pemeringkatan umum itu, persaingan di bidang MIPA jauh lebih besar dibanding bidang IIS.

Dengan menerapkan sistem pemeringkatan seperti itu, semua orang bisa melihat siapa siswa dengan nilai tertinggi dan siapa siswa dengan nilai terendah. Nilai yang tercantum adalah nilai asli dari semua mata pelajaran yang diujikan. Dan tentunya nilai rapor akan berubah karena beberapa aspek lain.

***

"Al, send video Key pas festival dong!" ucap Cris mencoba membangunkan Alma yang sedang bersandar di bawah pohon dengan aerophone yang terpasang di kedua telinganya. Pria itu tak berkutik meski beberapa kali dilempari Cris dengan buah keres dari atas.

"Akh!! Kok gue bisa kalah lagi sih!" gerutu Oka di sela-selanya.

Mendengar Oka yang berteriak keras, Yana langsung mengacak-acak rambutnya frustasi. Sedari tadi pria itu hanya berteriak karena kekalahannya melawan Keyra. Mengganggu orang belajar saja.

Berbeda dengan Oka dkk., Yana adalah tipe siswa yang sulit mengolah pelajaran ke dalam otaknya. Meskipun belajar siang—malam, hasil tertingginya tidak pernah menyusul Oka dkk. yang secara mengejutkan selalu di atasnya.

I'm a Main Antagonis Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang