[S2 - 21]

1.3K 119 38
                                    

"Itu Namjoon hyung!" pekik Jungkook girang.

Jimin dan Taehyung saling melempar pandangan. Mereka tidak mengerti apa yang dikatakan oleh Jungkook.

"Jungkook, Kak Namjoon sudah dimakamkan. Apa kau lupa?"

Jungkook menggelengkan kepalanya.

"Tidak! Namjoon hyung masih hidup. Dia bersamaku, lihat!"

Jungkook menarik tangan Namjoon untuk duduk di sebelahnya. Awalnya Namjoon tidak mau, karena dia ingin kembali untuk membuat minuman. Tapi, yah yang namanya Jungkook. Pastinya dia akan memaksa.

"Apa kabar, saeng?"

Kedua saudara kembar itu menatap Namjoon dengan keterkejutan yang luar biasa. Bagaimana kakaknya bisa hidup? Padahal jelas-jelas dia melihat kalau Namjoon sudah dimakamkan.

"Na-namjoon hyung..."

Namjoon tersenyum. Ia bahagia bisa melihat kedua adik kembarnya lagi. Khususnya Taehyung, yang dulunya selalu dekat dengan dia.

"Kalian tidak terlihat baik-baik saja. Jimin, pipimu menirus. Dan juga, Taehyung badanmu semakin kurus. Apa kalian tidak pernah makan?" khawatir Namjoon.

Taehyung mengusap air matanya yang sempat keluar. Dia menatap sendu ke arah Namjoon.

"Aku makan kok! Setiap hari aku tidak pernah absen memakan ramen yang biasa hyung makan."

Namjoon menatap terkejut. Ia tidak menyangka, kepergiannya membawa dampak buruk pada adik-adiknya.

Ini baru adik-adiknya, belum lagi kondisi kakaknya dan saudara kembarnya yang berada di rumah.

"Jimin, Taehyung, kalian pulanglah. Makan di rumah, pasti Jin hyung sangat merindukan kalian," tutur Namjoon pelan.

"Tapi hyung—"

Namjoon menggeleng pelan, "Tidak, kalian harus pulang bagaimana pun juga. Tempat ternyaman adalah rumah. Kembalilah.."

"Lalu bagaimana dengan hyung? Kapan hyung pulang bersama appa dan Jungkook?"

€€€

"Hyung,"

Heechul menoleh ke arah Donghae.

"Semua di sini sudah beres. Apa kita tidak kembali ke Korea? Anak-anak hyung pasti sedang kacau."

Heechul membuang napas pasrah, "Aku tau itu. Kita akan kembali besok. Hubungi Yoona, aku akan bicara dengan Namjoon dan Jungkook."

Donghae mengangguk patuh. Pria sebaya itu pergi dari ruang kerja Heechul untuk menemui Yoona di rumah sakit.

Sementara Heechul, pergi menemui kedua anaknya di ruang tamu. Heechul melihat Namjoon dan Jungkook duduk di sofa. Mereka berdua terfokus pada satu benda di depannya, yaitu laptop milik Jungkook.

Karena tidak ingin mengganggu, Heechul memilih untuk melihat mereka dari jauh sesekali mendengar apa yang mereka bicarakan.

"Tidak, kalian harus pulang bagaimana pun juga. Tempat ternyaman adalah rumah, kembalilah."

Heechul mendengar kalimat Namjoon. Bisa dia tebak, anak itu sedang berbicara dengan seseorang di layar laptop Jungkook. Dan, kemungkinan besar itu adalah Taehyung.

Heechul bisa mengenali sifat keras kepala Taehyung, dari kalimat yang dilontarkan oleh Namjoon.

"Lalu bagaimana dengan hyung? Kapan hyung pulang bersama appa dan Jungkook?"

Heechul sedikit tersentak dengan ucapan Taehyung. Ternyata anak bungsu pertamanya itu menunggu kepulangan dia.

Heechul jadi merasa bersalah telah melakukan hal seperti ini.

"Kami akan pulang secepatnya. Tapi, sebelum itu kamu dan Jimin harus pulang lebih dulu. Agar bisa menyambut kita."

Namjoon tersenyum menatap kedua adiknya.

TBC

Hai!!

Kangen yah sama Lemon. Eh iyah, stop call me 'Thor'. Please call me Lemon, ok?

Aduh kalian menggeruduk aku ya? Buat up, mau nangis aja liat komenan kalian wkwk.

Nih aku udah up sesuai permintaan tapi
Intinya jangan lupa vomment^^

Lemon🍋

[3] I NEED U - [KNJ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang