"Hahaha... Masa sih?".Tawa Jisoo meledak didalam kantin yang diisi oleh beberapa murid,kini keempat sahabat itu tengah membicarakan kejadian Jennie saat jam olahraga tadi.
"Iya serius,terus yaa kan si doi nyamperin tuh dan dengan pedenya nih anak merasa mau ditolongin padahal doi cuma mau ngambil bolanya hahaha". Kata Rose sambil menyeka air matanya yang sedikit keluar karena terlalu banyak tertawa,sedangkan Lisa memegangi perutnya yang mulai keram.
"Kalo gue yang diposisi lu mah udah malu sampe ketulang-tulang Jen,udah jatuh eehh malah dikacangin sama doi haha".
"Temennya lagi susah malah diketawain,dasar gaada akhlak lo pada". Ujar Jennie emosi yang sedari tadi menjadi bahan guyonan teman-temannya.
"Habisnya ngenes amat nasib lo,kalo gue juga ada disana pasti gue ngakak paling kenceng".
"Tauh ah kesel gue,punya temen laknat semua". Lalu mereka kembali menertawakan Jennie.
"Hai ciwi-ciwiku semuaaa".
Disaat Jennie dan kawan-kawan tengah asik menikmati makanan mereka,dengan hebohnya seorang Mingyu menghampiri meja mereka.
"Dateng lagi nih kutu kuproy". Kata Jennie sambil menghela nafas,sedangkan Jisoo terlihat antusias. Bukan,bukan karena Jisoo menyukai Mingyu tetapi ia suka sekali saat Mingyu meramaikan suasana. Seakan Jisoo menemukan orang yang cocok dalam hal perbacotan.
"Setelah dari tadi aku pandang-pandang kayaknya para bidadariku sekalian lagi bahagia sampe ketawa ngakak kek bapak-bapak jaga pos ronda. Coba jabarkan hal menarik apa itu gerangan". Ucap Mingyu.
"Oh ini,kita lagi ngomongin kejadian pas jam olahraga tadi".
"Yang bebeb Jennie jatuh tadi? Yaampun sayang kamu gapapa kan?". Tanya Mingyu dengan nada sok khawatir sambil nguyel-nguyel pipi Jennie.
Tapi dengan segerah ditepis oleh Jennie.
"Apaan sih,gausa sok khawatir ya lo,tadi aja ketawa lo paling keras dari lapangan".
"Yaa maap atuh yang,habis kamu lucu banget jatohnya hahaha".