Ch.8-Hasil Ujian

925 115 3
                                    

Yana keluar dari ruang 11 dengan lesu. Wajahnya terbenam dalam kegalauan di hari terakhir ujian. Tidak ada agenda mencontek ataupun menukar jawaban. Yang ada hanyalah keheningan karena semua murid yang ada di ruangan itu hanya duduk tegang meratapi nasib mereka.

Setelah insiden Pak Ahmad menjatuhkan bom nuklir kepada dua tokoh utama 11 IIS-6, yaitu Oka dan Cris, kelas yang tadinya sudah tegang hanya karena kehadiran beliau berubah layaknya kelas horor. Oleh karena Oka dan Cris tidak menghiraukan adanya peringatan dari Pak Ahmad yang melarang tindak kecurangan, kening mereka berdua terbaluri warna hitam akibat dilempar menggunakan penghapus papan. Pasti dua hari ke depan kening mereka berubah warna menjadi ungu.

Tak cukup di situ saja, Pak Ahmad sampai "mengelus dada" meladeni perilaku Keyra. Masuk tanpa permisi dan keluar tanpa intruksi. Teman-teman di kelas yang notabenenya adalah pencari zona aman hanya bisa berharap semoga bel segera berbunyi. Dengan perilaku Keyra yang seperti itu, pastilah mereka dijadikan tumbal pada Pak Ahmad.

***

Dengan pasrah Yana duduk berseberangan dengan Oka di kursi base camp. Terlihat juga Cris yang merebahkan tubuhnya di atas rerumputan; Alma yang baru tiba duduk di dekat Cris-bersandar pada pohon; juga Kanya yang sedikit menjauh karena menerima panggilan.

Karena tidak ada gadis yang mengganggunya-Keyra, Cris melampiaskan kebosanannya pada rumput-rumput di dekatnya. Ia mencabut-acuh rumput-rumput itu dengan masih pada posisi rebahan. Sungguh, Tom tanpa Jerry tidak akan menjadi Tom & Jerry.

Tak lama kemudian, Keyra tiba dan langsung meletakkan kardus yang dibawanya di atas perut Cris. Cris yang terkejut berusaha memindahkan kardus itu, tapi gadis itu lebih dulu menambahi bebannya dengan melemparkan jaketnya-milik Keyra-ke wajahnya. Hal itu sontak membuat Cris lebih kesulitan bergerak.

Setelah berhasil menjauhkan kardus dan jaket milik Keyra, Cris menyadari gadis itu ikut merebahkan tubuhnya tak jauh darinya. Oka dkk. yang juga melihat perilaku gadis itu saat ini sudah paham dengan apa yang menimpanya.

Hari ini gadis itu sangat sial; lebih sial dari kemarin. Selain juga terlambat, Keyra bahkan keliru memakai jaket biasa, bukan jas almamater. Kesialannya pun bertambah karena dua hari ini kelas XI IIS-6 kembali diawasi oleh Pak Ahmad. Alhasil, setelah berhasil keluar kelas lebih cepat seperti biasanya, ia harus menuju kantor karena dihadang oleh guru kotak itu, siapa lagi kalau bukan Pak Arsya.

Sampai sebelum bel pulang berbunyi, Pak Arsya diberi mandat oleh Pak Ahmad untuk menghadang Keyra agar tidak pergi ke mana-mana. Pak Ahmad akan memberikan sesi penceramahan gratis pada gadis itu agar tidak bertingkah semena-mena lebih dari hari ini. Bahkan, untuk mendukung gadis itu agar berubah, Pak Ahmad sampai meminjami seragam bekas anaknya kepada Keyra.

Tentu saja Keyra menolak dengan tegas. Akan tetapi, karena Pak Ahmad sudah mengeluarkan jurus mautnya, Keyra hanya bisa pasrah, tulus dengan ikhlas tanpa hati.

Tiga puluh menit pun berlalu tanpa ada yang berubah. Hanya suara alam berpadu alunan lagu yang keluar dari ponsel Alma yang menemani diamnya mereka berenam. Mereka tidak sinkron karena sibuk memikirkan hasil ujian. Di mana itu akan menentukan tiket gratis liburan pertama untuk mereka.

***

Beberapa hari kemudian, Yana dan Oka dkk. sudah berkumpul di bawah pohon base camp dengan menjatuhkan kepala mereka ke meja. Mereka sedang GGM (Gelisah Galau Merana) menunggu hasil ujian keluar.

Berbeda dengan Yana, Cris, dan Alma yang mengharapkan tiket liburan, semangat membara Oka disulut karena dendam kesumatnya kepada Kanya atas kelengseran posisi peringkatnya di semester pertama. Ia berjanji akan mendepak gadis itu jauh-jauh ke peringkat belakang. Malahan kalau bisa ke peringkat terbelakang.

Tak lama kemudian, semua ponsel di atas meja berdering. Mereka semua, kecuali Kanya secara refleks berdiri dan pergi dengan tergesa-gesa.

Itu tadi adalah alarm tanda hasil ujian akan dipajang. Mereka tidak ingin ketinggalan sampai-sampai membuat pengingat secara bersamaan.

***

Setelah menunggu hampir dua jam, akhirnya Yana dan Oka dkk. bisa berdiri di depan papan pengumuman kelas 11. Sebenarnya mereka sudah tiba lebih awal. Bahkan mereka langsung bergerak setelah alarm berbunyi. Tapi tetap saja, ternyata mereka masih kalah cepat dengan anak-anak MIPA yang kelewat kepo itu.

Sebenarnya lebih simple menunggu pesan dari murid lain yang menge-share hasil ujian lewat WA. Tapi bagi mereka, melihatnya secara langsung malah membuat mereka semakin gugup.

Yana menggerakkan jarinya mencari nama Ferika Amayana di antara jajaran lima puluh besar. Karena tidak mendapatinya, ia beralih ke lembar berikutnya. Hingga akhirnya jarinya berhenti di lembar urutan ke lima, yaitu predikat E di peringkat 100. Naik dua peringkat dari sebelumnya, batinnya.

Yana yang ingin menarik napas panjang tiba-tiba tergoyah karena Cris mendesaknya. Pria itu menggerakkan tangannya ke sana ke mari mencari namanya. Yana pun membalas Cris dengan mencoba menyodok pria itu, tapi malah ia sendiri yang terpental menabrak Oka.

"Ukh, ngapain sih?" gerutu Yana memarahi Cris, padahal ia sendiri yang salah.

Tanpa mempedulikan Yana, Cris masih menggerakkan tangannya mengikuti urutan nama-nama yang dipajang. Namun pria itu menggerutu sendiri sampai ketika tangannya berhenti di lembar terakhir.

"Berapa, Cris?" tanya Oka penasaran melihat respon Cris.

Cris pun meraih pundak Oka lalu mendekatkannya ke papan pengumuman.

"Gue lagi nyari nama gue belom ketemu," ketusnya, "Gue udah nyari sampe urutan terakhir, tapi nama gue tetep nggak ada. Emang nama gue sesulit apa sampe ngga bisa diketik make keyboard."

"Ha?! Nggak ada? Emang siapa yang bilang namamu ngga ada?" sindir Yana.

Yana pun menunjuk lembar ketiga di sampingnya. Tepat pada nama Crisian Ferdina Putra yang berada di peringkat 50. Oka dan Cris terkejut mendengar ucapan Yana, termasuk Alma dan Kanya yang secara bersamaan tersedak karena sedang minum.

.

.

Yoloo, kembali lagi nih setelah lama menghilang tanpa kabar.

Sorry malah muter-muter plotnya.

Tungguin part selanjutnya ya, hasil ujian belum benar-benar muncul.

Jangan lupa like dan komen, Guys.

I'm a Main Antagonis Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang