Di tempat lain, ayah Bara seperti biasa melakukan pekerjaannya sebagai pelayan di salah satu restoran.
"Semoga pekerjaanku ini bisa membuat hidup anakku lebih bahagia" ucap hati Ayah penuh harapan.
----------※※※※-----------
Di kantin, Farel langsung memilih es krim yang akan ia beli.
"Bar lo mau es krim rasa apa?" tanya Farel.
"Terserah, samain aja" jawab Bara.
"Oke, gue beli yang rasa stroberi" ucap Farel sambil menunjukkan es krimnya.
"Oke" ucap Bara.
"Ya udah gue bayar dulu" ucap Farel.
"Eumm" Bara menganggukan kepala.
Farel kayaknya anak holkay nih..
Setelah membeli es krim, keduanya kembali ke kelas.
"Ya udah, kuy balik kelas." Ajak Bara
"Iya" ucap Farel.
Setibanya di kelas, Farel kebingungan melihat Galang yang tidak ada di tempat duduknya.
"Bar si Galang kemana? Kok gak ada" tanya Farel.
"Mungkin dia ke toilet" jawab Bara.
"Masa ke toilet, kalo bener pasti kan tadi kita ketemu dia, kan toilet sama kantin arahnya sama ke selatan" ucap Farel.
"Iya juga" ucap Bara.
"Cari gih" ucap Farel menyuruh Bara.
"Ngapain?" tanya Bara.
"Perasaan gue gak enak, lo liat sendirikan pas kita mau ke kantin, dia ngelamun kayak lagi mikirin sesuatu" ucap Farel sambil meyakinkan Bara.
Farel perhatian banget, padahal baru aja kenal hihi...
Bara terdiam sejenak.
"Ya udah ayo cari" ucap Bara.
"Oke" ucap Farel.
"Lo coba cek di toilet, gue cari ke tempat lain"ucap Bara.
"Oke" ucap Farel.
Keduanya pun bergegas mencari Galang.
Di toilet, Farel mengecek satu persatu dan berharap Galang ada.
"Lang lo di dalem? tanya Farel.
Yang di dalam toilet pun membuka pintu dan ternyata bukan Galang.
"Eh maaf salah orang" ucap Farel.
"Ah lo ganggu aja gue lagi boker" ucap teman ngegas karena terganggu.
"Ya udah lanjut, maaf ye" ucap Farel.
Farel terus membuka setiap pintu toilet dan Galang pun tidak ada di sana. Farel mulai bingung.
Di tempat lain, Bara mencoba mencari Galang dengan menanyakan ke beberapa teman siswa.
"Kalian lihat gak cowok, putih, tinggi jalan ke arah sini?" tanya Bara.
"Oh tadi, kalo gak salah gue liat dia jalan ke arah atap sekolah" jawab teman.
"Ke arah atap sekokah?" tanya Bara (merasa tidak yakin).
"Iya ke arah atap sekolah" ucap teman (meyakinkan Bara).
"Oke, makasih" ucap Bara dan langsung menuju ke arah atap sekolah.
Beberapa anak tangga terus Bara lalui, sampai akhirnya ia sampai di atap dan betapa terkejutnya ia melihat Galang yang akan melompat dari gedung sekolah, ia pun berlari secepat mungkin ke arah Galang.
"Lang lo gila?" tanya Bara sambil menahan Galang dari belakang.
"Gue gak kuat, gue pengen mati" jawab Galang dengan mata yang berkaca kaca.
"Kalo lo ada masalah, lo bisa cerita sama gue, walaupun kita baru aja kenal" ucap Bara.
"Lepasin gue, gue mau mati, gue gak mau punya ibu tiri" ucap Galang semakin menggila.
"Lang mohon" ucap Bara
"Gue kira dengan gue kabur dari rumah dan pindah sekolah di sini, bokap gue bakal milih gue dan nyari gue, tapi apa? Dia malah milih wanita itu, daripada anaknya sendiri" ucap Galang menjelaskan kepada Bara.
"Harusnya lo bersyukur, gue dari kecil gak pernah ngerasain kasih sayang seorang ibu, gue selalu iri saat SD temen-temen gue dianterin ibunya, terkadang gue juga mau mati aja, tapi enggak, gue salah. Bunuh diri itu bukan solusinya" ucap Bara.
"Aaaaaaaaaaaaaaa" ucap Galang memberontak.
"Dengerin gue, dengerin! Gue juga sedih, udah untung lo punya ibu, walaupun ibu tiri" ucap Bara.
"Tapi semenjak wanita itu(ibu tiri) ada bokap gue fokus ke dia, gua jarang diperhatiin dan gue selalu kesepian" ucap Galang mengeluarkan unek uneknya selama ini.
"Kalo lo kesepian gue bisa kok jadi temen lo" ucap Bara.
Galang terdiam mendengarkan perkataan Bara.
Tiba tiba mata Galang mengeluarkan air mata.
"Makasih Bar" ucap Galang menangis terisak isak.
"Iya lang." ucap Bara.
Galang hanya tersenyum, dan tiba tiba ia pingsan dan hampir jatuh ke bawah, Bara pun langsung menarik Galang.
"Lang..... sadar! Lo gak boleh kaya gini" ucap Bara sambil menarik Galang dengan sekuat tenaga.
Akhirnya Bara berhasil menarik Galang kembali ke atas atap.
"Lang, lang sadar" ucap Bara sambil memegang kepala Galang.
Bara berpikir ia harus membawa Galang ke UKS ia pun menggendong Galang dan membawanya ke ruang UKS.
Bara baik banget jadi sayang..

KAMU SEDANG MEMBACA
The Love Passion
Teen FictionKisah ini menceritakan mengenai kehidupan dua remaja SMA, Bara dan Galang yang bertolak belakang. Bara berasal dari keluarga miskin dan karena itulah ibunya meninggalkan Bara serta ayahnya, yang saat itu Bara masih kecil. Sementara itu Galang berasa...