🌜Back to Jakarta🌛

339 27 11
                                    

☁️

Saat ini seluruh keluarga sudah siap, semua koper sudah tersusun rapih di ruang tengah koper semua keluarga. Sesuai dengan jadwal bahwa hari ini kami semua akan kembali ke jakarta untuk melaksanakan resepsi besok, Aku pun sudah mendapatkan kabar bahwa persiapan resepsi besok sudah 100% selesai dan itu membuat ku lega tapi tidak dengan kegugupan ku esok yang akan menjalankan pedang pora ala militer.

Saat ini jam menunjukan pukul 8 dan Aku sedang membujuk Zahra untuk sarapan tapi putri ku itu menolak dan memilih untuk memakan coklat yang di belikan Pak'dhe Zazhinya tadi pagi saat mereka ke mini market untuk membeli makanan ringan selama di mobil, karna Aku juga Mas memutuskan menggunakan Bus Mini untuk membawa 4 keluarga ke jakarta.

"Maem bubur dulu sayang, Maem coklat bisa nanti"ucapku kembali membujuk Zahra yang tidak mau sarapan.

"Ndak mau Umma, Zahla mau Emam coklat ajah"ucapnya menolak kembali membuat aku hanya menghembuskan nafasku.

"kenapa Zahra gak mau Emam? Zahra belum Emam apapun, Umma gak akan berikan coklat sebelum Zahra mau Emam nasi"ucapku sedikit keras dan berlalu meninggalkan Zahra yang siap akan menangis.

Aku meninggalkan Zahra ke dapur dan Aku mendengar Zahra menangis diruang tengah yang banyak orang itu, semua orang berada disana menunggu Bus datang.

"Nduk, kenapa Zahra menangis? "tanya Ibu yang menghampiri ku di dapur, Aku menyiapkan botol susu dan perlengkapan Zahra lainnya.

"Zahra gak mau sarapan buk, dia maunya makan coklat"jawab ku menatap Ibu yang senyum kecil kepadaku.

"Nduk, Ibu senang ada Zahra di kehidupan kamu juga Alif setidaknya kalian bisa belajar menjadi orang tua, menjadi orang tua itu ada enaknya ada juga tak enak Nduk. Saat tak enak nya itu disaat seperti kamu saat ini, membujuk anak untuk makan padahal naik turunnya nafsu makan anak itu wajar tapi namanya orang tua pasti khawatir jika anaknya mengalami penurunan nafsu makan dan yang enaknya itu di saat kita bisa menghabiskan waktu bersama dengan anak, mengikuti setiap perkembangan tumbuh kembang anak kita itu Nduk. Tapi mau Enak atau pun tidak Enak tetap saja sebagai orang tua kita harus menjalani itu semua dengan bahagia Nduk, makanya penyelesalan yang sampai saat ini masih belum bisa hilang dalam hati Ibu adalah penyelesalan saat ibu melewatkan masa remaja dan dewasa mu Nduk"ucap Ibu yang membuat suasana dapur penuh dengan kesedihan.

"makanya kenapa Ibu sedikit tidak rela kamu cepat menemukan pelabuhan hatimu terlalu cepat karna Ibu belum bisa menebus penyesalan itu Nduk "

"Buk, mungkin sulit tapi Na gak mau mengingat semua itu biarkan semua itu menjadi pelajaran untuk Na sebagai orang tua saat ini, ya Buk"ucap ku memeluk Ibu yang sudah menangis.

"Sayang"ucap Mas yang memanggilku membuat Ibu langsung menghapus air matanya dan Aku menghampiri Mas dengan tas kecil yang di dalamnya perlengkapan Zahra.

"iya Mas, kenapa sudah datang Bus nya? "tanya menghampiri Mas yang sedang menggendong Zahra.

"sudah, ini Zahra kenapa? Aku masuk rumah langsung melihat Zahra yang sedang menangis"ucap Mas Alif menatapku.

"dia gak mau sarapan, tapi mau makan coklat perutnya sama sekali belum terisi bahkan sama susu"ucapku membuat Mas mengusap kepala Zahra.

"kenapa Anak Abi gak mau Emam? "tanyamya Mas kepada Zahra.

"Ndak mau Abi, Zahla mau Emam coklat ajh"ucapnya disela tangisnya.

"gak ada coklat di pagi hari"ucap Mas Alif lebih tegas.

Ucap Mas Alif berhasil membuat Zahra terdiam di dalam gendongan Abinya, para lelaki memasukan semua koper yang berisi perlengkapan untuk besok ke dalam bagasi Bus dan semua anak-anak sudah masuk ke dalam Bus.

MY LIFE ( ON GOING )Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang